Membentak Anak – Perlukah Ibu Melakukannya?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Membentak anak kadang terpaksa kita lakukan ketika mereka tampak ogah-ogahan melakukan sesuatu yang harus atau kita ingin mereka mengerjakannya. Namun, apakah membentak anak tak beresiko untuk tumbuh kembang mereka?

Tahukah Anda dampak membentak anak?

Tahukah Anda dampak membentak anak?

Ibu adalah salah satu profesi di dunia ini yang identik dengan berteriak, dan juga membentak anak. Dada terasa sedikit sesak ketika menuliskannya, namun yah memang demikianlah adanya.

Saya adalah seorang ibu yang sekurang-kurangnya membentak anak saya sendiri minimal dua kali dalam satu hari. Satu kali di pagi hari ketika si sulung dan bungsu tak juga bangun dari tidurnya. Satu kali di malam hari ketika mereka tak segera berangkat tidur.

Sebagai seorang ibu tunggal yang harus mengurus rumah tangga dan sekaligus bekerja, tingkah laku anak yang mulai belajar membangkang adalah cobaan.

Ketika semua hal tak menyenangkan datang bersamaan, rasanya emosi ini memuncak. Seperti saat deadline yang mendadak dimajukan, gajian yang tak segera cair, tagihan yang menumpuk, atap rumah yang tiba-tiba bocor, masakan yang tiba-tiba hangus (karena lupa mematikan kompor akibat terlalu asyik chatting di What's Up!).

Belum lagi ketika si buyung yang pulang sekolah dan membawa kabar buruk semacam nilai ulangan yang jelek atau penggaris atau buku pelajaran yang hilang membuat saya terpaksa membentak anak atas keteledorannya.

Apa yang terjadi ketika kita membentak anak?

Penelitian menunjukkan bahwa membentak anak secara berkelanjutan dapat mengakibatkan gangguan emosional pada anak. Mereka juga akan membentuk pemahaman sendiri bahwa membentak, siapapun obyeknya, adalah hal yang diperbolehkan, karena Anda melakukan hal itu pada mereka!

Selanjutnya tentang dampak membentak anak, di halaman berikut:

Dapatkan info Terkini Seputar Dunia Parenting

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Better Parenting