Sehatkah pernikahan Anda? Kenali tandanya menurut psikolog

Sehatkah pernikahan Anda? Kenali tandanya menurut psikolog

Coba amati Parents, apakah pernikahan Anda termasuk yang sehat?

Benarkah jika pasangan suami istri sering mengalami konflik rumah tangga menjadi tanda pernikahan tak sehat? Yuk, cari tahu penjelasan selengkapnya di sini!

Konflik rumah tangga tidak selamanya buruk

Semua pasangan suami istri tentu memiliki harapan sama, bahwa pernikahan bisa berjalan dengan baik dan sehat. Tanpa banyak konflik rumah tangga yang menerpa.

Namun sayangnya, tak bisa dipungkiri bahwa konflik rumah tangga sering membuat pasangan suami istri merasa tidak nyaman. Konflik  yang dihadapi pasangan suami istri ini sebenarnya bisa disebabkan beragam faktor. Mulai dari hilangnya rasa menghargai satu sama lain, lupa akan pentingnya kebutuhan untuk didengarkan, tidak peka dengan kebutuhan pasangan, dan beberapa sebab lainnya.

Berbicara mengenai hal itu. Belum lama ini, theAsianparent Indonesia baru saja berbincang dengan Ayank Irma, Psikolog dari Ruang Tumbuh.

Ia pun mengingatkan penting bagi pasangan suami istri untuk membangun pernikahan yang sehat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sebenarnya konflik rumah tangga tidak selamanya buruk.

“Konflik rumah tangga itu sebenarnya tidak selalu jelek, kok. Bahkan bisa menjadi salah satu tanda pernikahan yang sehat,” tukasnya.

Mengapa adanya konflik rumah tangga menjadi tanda pernikahan yang sehat?

konflik rumah tangga

Ayank Irma mengingatkan, bahwa pada dasarnya setiap manusia tidak bisa lepas dari yang namanya konflik, terlebih konflik rumah tangga. Hal ini tentu saja didasari bahwa pasangan suami istri pada dasarnya merupakan individu yang berbeda, di mana suami istri pasti memiliki cara pandang yang berbeda.

“Artinya, sangat wajar jika dalam pernikahan terjadi konflik rumah tangga, dan konfik rumah tangga ini memang tidak perlu ditakuti dan dihindari” tambah Ayank Irma.

Hal yang perlu diperhatikan justru bagimana pasangan suami istri menemukan titik temu bersama. Bagaimana menyelesaikan konfik rumah tangga dengan baik lewat kesepakatan bersama. Oleh karena itu, salah satu kunci paling penting untuk diperhatikan pasangan suami istri adalah cara mengomunikasikannya.

Lebih lanjut, Ayank Irma kembali mengingatkan, bahwa sebenarnya dengan adanya konflik rumah tangga justru menjadi pertanda yang baik. Bahkan, menjadi salah satu tanda pernikahan masih berjalan dengan sehat.

konflik rumah tangga

“Kebayang tidak, bagaimana kondisi rumah tangga, pasangan suami istri yang tidak pernah ada konflik? Semua berjalan mulus saja? Ciri rumah tangga yang sehat itu justru masih adanya argumentasi yang dilakukan suami istri. Ini justru memang harus tetap ada. Jika tidak ada konflik justru malah bahaya, karena tandanya bisa ada perasaan takut, nggak enak, atau malah keinginan untuk menghindari konflik.” paparnya.

Ayank Irma juga menegaskan bahwa selama pasangan suami istri menghadapi konflik dengan melakukan argumen atau bertengkar, justru bisa menyelamatkan pernikahan. Pasalnya, pada saat itu, level emosi akan kembali naik.

“Jika konflik didiamkan terus menurus, tidak dibicakan, maka level emosi jutru akan turun terus. Bertengkar itu justru bermanfaat untuk menaikkan level emosi.” pungkas Ayank Irma ketika berbicang dengan theAsianparent Indonesia.

Artikel terkait: Ucapan terima kasih bisa meningkatkan keharmonisan rumah tangga, ini 5 alasannya!

Cara mengatasi konflik bersama pasangan

konflik rumah tangga

Untuk mengatasi konflik bersama pasangan, berikut ini beberapa tips yang bisa Parents lakukan:

1. Bersikap langsung

Bila ada yang menganggu pikiran Bunda, maka beritahu pasangan secara langsung tentang hal itu. Sebab masalah tersebut tidak akan pernah selesai bila Bunda memendamnya sendiri dan membiarkan pasangan mengetahuinya sendiri.

2. Bicarakan masalah tanpa menyalahkan pasangan

Saat sedang membicarakan masalah, sebisa mungkin hindari kata-kata yang dapat memojokan atau menyalahkan pasangan. Hal ini bisa merusak hubungan.

Misalnya seperti, “Ini semua salahmu”, “Karena kamu, akhirnya aku harus begini”, “Andai kamu tidak seperti itu”.

3. Hindari mengatakan kata “tidak pernah” atau “selalu”

Siapa sangka bila kedua kata sederhana ini bisa mempersulit masalah di keluarga Anda. Terlebih bila Anda mengucapkannya ditengah-tengah konflik.

Misalnya seperti, “Kamu tidak pernah membantuku di rumah” atau “Kamu selalu sibuk bermain game terus”.

4. Dengarkan pasangan dengan sungguh-sungguh

Meskipun Anda mungkin sangat emosi dengan pasangan. Namun pastikan agar Anda tetap mendengarkan pasangan dengan sungguh-sungguh saat kalian bertengkar. Bisa jadi, saat itu hanyalah kesalahpahaman saja.

5. Ambil perspektif yang berbeda

Selain mendengarkan pasangan Anda, Anda juga perlu untuk mengambil perspektif yang berbeda dan mencoba memahami dari mana mereka berasal. Misalnya, untuk berpikir dari sudut pandang pasangan Anda.

***

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Referensi: Psychology Today

Baca juga

Penelitian : Suami istri yang sering bertengkar lebih bahagia, mengapa?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner