TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Koma 5 bulan setelah melahirkan, begini harunya pertemuan pertama ibu dan sang bayi

Bacaan 4 menit
Koma 5 bulan setelah melahirkan, begini harunya pertemuan pertama ibu dan sang bayi

Tangis Mokla pun pecah saat pertama kali merasakan sentuhan anaknya sendiri...

Setelah kurang lebih sembilan bulan mengandung, sentuhan hangat dari Si Kecil tentu menjadi idaman setiap ibu. Namun sayangnya, hal itu tidak dialami oleh ibu asal Malaysia ini akibat koma 5 bulan setelah melahirkan.

Seorang ibu tidak bisa menyentuh anaknya sendiri akibat koma 5 bulan setelah melahirkan

koma setelah melahirkan 2

Nur Fadila pertama kali menggendong anaknya setelah 5 bulan koma pasca melahirkan

Kisah pilu ini diceritakan dalam akun Facebook Hasirah Nujiey.

Dalam cerita tersebut, seorang ibu bernama Nur Fadila (28) dikabarkan tak mampu merasakan sentuhan bayinya pertama kali setelah melahirkan. Ia tak mampu merasakan sentuhan bayinya karena mengalami koma selama lima bulan setelah melahirkan.

Awalnya ketika akan melahirkan pada 18 November 2018 lalu, wanita yang akrab disapa Mokla ini diketahui mengalami sejumlah komplikasi. Jantungnya dikabarkan berhenti secara tiba-tiba.

Nur Hasirah selaku kakak Mokla mengatakan bahwa adiknya tersebut terlambat 6 hari untuk melahirkan. Oleh karena itu,  dokter akhirnya memutuskan untuk melakukan proses kelahiran bayi Mokla dengan operasi caesar.

“Dia masuk rumah sakit terlambat, harusnya enam hari sebelum itu, maka dokter menganjurkan untuk dilakukan operasi,” ujar Nur Hasirah.

Ia kemudian menceritakan bahwa sebelum masuk ke dalam ruang bedah, kesadaran Mokla masih stabil.

“Namun, ditengah tengah proses melahirkan tiba-tiba jantungnya berhenti. Dia sadar kembali 10 menit setelah kelahirannya. Hal itu dikarenakan oksigen di kepalanya kurang sehingga dia koma sampai sekarang,” ceritanya.

Artikel terkait: Koma selama 4 bulan, ibu ini melahirkan bayi sehat dan normal

Mokla akhirnya bisa merasakan sentuhan sang anak

Setelah 5 bulan koma, akhirnya Mokla sadar dan bisa merasakan sentuhan anaknya untuk pertama kali. Anak Mokla tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki dan bernama Mohd Syahmi.

Tangis Mokla pun pecah saat pertama kali merasakan sentuhan anaknya tersebut. Semua orang yang berada di sekitar Mokla pun ikut merasakan air mata pilu sekaligus gembira menyaksikan momen-momen haru tersebut.

Dengan wajah yang masih terlihat lemas dan pucat, Mokla tetap berusaha menggendong bayinya selama kurang lebih dua jam. Meskipun telah sadar, tetapi sayangnya dokter mengatakan bahwa Mokla tak akan mampu sembuh secara normal karena ia mengalami cedera pada otaknya.

Kini, sang suami Mohd Saiful (29) pun memutuskan untuk berhenti bekerja sementara waktu untuk menjaga Mokla dan anaknya.

Sungguh mukjizat Tuhan sangat besar ya, Bun.

ini Belum Anda Ketahui payudara ibu menyusui Cara Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui dan Mencegahnya

Apa Yang Terjadi Ketika Seseorang Mengalami Koma?

Seseorang yang koma tidak sadar dan tidak akan menanggapi suara atau aktivitas apa pun yang terjadi di dekatnya. Orang itu masih hidup, tetapi otak berfungsi pada tingkat kewaspadaan terendah. Anda tidak dapat mengguncang dan membangunkan seseorang yang koma seperti membangunkan seseorang yang baru saja tertidur.

Dikutip dari Kids Health, koma dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk:

  1. cedera parah di kepala yang melukai otak
  2. kejang
  3. infeksi yang melibatkan otak
  4. kerusakan otak yang disebabkan oleh kekurangan oksigen terlalu lama
  5. overdosis (terlalu banyak) obat atau obat lain
  6. ketidakseimbangan kimiawi (dalam tubuh dari penyakit lain)

rumah sakit bersalin lead

Ketika salah satu dari hal-hal ini terjadi, dapat mengacaukan cara kerja sel-sel otak. Ini dapat melukai bagian-bagian otak yang membuat seseorang sadar, dan jika bagian-bagian itu berhenti bekerja, orang tersebut akan tidak sadar.

Seseorang yang koma biasanya perlu dirawat di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit. Di sana, orang tersebut bisa mendapatkan perawatan dan perhatian ekstra dari dokter, perawat, dan staf rumah sakit lainnya.

Mereka memastikan orang tersebut mendapat cairan, nutrisi, dan obat-obatan apa saja yang diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Orang yang koma kadang-kadang diberikan melalui tabung plastik kecil yang dimasukkan ke dalam vena atau melalui tabung pengisi yang membawa cairan dan nutrisi langsung ke perut.

Beberapa orang koma tidak dapat bernapas sendiri dan membutuhkan bantuan ventilator, sebuah mesin yang memompa udara ke paru-paru melalui pipa yang ditempatkan di batang tenggorokan. Staf rumah sakit juga mencoba mencegah luka baring pada seseorang yang koma. Luka baring adalah luka terbuka pada tubuh yang berasal dari berbaring di satu tempat terlalu lama tanpa bergerak sama sekali.

Referensi: Grid Hot, Facebook
Baca juga:

Melahirkan saat koma, ibu ini tersadar setelah bayinya ditempatkan di pelukannya

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Auliya Widia Putri

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Koma 5 bulan setelah melahirkan, begini harunya pertemuan pertama ibu dan sang bayi
Bagikan:
  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti