TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ingin periksa kehamilan, ibu ini malah jadi korban salah aborsi

Bacaan 4 menit
Ingin periksa kehamilan, ibu ini malah jadi korban salah aborsi

Seorang perempuan asal Vietnam menjadi korban salah aborsi oleh dokter. Hal ini terjadi karena tenaga medis melakukan prosedur dengan tidak teliti.

Kehilangan seorang bayi merupakan sebuah duka yang berat bagi setiap ibu, apalagi jika hal tersebut terjadi secara tiba-tiba. Seperti halnya sebuah kisah memilukan yang datang dari Korea Selatan. Seorang ibu asal Vietnam menjadi korban salah aborsi yang dilakukan oleh dokter.

Hingga akhirnya, perempuan yang sudah mendambakan sosok buah hati itu terpaksa harus kehilangan calon bayinya.

korban salah aborsi

Artikel terkait: Hamil akibat diperkosa, anak 11 tahun meminta aborsi

Korban salah aborsi, ibu ini harus kehilangan bayinya karena kesalahan dokter

Seorang perempuan berkewarganegaraan Vietnam mengunjungi rumah sakit di Korea Selatan pada 7 Agustus lalu. Ia tengah hamil enam minggu dan hendak memeriksakan kondisi kandungannya.

Dikutip dari laman berita Yonhap, perempuan tersebut awalnya akan menerima suntikan nutrisi untuk memperkuat kandungannya. Alih-alih diberi nutrisi, seorang perawat malah memberikan ia anestesi.

Tanpa mengkonfirmasi identitas pasien terlebih dahulu, seorang dokter pun datang dan melakukan aborsi pada korban tanpa memeriksa data pasien.

Saat itu, perempuan tersebut tidak tahu apa yang dilakukan tenaga medis pada kandungannya. Hingga esoknya, ia kembali ke rumah sakit setelah mengalami pendarahan dan pihak rumah sakit memberi tahu bahwa janinnya telah digugurkan.

Betapa terpukulnya ibu itu, hingga akhirnya ia menuntut pihak rumah sakit yang lalai dan membuatnya kehilangan calon buah hati.

korban salah aborsi

Aborsi ilegal di Korea Selatan, kecuali korban pemerkosaan

Di Korea Selatan, aborsi sebenarnya tindakan yang ilegal. Prosedur aborsi hanya boleh dilakukan dalam beberapa kasus berat seperti korban kejahatan seksual atau pemerkosaan, inses, atau ketika kesehatan ibu terancam.

Untuk prosedur aborsi ini, sebenarnya dilakukan atas izin dari pihak Kepolisian Gangseo, Korea Selatan. Awalnya, prosedur aborsi tersebut seharusnya dilakukan untuk korban pemerkosaan. Polisi meminta dokter kandungan untuk melakukan tindakan tersebut, tetapi dokter bersangkutan tidak teliti dan mengaborsi pasien yang salah.

Setelah kejadian itu, korban langsung melaporkan dokter dan perawat terkait kepada pihak kepolisian. Ia menuntut keduanya akibat lalai dan tidak teliti ketika menjalankan tugas.

Artikel terkait: Keguguran di usia 14 minggu, Ibu ini berpesan agar jangan lakukan aborsi

Hukum aborsi di Indonesia
Ingin periksa kehamilan, ibu ini malah jadi korban salah aborsi

Untuk di Indonesia sendiri, hukum aborsi untuk korban perkosaan pun sudah dinilai legal. Meski demikian, prosedur aborsi yang boleh dilakukan hanya jika usia kehamilan korban masih di bawah 40 hari.

Hal tersebut dijelaskan oleh Wakil Ketua Komnas Perempuan Budi Wahyuni. Menurutnya, untuk kasus di Indonesia, aborsi untuk korban kejahatan seksual pun jarang dilakukan. Pasalnya, korban rata-rata baru mengetahui kehamilannya ketika usia kandungan di atas 40 hari. Untuk limit 40 hari sendiri, dilihat dari pemahaman dan aturan agama.

“Limit tersebut berasal dari pemahaman agama. Bahwa sebelum 40 hari, nyawa belum ditiupkan kepada janin,” ungkapnya seperti yang dilansir dari Detik News.

Untuk prosedurnya, di Indonesia belum ada peraturan teknis terkait hal tersebut. Menurut Budi, untuk korban kasus perkosaan, aborsi merupakan solusi dan hak korban. Hal ini karena melakukan tes kehamilan dan merawat anak kelak bukanlah sesuatu yang mudah, mengingat ia memiliki trauma secara psikologis dari kejahatan seksual yang didapatkan.

korban salah aborsi

Di sisi lain, hukum aborsi di Indonesia juga masih menjadi polemik. Meski demikian, berkaca dari kasus yang terjadi di Korea Selatan, prosedur aborsi untuk kasus besar seperti pada korban perkosaan atau kehamilan yang membahayakan kesehatan sebaiknya dipantau secara teliti.

Tenaga medis yang ditugaskan diharapkan untuk bisa melakukan prosedur dengan benar dan penuh hati-hati, sehingga kejadian salah korban tidak terjadi lagi. Selain itu, sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk menindak tegas aborsi yang dilakukan secara ilegal. Pasalnya, prosedur aborsi ilegal sangat tidak aman dan bisa menjadi penyebab dari kasus kematian ibu.

Artikel terkait: “Aku hamil di luar nikah, dan orangtua memintaku aborsi…” curhat seorang wanita

Anak merupakan sebuah anugerah yang dititipkan oleh Tuhan, dan tidak semua perempuan bisa menerima titipan tersebut karena beberapa hal. Oleh sebab itu, jika memang tidak ada kondisi seperti kasus perkosaan atau yang mengancam kesehatan, tidak ada salahnya berjuang untuk mempertahankan.

***

TAP ID APP BANNER NEW (5)

Referensi: Channel News Asia, Detik News, iNews

Baca juga:

Aborsi telah legal di negara ini, bagaimana hukumnya di Indonesia?

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Ingin periksa kehamilan, ibu ini malah jadi korban salah aborsi
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti