TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Fakta Gelap di Balik Aborsi Bayi Legal, Ada yang Dibiarkan Sekarat hingga Mati Kedinginan

Bacaan 3 menit
Fakta Gelap di Balik Aborsi Bayi Legal, Ada yang Dibiarkan Sekarat hingga Mati Kedinginan

Seorang suster bercerita tentang pengalamannya melihat bayi yang diaborsi di rumah sakit. Ia mengungkapkan fakta menyedihkan tentang nasib bayi tersebut.

Seorang perawat bernama Kathleen Malloy dari Jacksonville, Florida, Amerika Serikat berbagi pengalaman menyesakkan seputar bayi yang diaborsi. Selama menjadi seorang perawat, ia telah menyaksikan banyak hal seputar aborsi yang memang legal bersyarat di negara bagian Florida.

Kadang, bayi yang diaborsi masih hidup ketika prosedur tersebut dilaksanakan. Terutama bayi yang baru diaborsi ketika memasuki trimester kedua.

Ia menyaksikan bahwa beberapa bayi, dibiarkan sekarat sendirian tanpa orangtua, menggigil kedinginan, sampai ia meninggal di tempat. Beberapa pelaku aborsi bahkan membunuh sendiri bayinya yang belum meninggal ketika prosedur itu dilaksanakan.

Baca juga: Kisah Mengharukan, Pria Ini Menguburkan 10.000 Bayi Korban Aborsi

Kisah pilu bayi yang diaborsi

Salah satu metode aborsi yang pernah ia saksikan adalah aborsi dengan menggunakan larutan garam kaustik yang disuntikkan ke dalam cairan amnion yang mengelilingi janin pada trimester kedua. Menurut Babies Daily News, Melanie Green dari Last Days Ministries mengutip cerita Kathleen dalam pamflet berjudul ‘Anak-anak yang Kita Buang’ sebagai berikut:

Aku bekerja dari pukul 11 malam sampai pukul 7 pagi. Saat perawat tidak sibuk, aku akan pergi untuk membantu bayi yang baru lahir. Suatu malam aku melihat sebuah keranjang di luar tempat persalinan. Ada bayi di keranjang ini – bayi yang menangis dan bertubuh sempurna. Tapi ada sesuatu yang beda pada anak ini. Dia tampak seperti bayi yang sedang tersiram panas. Dia adalah anak dari seseorang yang menjalani aborsi. Bayi perempuan kecil ini tampak seperti daging yang dituangkan ke dalam panci berisi air mendidih. Tidak ada dokter, tidak ada perawat, tidak ada orang tua, untuk mengobati luka bakar yang menyiksa anak ini. Dia ditinggalkan sendirian untuk mati kesakitan. Mereka tidak mengizinkan bayi ini menghuni kamar bayi. Bahkan, mereka tidak mau menyelimuti tubuhnya. Aku malu dengan profesiku malam itu! Sulit dipercaya bahwa ini bisa terjadi di rumah sakit modern kita, tapi memang begitu. Hal itu selalu terjadi. Kupikir rumah sakit adalah tempat untuk menyembuhkan orang sakit. Bukan tempat untuk membunuh bayi. Aku bertanya pada seorang perawat di rumah sakit lain apa yang mereka lakukan pada bayi yang diaborsi dengan cairan asin tersebut. Tidak seperti rumah sakitku, di mana bayi itu dibiarkan sendiri berjuang untuk bernapas. Di rumah sakit mereka, bayi yang sekarat itu di taruh ke dalam ember dan kemudian ditutup. Ia akan mati lemas! Kematian bayi itu karena lemas tak bisa bernapas!

Aborsi dengan larutan garam kaustik membuat seorang bayi bernafas dengan cairan di dalam plasenta yang membakar paru-paru dan sekaligus kulitnya. Hal itu akan menyebabkannya meninggal dalam beberapa jam.

Sang ibu kemudian akan menjalani persalinan untuk melahirkan bayi yang telah meninggal. Cara aborsi ini belakangan sudah jarang dilakukan karena menyebabkan begitu banyak bayi yang mengalami proses kelahiran namun masih dalam keadaan hidup.

Prosedur ini juga berbahaya bagi wanita karena berpotensi menyebabkan kerusakan parah pada tubuh. Apalagi jika cairan itu disuntikkan ke aliran darahnya.

Prosedur serupa adalah dengan menyuntikkan racun ke jantung bayi. Dalam beberapa kasus malah terjadi pada cairan ketuban. Hal itu masih berlangsung sampai hari ini dan prosedur tersebut digunakan pada trimester kedua dan ketiga.

Kabar terbaru, pada bulan September 2021 lalu, seorang anggota parlemen di Florida dari Partai Republik, mengajukan rancangan undang-undang (RUU) untuk melarang praktik aborsi sejak kehamilan berumur 6 minggu.

Undang-undang ini, nantinya juga akan mengenakan denda sebesar 10 ribu Dolar (setara 143 juta Rupiah) kepada siapapun yang membantu melakukan aborsi (termasuk dokter).

Dalam RUU tersebut, dokter dilarang melakukan aborsi jika ditemukan detak jantung pada janin. 

Aborsi memang mengundang kontroversi di banyak kalangan. Apalagi bagi mereka yang merindukan kehadiran bayi di dalam rumah tangganya.

Semoga kita dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan. Gunakan pengaman atau metode KB jika memang belum ingin punya anak.

Fakta Gelap di Balik Aborsi Bayi Legal, Ada yang Dibiarkan Sekarat hingga Mati Kedinginan

Baca juga:

Sebelum Memutuskan Aborsi, Tonton Dulu Video Prosedurnya Berikut Ini

Cerita mitra kami
Serunya Launching Philips Avent Wearable Breast Pump IMBEX 2025
Serunya Launching Philips Avent Wearable Breast Pump IMBEX 2025
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
17 Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil
17 Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Kehamilan
  • /
  • Fakta Gelap di Balik Aborsi Bayi Legal, Ada yang Dibiarkan Sekarat hingga Mati Kedinginan
Bagikan:
  • Hukum Suami Minum ASI Istri dalam Islam, Apakah Jadi Mahram?

    Hukum Suami Minum ASI Istri dalam Islam, Apakah Jadi Mahram?

  • Rekomendasi 7 Jus yang Baik, Bagus, dan Terbaik untuk Ibu Hamil

    Rekomendasi 7 Jus yang Baik, Bagus, dan Terbaik untuk Ibu Hamil

  • Bunda, Ini Pelekatan Menyusui yang Benar agar Sukses ASI Eksklusif

    Bunda, Ini Pelekatan Menyusui yang Benar agar Sukses ASI Eksklusif

  • Hukum Suami Minum ASI Istri dalam Islam, Apakah Jadi Mahram?

    Hukum Suami Minum ASI Istri dalam Islam, Apakah Jadi Mahram?

  • Rekomendasi 7 Jus yang Baik, Bagus, dan Terbaik untuk Ibu Hamil

    Rekomendasi 7 Jus yang Baik, Bagus, dan Terbaik untuk Ibu Hamil

  • Bunda, Ini Pelekatan Menyusui yang Benar agar Sukses ASI Eksklusif

    Bunda, Ini Pelekatan Menyusui yang Benar agar Sukses ASI Eksklusif

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti