Konsep Sedekah Yusuf Mansur Tuai Polemik, Ini Kronologinya

Setelah viral marah-marah terkait paytren, Ustaz Yusuf Mansur kembali membuat heboh dengan konsep bersedekah versinya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Belakangan ini, sosok Ustaz Yusuf Mansur mendapat perhatian publik. Terlepas skandal penipuan yang meliputinya, ustaz yang satu ini kerap berdakwah tentang pentingnya bersedekah. Namun, konsep sedekah Yusuf Mansur ini mendapat komentar pedas dari berbagai pihak.

Ayah dari Wirda Mansur ini pernah membuat buku berjudul The Miracle of Giving. Namun, belum lama ini, konsep sedekah Yusuf Mansur menuai kritik tak hanya dari masyarakat, melainkan juga dari sesama pemuka agama.

Lantas, seperti apa konsep sedekah ala Ustaz Yusuf Mansyur yang menuai kritik tersebut? Simak beritanya disini, Parents.

Artikel terkait: 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat, Siapa Saja?

Polemik Konsep Sedekah Yusuf Mansyur 

Konsep sedekah Ustaz Yusuf Mansur rupanya sederhana, yaitu siapapun yang mengeluarkan uangnya kelak akan digantikan 10 kali lipat oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal tersebut pernah dia sampaikan dalam sebuah video yang diunggah belum lama ini.

“Kalau pengen punya 10 miliar, sedekah semiliar dong, ada nggak? kalau nggak ada start dari 100 juta. Kalau nggak ada start dari 10 juta. mulai perjalanan itu, 500 ribu nanti dapat lima juta, 500 juta, lima miliar, 50 miliar subhanallah” kata Ustaz Yusuf Mansyur, dikutip iNews dari YouTube Jia TV, Senin (11/4/2022).

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Di video yang beredar tampak ada beberapa pria naik ke atas panggung. Kala itu Ustaz Yusuf Mansur melakukan semacam penawaran untuk mereka terkait sedekah. Namun, lewat ceramah ini, banyak orang menilai ucapan Ustaz Yusuf Mansur kurang tepat.

“Anda punya mobil  atau motor? Kalau 500 ribu tadi jadi 5 juta, tapi kalau 10 juta tuh motor diuangkan jadi 100 juta. pilih yang mana?” Ujar Yusuf Mansur. Pria yang tak diketahui namanya tersebut pun langsung memilih menyedekahkan uang senilai motornya.

Artikel terkait: Jangan Habis Sia-Sia, Ini 5 Cara Mengelola THR dengan Bijaksana

Tuai Beragam Reaksi

1. Tanggapan Ustaz Muhammad Nur Sadat 

Memang benar Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjanjikan sedekah akan dilipatgandakan jadi 10 kali lipat. Namun menurut Ustaz Muhammad Nur Sadat tak dibenarkan jika mengharapkan balasan itu hanya diberi untuk urusan duniawi.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

“Masalah mengganti cash di dunia atau tidak itu kan bukan kita yang ngatur. Meskipun Allah menjanjikan hal itu tapi itu kehendak Allah, bonus saja kalau memang disegerakan di dunia diganti dengan 10 sampai 700 kali lipat” kata Ustaz Muhmmad Nur Sadat, dikutip dari YouTube JIA TV.

Dia pun menjelaskan bahwa umat islam juga harus siap jika balasan dari Allah tidak diganti di dunia, melainkan di akhirat. Jangan sampai mereka kecewa ketika balasan di dunia berupa uang tak diberikan oleh Allah. Di samping itu, Ustaz Muhammad Nur Sadat juga mengimbau para ustad agar memberikan motivasi sedekah bukan hanya dari sisi dunia semata.

“Takutnya kalau umat nggak diedukasi, ketika Allah gak ganti di dunia dengan janji itu, merekaa jadi kapok gak mau lagi sedekah karena dianggap janji Allah meleset” tuturnya lagi.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

2. Tanggapan Ustaz Adhi Hidayat

Selain itu, ada juga ceramah Ustaz Adhi Hidayat tentang hal serupa. Berdasarkan penjelasan UAH, manusia boleh memiliki motivasi infaq agar mendapatkan surga. Namun tingkat tertinggi infaq maupun sedekah seseorang adalah ketika dia tak punya pamrih atas amalan yang dikeluarkan.

“Cuma yang tidak tepat itu adalah ketika amalan anda ditarik ke dalam urusan dunia itu yang sangat disayangkan. Jadi kalau beramal gausah mikirin dunia” tutur Ustaz Adhi, dikutip iNews.id dari kanal YouTube yang sama.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Artikel terkait: Beramal Lewat Zakat Mal, Ini Syarat dan Perhitungan yang Perlu Parents Tahu

Adab Bersedekah Sesuai Ajaran Islam

Mengutip dari nu.online (30/05/19), berdasarkan ajaran Imam Al-Ghazali, ada beberapa adab bersedekah sesuai ajaran islam.

  • Memberikan sedekah sebelum ada permintaan. Memberikan sedekah tidak perlu menunggu hingga ada orang meminta. Sedekah dapat diberikan kapan saja, terlebih di bulan Ramadhan, terutama kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan.
  • Tidak diketahui orang (lain) ketika memberikan. Sedekah kepada perorangan sebaiknya tidak diketahui orang lain. Hal ini untuk menjaga privasinya. Sedekah kepada bukan perorangan kadang-kadang diumumkan dalam laporan oleh pihak pengelola sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi. Hal ini tidak menjadi masalah, dan diharapkan tidak mempengaruhi atau mengurangi keikhlasan orang bersedekah.
  • Menjaga kerahasiaan setelah memberikan. Sedekah yang diberikan kepada siapapun sebaiknya tidak diceritakan oleh pihak pemberi kepada siapa pun kecuali ada alasan yang memaksa. Hal ini untuk menghindari riya’ yang dapat menghilangkan pahalanya.
  • Bersikap ramah terhadap orang yang memintanya. Seorang pemberi sedekah tidak boleh memandang rendah kepada mereka sebab dalam sedekah sebetulnya masing-masing pihak mendapatkan manfaat masing-asing baik secara agama maupun sosial.
  • Kelima, tidak menjawab dengan penolakan. Sebaiknya permintaan sedekah tidak ditolak kecuali ada alasan-alasan tertentu yang relevan. Bagaimanapun tangan di atas lebih dari pada tangan di bawah. Artinya lebih baik memberi dari pada diberi, apalagi menolaknya.
  • Keenam, hendaknya menjawab dengan suara lirih ketika menolak. Maksudnya penolakan itu bisa dilakukan tanpa harus membentak-bentak atau berkata kasar kepada pihak peminta yang tentu saja bisa menyakiti perasaannya.
  • Ketujuh, menghindari sikap bakhil. Dalam memberikan sedekah atau infaq sebaiknya seseorang tidak sengaja bersikap bakhil dengan memberikan sedekah dalam jumlah yang tak memadai.
  • Kedelapan, memberikan apa yang diminta, atau menolaknya dengan penolakan yang baik. Dalam mengahadapi peminta, memamg hanya ada dua pilihan, yakni memberi atau menolak. Jika terpaksa memang harus menolak karena ada pertimbangan-pertimbangan tetentu, maka sekali lagi penolakan itu harus dilakukan dengan cara yang baik.
  • Kesembilan, jika iblis la’natullah menghalangi dengan berbisik bahwa si peminta sebetulnya tidak berhak menerima, maka hendaknya dia tidak menarik kembali apa yang telah diberikan Allah sebagai nikmat sedang peminta itu memang berhak atasnya. Terkadang setan memang menggoda anak cucu Adam untuk menarik kembali sedekah yang telah diberikan dengan berbagai alasan. Bisikan semacam ini sebaiknya tidak usah dipedulikan. 

Itulah berita mengenai konsep sedekah Ustaz Yusuf Mansyur serta adab bersedekah sesuai ajaran islam. Bagaimana menurut Parents?

Baca juga:

Keutamaan sedekah Ramadhan, ini manfaatnya yang perlu Parents tahu

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

id.theasianparent.com/artis-hollywood-yang-punya-yayasan-amal 

5 Syarat Wajib Zakat Menurut Islam, Jangan Sampai Terlewat, Parents!

Penulis

Azahra Syifa