Membersihkan Rumah - Tips Agar Anak Mau Merapikan Mainannya Sendiri

Rumah seperti kapal pecah setiap kali anak Anda bermain? Berikut tips dari kami agar anak mau membantu Anda membersihkan rumah dan merapikan mainannya sendiri.

Lihat betapa riangnya ia karena berhasil mendatangkan tornado ke rumah Anda! Tinggallah Anda yang pusing membersihkan rumah yang sudah jadi kapal pecah. Lihat betapa riangnya ia karena berhasil mendatangkan tornado ke rumah Anda! Tinggallah Anda yang pusing membersihkan rumah yang sudah jadi kapal pecah.

Membersihkan rumah? Hmmm....

Tak ada yang lebih menyenangkan para ibu selain melihat anak bermain sendiri dengan sekeranjang mainan. Selagi ia sibuk Anda dapat menikmati 'me time' dengan menikmati secangkir kopi atau chatting dengan teman di sosmed.

Sampai Anda sadar bahwa anak berhasil mendatangkan tornado ke rumah Anda dengan mainan dari segala bentuk dan jenis yang bertebaran di mana-mana. Mungkin Anda sedikit putus asa ketika menyadari bahwa 'me time' berlalu dengan cepat dan tiba saatnya membersihkan rumah sebelum ayahnya datang.

Padahal Anda sedang merasa lelah sekali akibat pekerjaan rumah, atau adiknya yang terus menerus rewel. Mengapa tidak coba 'mempekerjakan' anak Anda untuk ikut membersihkan rumah dan merapikan segala 'kekacauan' yang telah dibuatnya, Bu?

Berikut adalah sejumlah tips yang mungkin akan bermanfaat untuk mengajak anak Anda ikut membersihkan rumah.

1. Bekerja sama dan bersenang-senang

Tidak mungkin rasanya berharap seorang balita berumur 4 tahun mampu membersihkan rumah seorang diri tanpa bantuan. Anda bisa membantunya mengerjakan beberapa pekerjaan sulit seperti mengembalikan buku yang berserakan ke rak, dan Anda dapat menugaskannya untuk mengembalikan balok mainan ke tempatnya.

Ciptakan suasana riang dengan mengatur alarm dan lihat siapa yang lebih dulu selesai membersihkan rumah sebelum alarm berbunyi. Anda juga dapat menyanyikan lagu-lagu kesayangannya agar ia tak merasa membersihkan rumah adalah sesuatu yang berat.

Sediakan ruang untuk bermain agar 'tornado' tidak meluas kemana-mana. Sediakan ruang untuk bermain agar 'tornado' tidak meluas kemana-mana.

2. Sediakan tempat untuk bermain

Bantu anak untuk menjaga 'kekacauan' yang dibuatnya tetap terkendali dengan menyediakan ruang tersendiri untuk bermain dalam rumah Anda. Letakkan kotak, keranjang dan lemari kecil untuk menyimpan semua mainanya. Hal ini juga akan membantu Anda agar tak perlu menghabiskan banyak tenaga saat mengumpulkan semua mainan yang tersebar di segala penjuru rumah.

3. Batasi waktu bersih-bersih

Jika balita Anda berusia kurang dari 4 tahun, akan lebih sulit untuk membersihkan rumah setiap saat. Jadi ada baiknya Anda menetapkan jatah waktu membersihkan rumah pada saat tertentu dalam rutinitasnya.

Saat Anda sedang berusaha mengajarkan anak untuk menjaga kebersihan rumah, buat peraturan agar ia merapikan satu kelompok mainan sebelum ia beralih memainkan seperangkat mainan lainnya.

Misalnya, katakan pada si buyung untuk membereskan kereta mainan sebelum ia memainkan mobil remote controlnya.

Berikan contoh bagaimana ia harus merapikan mainannya. Berikan contoh bagaimana ia harus merapikan mainannya.

4. Batasi jumlah mainannya

Jangan biarkan anak bermain dengan semua mainannya setiap saat, atau Akan lebih banyak energi yang harus Anda keluarkan untuk membersihkan rumah!

Kelompokkan mainan berbeda berdasarkan waktu bermain anak Anda, misalnya bermain dengan balok mainan di pagi hari dan bermain rumah boneka di sore hari. Atau, periksalah sesekali mainan anak Anda dan singkirkan beberapa yang sudah rusak atau tak pernah lagi dimainkannya (cara ini lebih praktis dan berhasil untuk saya!).

5. Jangan membantunya

Yah memang sih anak-anak tidak akan secepat Anda saat membersihkan rumah. Tapi Anda tak mengajarinya apapun ketika Anda turun tangan membersihkan mainannya dengan tujuan agar semua lekas beres.

Berikan tugas membersihkan rumah yang proporsional dan sesuai dengan usia serta kemampuannya. Balita Anda tak akan mampu mengatur buku dengan rapi di rak, jadi lakukanlah tugas itu oleh Anda. Sebagai gantinya, mintalah ia mengatur krayon di wadahnya.

Jangan emosi ketika ia lebih banyak bermain daripada merapikan barang-barangnya. Jangan emosi ketika ia lebih banyak bermain daripada merapikan barang-barangnya.

6. Berikan contoh yang baik

Bagaimana mungkin Anda dapat mengajarkannya sesuatu tentang membersihkan rumah, sementara Anda terus mengomel tentang betapa berantakannya kamar tidur atau dapur Anda (padahal Anda sendiri kan yang membuatnya berantakan)? Anak Anda akan berpikir bahwa membersihkan rumah adalah sesuatu yang nggak penting, dan membosankan.

Ingat, anak Anda perlu waktu untuk belajar sesuatu, termasuk dalam hal membersihkan rumah. Jadi bersabarlah Bu, dan ingatlah bahwa mereka masih terlalu kecil untuk Anda minta melakukan sesuatu yang seharusnya menjadi tugas Anda.

Dengan belajar membersihkan rumah dambil bermain akan menjadikannya sebagai suatu kebiasaan yang akan terus dilakukannya ketika ia tumbuh dewasa. Jangan lupa memberikan pujian setiap kali mereka selesai membantu Anda membersihkan rumah.

Nah, selamat beres-beres!