Memilih Mainan Anak 2 Tahun

lead image

Bermain adalah proses belajar bagi anak. Pilihlah mainan anak yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, agar kita dapat memaksimalkan proses tersebut.

Mainan anak 2 tahun

Mainan anak yang dapat dikendarai dengan kaki atau pedal merangsang perkembangan motorik.

Apa yang paling banyak dilakukan anak balita kita di siang hari? Apakah menonton TV, tidur, atau bermain? Mungkin jawaban kita berbeda-beda, tetapi yang paling baik adalah bermain. Bermain adalah salah satu proses belajar pada anak-anak. Melalui bermain, mereka belajar mengenal dunia. Kali ini theAsianParent akan membahas tentang cara memilih mainan anak berusia 2 tahun.

Mainan anak disesuaikan perkembangannya

Memilih mainan anak tidak hanya sekedar memilih yang bentuknya bagus dan sedang menjadi tren. Memilih mainan anak sebaiknya disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, sehingga kita dapat memaksimalkan proses belajar selama mereka bermain.

Untuk anak 2 tahun, perkembangan mereka adalah :

  • Mereka sudah tahu mana yang aman dan mana yang berbahaya
  • Mereka sudah lebih bersosialisasi dengan anak-anak lain yang sebaya
  • Mereka sering membawa mainan kecil ke tempat tidur
  • Mereka sudah dapat menyusun benda-benda seperti balok-balok kecil

Jenis mainan anak yang sesuai untuk anak berusia 2 tahun adalah :

1. Mainan yang dapat dinaiki dan dijalankan dengan pedal dan kaki

Contohnya : mobil-mobilan

  • Mainan ini melatih gerak motorik anak
  • Melatih keseimbangan badan
  • Melatih koordinasi otak, tangan, dan kaki
  • Membangun rasa percaya diri pada anak ketika mengendarainya
  • Merangsang keingintahuan, karena ia dapat menelusuri tempat-tempat yang diinginkan dengan ‘kendaraan’ tersebut

Ketika memainkannya, kita dapat menambah beberapa ‘pelajaran’ misalnya memperkenalkan belok kanan dan belok kiri kepadanya.

Selanjutnya di halaman berikut ini :

2. Permainan tentang aktivitas sehari-hari

Contohnya : permainan masak-masakan, dokter-dokteran

  • Mainan ini melatih interaksi sosial anak
  • Melatih anak agar saling berbagi dan bekerja sama
  • Melatih imajinasi anak
  • Melatih kreatifitas anak

Kita dapat menambahkan ‘pelajaran’ ketika mengajak mereka bermain masak-masakan, misalnya membiasakan agar mencuci tangan sebelum memegang makanan.

Selain itu, bila anak-anak sering pilih-pilih makanan atau sulit makan, ketika bermain masak-masakan inilah waktu yang tepat untuk menciptakan ketertarikan mereka pada makanan yang biasanya mereka tolak.

Artikel terkait :

Ketika bermain dokter-dokteran, ambilah penyakit yang umum sebagai contoh dalam permainan. Misalnya flu atau batuk. Lalu, ajarkan bagaimana supaya tidak mudah tertular penyakit tersebut, misalnya harus makan yang bergizi, menutup mulut ketika bersin atau batuk, dan sebagainya.

3. Permainan olah raga

Contohnya : basket untuk anak kecil, bola

  • Permainan ini melatih koordinasi otak, tangan, dan kaki
  • Melatih keseimbangan tubuh
  • Melatih gerak motorik
  • Membuat anak berolah raga, sehingga sehat dan mengurangi obesitas (kegemukan)
  • Melatih aspek sosial anak, karena ada sistem giliran bermain, serta memperkenalkan anak dengan menang dan kalah. Ia harus belajar bisa menerima kekalahan dan juga melatih sifat kompetitifnya.

Artikel menarik lainnya tentang mainan anak :

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.