TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kurikulum 2013 dan Manfaatnya dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional

Bacaan 4 menit
Kurikulum 2013 dan Manfaatnya dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional

Kurikulum 2013 membantu orang tua menyiapkan anak dengan EQ tinggi sehingga anak mudah berempati dan bersosialisasi.

Kurikulum 2013 segera diberlakukan merata pada seluruh siswa di tingkat pendidikan dasar dengan sasaran kecerdasan emosional.

Kurikulum 2013 segera diberlakukan merata pada seluruh siswa di tingkat pendidikan dasar dengan sasaran kecerdasan emosional.

Kurikulum 2013 sudah diterapkan pada pendidikan dasar sejak awal tahun ajaran baru 2013/2014 lalu untuk kelas 1 dan kelas 4 SD. Tahun ini, kurikulum 2013 ini akan dilanjutkan secara bertahap sehingga dapat menjadi kurikulum wajib pada pendidikan dasar.

Kurikulum 2013 ini difokuskan pada perkembangan emotional quotient (EQ) dibandingkan intelligent quotient (IQ). Hal ini merupakan langkah yang sangat positif di tengah-tengah maraknya kekerasan pada rekan sebaya, sekaligus berkurangnya rasa empati kepada sesama.

Sejak diterapkannya Kurikulum 2013, murid kelas 1 SD dianggap lebih ceria karena mereka bermain sembari belajar. Kendati demikian, banyak orang tua yang tidak memberi respon positif pada kurikulum 2013 karena berkurangnya porsi beberapa mata pelajaran, seperti bahasa Inggris. Masih banyak orang tua berpikir bahwa kecerdasan anak ‘semata’ karena ia dapat berbahasa asing atau cepat berhitung.

Pernahkah kita memerhatikan bahwa generasi sekarang—mulai anak hingga remaja—kurang menerapkan tata krama saat berbicara kepada orang yang lebih tua?

Bahkan untuk tersenyum kepada orang lain terasa sangat berat, kendati mereka tersenyum-senyum sendiri saat berkomunikasi lewat BBM, What’s App atau melalui sosial media lewat gadget!

Baca juga Perlukah Mengawasi Facebook Anak?

Tentu saja, kita tidak bisa menyalahkan sekolah dan dinas pendidikan yang sebelumnya hanya menekan pentingnya peningkatan IQ dibandingkan EQ. Peran orang tua pun tidak kalah pentingnya dalam membentuk karakter anak sehingga dapat bersosialisasi dengan baik.

Memang tidak semua remaja di negara kita telah kehilangan empati kepada orang lain. Masih banyak mereka yang dibesarkan dari lingkungan yang menerapkan pentingnya sopan santun dan empati kepada orang lain.

Meski demikian, lebih banyak lagi orang tua yang memforsir anak dengan kegiatan akademis tiada hentinya, setelah jam sekolah usai. Orang tua menganggap bahwa anak ber IQ tinggi adalah anak yang patut dibanggakan.

Kendati hal ini benar, namun IQ tinggi tanpa diimbangi dengan EQ yang seimbang akan mengganggu perkembangan psikis anak, sehingga ia pun tidak peduli dengan sesama dan lingkungan.

IQ tinggi memang penting. Tapi EQ tinggi akan membantu anak meraih prestasi tinggi karena ia tidak ditekan untuk selalu memiliki nilai tertinggi.

IQ tinggi memang penting. Tapi EQ tinggi akan membantu anak meraih prestasi tinggi karena ia tidak ditekan untuk selalu memiliki nilai tertinggi.

Pentingnya anak ber EQ tinggi

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan anak untuk mengidentifikasi, mengenali sekaligus mengontrol emosinya, orang lain dan lingkungan sekitarnya. Anak dengan EQ tinggi dijamin memiliki kelebihan dibandingkan mereka yang ber IQ lebih tinggi karena:

  • Mereka dapat mengatasi masalah dengan tidak terlalu emosional sehingga mereka lebih sukses berkarir.
  • Mereka memiliki temperamen stabil sehingga dapat berinteraksi dengan benar saat berhadapan dengan masalah dan orang-orang yang agresif di sekitar mereka.
  • Mereka memiliki hubungan yang sangat baik dengan orang tua, dan teman-teman di sekitarnya, sehingga mereka akan menjadi generasi muda berakhlak baik.
  • Mereka tidak tertarik mencoba narkoba, alkohol atau frustasi berlebihan dengan makan makanan berlebih saat menghadapi masalah
  • Mereka lebih sensitif dengan perasaan orang lain sehingga dapat menjalin hubungan dengan baik
  • Mereka memiliki kemampuan sosialisasi lebih baik, lebih sopan, ramah dan mudah bergaul.
Latih EQ anak Anda dan buktikan bahwa hubungan kalian berdua akan tumbuh sempurna.

Latih EQ anak Anda dan buktikan bahwa hubungan kalian berdua akan tumbuh sempurna.

Selanjutnya: Melatih EQ Tidak Mudah!

1. Ajarkan mereka mengekspresikan perasaan

Pernah kan, orang tua justru marah kalau si batita sedang tantrum? “Laki-laki tidak boleh nangis!” “Awas ya, kalau nangis lagi nanti mama jewer”. Justru saat tantrum atau saat sedang gembira, orang tua dapat dengan bijaksana bertanya mengapa ia bersikap demikian.

Biarkan anak mengekspresikan diri.

Biarkan anak mengekspresikan diri.

 

2. Ajarkan empati sejak dini

Berempati bukan berarti menyetujui. Saat orang tua mengajarkan anak untuk bebas berekspresi, orang tua tetap harus mengajarkan apa yang baik dan tidak, disertai dengan alasan tepat dan masuk akal.

Tunjukkan empati dengan tepat.

Tunjukkan empati dengan tepat.

3. Ajarkan kepekaan dengan perasaan orang lain

Jika si kecil sering melihat Anda mengungkapkan kasih sayang, akan lebih mudah bagi Anda untuk membuatnya peka dengan perasaan orang lain.

Peka dengan perasaan orang lain membuat si kecil mudah bergaul dengan rekan sebaya.

Peka dengan perasaan orang lain membuat si kecil mudah bergaul dengan rekan sebaya.

 

4. Ajarkan diri sendiri mengatasi emosi

Naah, orang tua kerap mengajari anak ini dan itu, tapi kerap tidak dapat mengatasi emosi. Boleh saja Anda marah karena anak berbuat yang tidak sepatutnya. Dalam hal ini, lagi-lagi, komunikasi adalah kunci. Jelaskan pada anak, apabila perbuatannya tidak baik.

 

 

Cerita mitra kami
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Tri Retnoningrum

  • Halaman Depan
  • /
  • Usia Sekolah
  • /
  • Kurikulum 2013 dan Manfaatnya dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional
Bagikan:
  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

    8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

  • Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

    Bagaimana Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber?

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

    8 Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-laki yang Perlu Parents Tahu

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti