Anak senang mandi hujan? Hati-hati, ini risiko yang bisa dialami si kecil

lead image

Video singkat memperlihatkan seorang anak yang sedang asik mandi hujan lebat sambil memegang payung. Lihat risiko yang bisa dialami anak pada akhir video.

Siapa di antara Parents yang punya kenangan indah masa kecil dengan mandi hujan di luar rumah? Ya, main hujan-hujanan memang menjadi bagian indah bagi sebagian masa kecil anak-anak.

Meskipun begitu, bukan berarti saat musim hujan datang Parents bisa membebaskan anak bermain mandi hujan sesuka hatinya.

Penting untuk mengingat bahwa masih ada bahaya tersembunyi yang bisa didapatkan saat anak bermain hujan-hujanan. Mulai dari berbagai penyakit, risiko terjebak oleh banjir, dan yang mungkin masih sering disepelekan adalah risiko terkena sambaran petir.

Setidaknya, beberapa waktu lalu ada sebuah video yang memperlihatkan bahaya mandi hujan. Di mana dalam video tersebut memperlihatkan seorang bocah yang hampir terbunuh setelah bermain di tengah hujan deras.

Peristiwa ini jelas mengingatkan betapa pentingnya tindakan pencegahan yang harus diambil selama musim hujan. Jangan sampai, mandi hujan yang semula jadi kegiatan menyenangkan berubah menjadi sebuah bencana menyeramkan.

Penting diketahui, saat disambar petir, seseorang bisa menderita kerusakan serius pada organ tubuh seperti jantung, kulit, otot hingga sistem saraf. Kematian karena sambaran petir memang jarang terjadi tetapi perlu diingat bahwa kondisi kematian ini justru disebabkan karena jantung yang berhenti berdetak.

Video singkat ini dibuat oleh seorang ibu Argentina, yang ingin memperlihatkan bahwa putranya sedang asik bermain hujan lebat sambil memegang payung dan mengenakan jas hujan di luar rumahnya.

Siapa sangka, ketika sang anak mandi hujan dan berlari ke halaman belakang, petir tiba-tiba menyerang di dekatnya. Kejadian ini bahkan hampir merenggut nyawanya.

Dalam video singkat tersebut terlihat bahwa anak laki-laki tersebut sedang bersenang-senang di tengah hujan. Dia sedang berdiri di bawah pipa dengan air hujan mengguyur ke payung yang dipegang.

Tiba-tiba, tanpa peringatan, sambaran petir yang kuat menyerang pagar yang jaraknya hanya beberapa meter di depan anak kecil itu. Pagar itu pun terbakar.

Sontak, Carolina Kotur, ibu bocah lelaki itu, berteriak keras, dan segera menjatuhkan teleponnya dan berlari ke arahnya.

Menurut Kotur, saat itu dia sedang merekam video putranya untuk merekam kenangan masa kecil yang bersenang-senang di tengah hujan. Tapi tentu saja, dia tidak pernah menduga peristiwa yang selanjutnya datang,

Syukurnya, sang putra selamat. “Terima kasih Tuhan, anakku tidak ada-apa,” ujarnya.

Inilah video lengkapnya:

Insiden seperti ini memang bisa terjadi karena berbagai alasan. Salah satunya adalah karena kurangnya informasi akan bahaya bermain di luar ruangan selama badai petir atau musim hujan.

Berikut ini beberapa kiat untuk mengajari Anda anak-anak agar mereka bisa selamat dari sambaran petir.

Saat di luar ruangan:

  • Ajarkan anak untuk temukan beberapa tempat berlindung. Jika sudah berada di luar dan menyadari banyak petir atau kilat, segeralah mencari tempat berlindung yang aman!
  • Pastikan untuk menemukan tempat aman untuk melindungi Anda dari cuaca buruk. Setelah melihat kilat, hitung sampai 30! Ketika guntur muncul sebelum mencapai 30, temukan tempat berlindung dan tinggallah di dalam rumah setidaknya 30 menit setelah deru petir terakhir.
  • Tidak ada tempat untuk berlindung? Jangan khawatir, meringkuk serendah mungkin, meminimalkan kontak tubuh dengan tanah. Petir bisa menyebabkan arus listrik yang mematikan.
  • Hindari beton. Dinding atau lantai beton dapat ‘memancing’ kilat jika mengandung logam tersembunyi.
  • Jangan lupakan payung Anda, jas hujan atau jaket dan sepatu bot!

Ini yang perlu dilakukan saat berada di dalam ruangan.

Untuk menghindarti hal yang tidak diinginkan, jangan lupa untuk mengajarkan anak-anak cara terhindar dari sambaran petir.

  • Ketika sedang berada di luar rumah, segera cari dan masuk ke dalam rumah. Jika tidak ada tempat aman, larilah ke mobil atau bangunan yang aman setelah Anda mendengar guntur
  • Hindari berada di tempat terbuka, seperti sawah, lapangan, dan taman. Karena petir mencari tanah untuk melepaskan energinya.
  • Ketika berada di kolam berenang, dan sudah melihat awan mulai gelap disertai suara petir kecil, sebaiknya langsung keluar dari kolam karena petir rentan menyambar kolam berenang.
  • Hindari berlindung di bawah pohon, karena pohon yang tersambar petir energinya bisa melompat ke tubuh.
  • Jauhi tiang listrik, menara atau sesuatu yang tinggi yang mudah tersambar petir.
  • Ketika sedang berada di luar, ada baiknya jaga jarak dengan kerumunann setidaknya beri jarak 3-5 meter untuk menghindari lontaran energi jika ada petir.
  • Jika sedang mengendarai motor segeralah berhenti dan cari tempat berlindung.

 

Diterjemahkan dari artikel Kevin Wijaya Oey, theAsianparent Singapura

Baca juga: 

5 Penyakit Musim Hujan yang Sering Menyerang Anak