TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Melarikan Diri Dari Rumah, Bentuk Ekspresi Kemarahan Anak

Bacaan 3 menit
Melarikan Diri Dari Rumah, Bentuk Ekspresi Kemarahan Anak

Melarikan diri dari rumah adalah suatu bentuk ekspresi kemarahan anak. Bagaimana sikap kita menghadapinya? Bacalah ulasan berikut.

Terkadang, anak melampiaskan kemarahannya dengan melarikan diri dari rumah.

Terkadang, anak melampiaskan kemarahannya dengan melarikan diri dari rumah.

Melarikan diri dari rumah, atau kabur, seringkali terpikirkan oleh anak untuk menghindari masalah.  Atau muncul sebagai bentuk ketidakmampuan anak mengatasi masalah yang tengah dihadapinya.

Beberapa anak berani melakukan tindakan nekat tersebut, sementara anak yang lain hanya sampai pada tahap merencanakan ataupun mengancam untuk melakukannya.

Mengapa anak memiliki keinginan untuk melarikan diri dari rumah?

Parents, kecenderungan anak untuk melarikan diri dari rumah biasanya timbul sebagai ekspresi kemarahan. Marah ini merupakan salah satu bentuk emosi anak yang muncul bila berhadapan dengan objek/peristiwa tertentu dalam lingkungannya. Rasa tidak puas dan rasa tidak nyaman atau rasa takut bisa menjadi pemicu munculnya keinginan untuk melarikan diri pada anak.

Dalam hal ini, Berkowitz, menjelaskan bahwa kejadian tidak enak bisa menimbulkan perasaan negatif yang menjurus pada dua hal, yaitu :

  1. Kecenderungan agresi karena sakit hati, tersinggung atau marah
  2. Kecenderungan untuk menghindar karena timbulnya ketakutan tertentu.

Perasaan negatif yang muncul dalam bentuk kemarahan akan membuat anak mengambil tindakan yang dianggapnya perlu sebagai upaya penyelesaian dari amarah yang dirasakan si anak. Semakin hebat rasa marah yang menguasai anak, akan semakin dahsyat pula tindakan yang diambilnya.

Melarikan diri dari rumah kerap dianggap anak sebagai salah satu solusi praktis untuk menyelesaikan masalahnya. Dengan pola pikir yang masih sederhana, amat wajar banyak anak yang memilih alternatif ini.

Seringkali orangtua melihat tinadakan anak untuk melarikan diri dari rumah adalah suatu peristiwa yang lucu. Pengalaman seringkali membuat orangtua mengabaikan perasaan kecewa dan frustasi anak, melainkan menganggapnya sebagai tindakan yang bodoh dan lucu.

Bagaimana sikap kita menghadapinya?

Parents, tips berikut bisa dilakukan untuk mencegah anak melarikan diri dari rumah :

1. Bersikap tenang

Dengan bersikap tenang, sesungguhnya kita telah memenangkan pertarungan yang terjadi di dalam diri kita. Sikap tenang juga memungkinkan kita berpikir dengan lebih baik dalam mengambil keputusan.

2. Terimalah kemarahan anak dengan lapang dada

Sebagai individu yang sedang berkembang, kemarahan yang diungkapkan anak adalah salah satu bentuk pertahanan dirinya. Mungkin pada titik ini kita perlu mengintrospeksi diri, sudahkah kita bertindak benar selama ini?

3. Jangan menertawakan anak

Sikap anak yang sedang marah seringkali terlihat lucu di hadapan orangtuanya. Begitu juga alasan-alasan yang memicu kemarahan si anak. Namun, jika anda ingin tertawa, tahanlah keinginan anda itu untuk menghindari tindakan nekat yang akan dilakukan anak.

4. Tunjukkan rasa empati anda terhadap persoalan yang tengah dihadapi anak

Rasa empati yang anda perlihatkan akan menurunkan kadar kemarahan anak. Pada titik ini, biasanya anak akan berpikir ulang untuk nekat kabur dari rumah.

5. Lakukan tindakan UPS pada buah hati Anda, yaitu :

  • Usap : Usapan lembut yang anda berikan akan melumerkan kekerasan hati anak dan membuatnya menyadari, bahwa anda menyayanginya dengan tulus.
  • Pandang : Pandanglah buah hati Anda dengan penuh kasih dan empati dengan cara mensejajarkan diri dengan anak.
  • Sapa : Sapalah dengan lembut, tanyakan apa yang sesungguhnya buah hati anda inginkan. Sebab, tidak jarang anak akan meluapkan emosi yang telah menyesaki dadanya dalam waktu lama, dan tidak mengungkapkan persoalan yang sesungguhnya. Dengan bertanya, anda akan membantu anak menguraikan persoalan anak dan memberi keyakinan pada anak, bahwa anda siap membantunya.

Semoga bermanfaat, Parents…

Cerita mitra kami
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah

Baca juga:

Menentukan Jam Malam bagi Remaja

Tips Agar Anak Terhindar dari Bahaya Merokok

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Liza P. Arjanto

  • Halaman Depan
  • /
  • Usia Sekolah
  • /
  • Melarikan Diri Dari Rumah, Bentuk Ekspresi Kemarahan Anak
Bagikan:
  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

    8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

    8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti