Sehatkah pernikahan Anda? Kenali tandanya menurut psikolog

lead image

Coba amati Parents, apakah pernikahan Anda termasuk yang sehat?

Benarkah jika pasangan suami istri sering mengalami konflik rumah tangga menjadi tanda pernikahan tak sehat?

Semua pasangan suami istri tentu memiliki harapan sama, bahwa pernikahan bisa berjalan dengan sehat. Tanpa banyak konflik rumah tangga yang menerpa.

Tak bisa dipungkiri bahwa konflik rumah tangga sering  membuat pasangan suami istri merasa tidak nyaman.

Konflik  yang dihadapi pasangan suami istri ini sebenarnya bisa disebabkan beragam faktor. Mulai dari hilangnya rasa menghargai satu sama lain, lupa akan pentingnya kebutuhan untuk didengarkan, tidak peka dengan kebutuhan pasangan, dan beberapa sebab lainnya.

Belum lama ini, theAsianparent Indonesia baru saja berbincang dengan Ayank Irma, Psikolog dari Ruang Tumbuh. Ia pun mengingatkan penting bagi pasangan suami istri untuk membangun pernikahan yang sehat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sebenarnya  konflik rumah tangga tidak selamanya buruk.

“Konflik rumah tangga itu sebenarnya tidak selalu jelek, kok. Bahkan bisa menjadi salah satu tanda pernikahan yang sehat,” tukasnya.

Mengapa adanya konflik rumah tangga menjadi tanda pernikahan yang sehat?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/konflik rumah tangga.jpg Sehatkah pernikahan Anda? Kenali tandanya menurut psikolog

Ayank Irma mengingatkan, bahwa pada dasarnya setiap manusia tidak bisa lepas dari yang namanya konflik, terlebih konflik rumah tangga. Hal ini tentu saja didasari bahwa pasangan suami istri pada dasarnya merupakan individu yang berbeda, di mana suami istri pasti memiliki cara pandang yang berbeda.

“Artinya, sangat wajar jika dalam pernikahan terjadi konflik rumah tangga, dan konfik rumah tangga ini memang tidak perlu ditakuti dan dihindari” tambah Ayank Irma.

Hal yang perlu diperhatikan justru bagimana pasangan suami istri menemukan titik temu bersama. Bagaimana menyelesaikan konfik rumah tangga dengan baik lewat kesepakatan bersama. Oleh karena itu, salah satu kunci paling penting untuk diperhatikan pasangan suami istri adalah cara mengomunikasikannya.

Lebih lanjut, Ayank Irma kembali mengingatkan, bahwa sebenarnya dengan adanya konflik rumah tangga justru menjadi pertanda yang baik. Bahkan, menjadi salah satu tanda pernikahan masih berjalan dengan sehat.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/konflik rumah tangga1.jpg Sehatkah pernikahan Anda? Kenali tandanya menurut psikolog

“Kebayang tidak, bagaimana kondisi rumah tangga, pasangan suami istri yang tidak pernah ada konflik? Semua berjalan mulus saja? Ciri rumah tangga yang sehat itu justru masih adanya argumentasi yang dilakukan suami istri. Ini justru memang harus tetap ada. Jika tidak ada konflik justru malah bahaya, karena tandanya bisa ada perasaan takut, nggak enak, atau malah keinginan untuk menghindari konflik.” paparnya. 

Ayank Irma juga menegaskan bahwa selama pasangan suami istri menghadapi konflik dengan melakukan argumen atau bertengkar, justru bisa menyelamatkan pernikahan. Pasalnya, pada saat itu, level emosi akan kembali naik.

“Jika konflik didiamkan terus menurus, tidak dibicakan, maka level emosi jutru akan turun terus. Bertengkar itu justru bermanfaat untuk menaikkan level emosi.” pungkas Ayank Irma ketika berbicang dengan theAsianparent Indonesia.

Bagaimana Parents, apakah Anda termasuk yang sering menghindari konflik atau tidak?

 

Baca juga:

Penelitian : Suami istri yang sering bertengkar lebih bahagia, mengapa?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.