Pesan terakhir korban tragedi Lion Air pada calon istrinya; "Tetap pakai baju akad yang saya pilih.."

Pesan terakhir korban tragedi Lion Air pada calon istrinya; "Tetap pakai baju akad yang saya pilih.."

"Jasadnya memang telah ditelan bumi, namun cinta kami tetap abadi." tutur Intan, calon istri korban tragedi Lion Air jatuh.

Tragedi pesawat Lion Air jatuh pada hari Senin, 29 Oktober 2018 lalu, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Salah satu korban yang meninggal adalah dr. Rio Nanda Pratama, calon suami dari Intan Indah Syari. 

Artikel terkait: Putrinya jadi korban pesawat Lion Air JT 610, sang ibu tak berhenti menangis

Curahan hati calon istri dari korban tragedi Lion Air jatuh

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Iis (@intansyariii) pada

Kepada theAsianparent Indonesia, Intan menuturkan bahwa dia dan Rio telah berpacaran sejak SMP. Salah satu kenangan manis yang paling berkesan bagi Intan adalah saat Rio menyatakan cintanya di sekolah, di depan teman-teman sekelas mereka. 

“Dia bilang, ‘mau nggak jadi wanita spesial dalam hidupku?’ padahal waktu itu masih kelas 2 SMP,” tutur Intan.

Itulah awal dari perjalanan panjang kisah cinta mereka selama 12 tahun lebih. Banyak cobaan dan godaan pihak ketiga mewarnai perjalanan kasih mereka, namun keduanya tetap teguh merenda cinta hingga berencana melangkah ke jenjang pernikahan. 

“Dia pernah datang ke tempat lesku, memberikan bunga kesukaanku, mawar putih. Walaupun bukan bunga asli tapi plastik, bunga itu masih saya simpan hingga sekarang,” kata Intan bercerita. 

“Di mataku, dia adalah orang yang sangat baik, supel, ramah, dermawan, dan pekerja keras. Selain kerja di RS Bakti Timah Pangkalpinang, almarhum juga menjadi dosen di Stikes Citra Delima dan Akademi Kebidanan Bangka Belitung,” tambahnya.

lion air jatuh

Intan berfoto dengan almarhum di sekolah tempat kisah cinta mereka dimulai.

Setelah belasan tahun membina kisah cinta, Rio dan Intan berencana untuk meresmikan hubungan mereka dalam ikatan suci pernikahan. Semua persiapan pernikahan telah mereka lakukan, undangan telah dibuat, dan baju pengantin telah disiapkan. 

Akan tetapi, malang tak dapat ditolak, dua minggu sebelum akad nikah dilaksanakan, Rio harus pergi selama-lamanya dari dunia ini, akibat tragedi Lion Air jatuh pada akhir Oktober lalu. 

Impian membina rumah tangga, memiliki anak dan masa depan yang indah bersama-sama, kandas di tengah jalan. Tak terkira betapa hancur perasaan keluarga Rio, juga Intan yang telah menantikan saat-saat Rio mempersuntingnya menjadi istri yang sah di mata agama dan negara. 

Keinginan terakhir almarhum sebelum tewas dalam tragedi Lion Air jatuh

lion air jatuh

Pada hari Rabu, tanggal 24 Oktober, Intan dan Rio datang ke Galeri Adiela Wedding Organizer, untuk mencoba baju pengantin yang akan dikenakan saat akad nikah. Saat itu, Rio telah berencana pergi ke Jakarta untuk menghadiri seminar mewakili tempat kerjanya. 

Rio berpesan pada Intan, “Seandainya nanti saya tidak kembali pada tanggal 11 November, kamu tetap pakai baju akad yang saya pilihkan kemarin. Dandan yang cantik. Minta mawar putih segar ke Yuk Sheila (pihak WO). Berfotolah yang bagus, nanti fotonya kirim ke saya.” 

Tidak ada siapapun yang menyangka, bahwa kalimat tersebut adalah pesan terakhir dari Rio sebelum akhirnya berpulang ke hadapan Tuhan. 

Duka mendalam, impian bersanding di pelaminan kandas akibat tragedi Lion Air jatuh. Akan tetapi, semua itu tak menyurutkan langkah Intan untuk memenuhi pesan terakhir dari mendiang calon suaminya. 

Pada hari Minggu, 11 November 2018. Hari di mana seharusnya Rio mengucapkan akad nikah, Intan berdandan cantik mengenakan kebaya pengantin yang telah dipilihkan Rio. Sambil memegang bunga mawar putih segar, ia berfoto bersama teman-teman yang setia mendampingi, bahkan keluarga Rio yang juga ikut menemani.

Semua ini Intan lakukan untuk memenuhi keinginan terakhir dari orang yang dia cintai. 

Rencana masa depan yang tak pernah terwujud

“Kami berencana setelah menikah akan langsung punya anak. Lalu ingin umrah bersama keluarga. Almarhum juga ingin melanjutkan sekolah spesialisnya,” tutur Intan. 

Akan tetapi, harapan tinggal harapan, impian berubah menjadi asa yang tak terwujudkan. Kini, yang tersisa hanyalah kenangan manis, dan cinta Rio yang akan selalu menemani Intan sepanjang sisa hidupnya.

“Cinta sejati itu benar adanya, walaupun tidak bisa bersatu di dunia, saya harap bisa bersatu di akhirat, kekuatan cinta itu benar adanya, dan kami berdua telah membuktikannya,” tutup Intan

Semoga Almarhum Rio mendapat tempat terindah di sisi Tuhan. Kami dari theAsianparent turut mendoakan kedamaian jiwa Rio, semoga tenang di alam sana. 

 

 

*Semua foto dalam artikel ini telah mendapat persetujuan pemiliknya untuk dipublikasikan.

Baca juga: 

Pengantin Wanita Ini Hadiri Resepsi Pernikahannya Tanpa Pengantin Pria

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner