Kisah Memilukan Ibu Yang Melahirkan Bayi Meninggal Dalam Kandungan

lead image

Bayi meninggal dalam kandungan adalah mimpi buruk bagi setiap ibu di dunia. Kisah Natalie Morgan berikut akan membuat Anda meneteskan air mata.

Natalie menggendong bayi meninggal dalam kandungan yang diberi nama Eleanor (sumber foto: FB Natalie Morgan)..

Natalie menggendong bayi meninggal dalam kandungan yang diberi nama Eleanor (sumber foto: FB Natalie Morgan).

Kesedihan terdalam akibat bayi meninggal dalam kandungan

Setelah mengandung selama 40 minggu, Natalie Morgan bersiap untuk menyambut kelahiran bayinya. Namun suatu hari ia terbangun di pagi hari dengan firasat buruk.”Saya tahu, entah bagaimana. Saya berharap itu salah, tapi saya tahu sesuatu telah terjadi.”

Natalie tidak menemukan detak jantung bayi yang dikandungnya saat ia memeriksanya dengan alat pengukur detak jantung portabelnya. Natalie dan Brian, suaminya, bergegas menuju rumah sakit sambil terus berdoa di sepanjang perjalanan. Berharap semuanya baik-baik saja.

“Sebelum para petugas medis memasang perangkat USG, mereka memindai kandungan saya dengan alat pengukur detak jantung. Hati saya seolah sedang tenggelam, dan saya berpikir ‘Ini tidak mungkin. Ini mimpi buruk. Ini tak mungkin terjadi. Mereka akan menemukan detak jantungnya di kandungan saya’.”

Seorang dokter mendekati Natalie dan berkata, “Saya ikut berduka. Kami tak menemukan detak jantungnya.”

Momen yang menghancurkan hati itu akan dikenang Natalie untuk selamanya.

“Tubuh saya seolah lumpuh mendengarnya. Dunia seakan telah runtuh menimpa saya. Saya tak bisa bernafas, histeris dan melempar semua barang yang saya lihat. Sepotong kecil dari diri saya telah mati bersamanya. Tubuh saya seharusnya bisa membuatnya tetap hidup, tapi ia telah meninggal.”

Beberapa jam kemudian para ahli medis menginduksi Natalie untuk mengeluarkan jasad bayi dari rahimnya. Natalie juga menolak suntikan epidural yang biasa digunakan pada ibu yang hendak melahirkan untuk mengurangi rasa sakit.

“Saya perlu merasakan rasa sakit itu sebagai ungkapan kesedihan yang saya rasakan. Saya merasakan kontraksi, terbukanya jalan lahir dan semuanya, tapi saya melahirkan seorang bayi meninggal dalam kandungan. Tak ada kebahagiaan saat saya melahirkannya. Rasa sakit itu akan abadi, tapi bayi saya tidak.”

Eleanor dikelilingi ayah, ibu dan kakaknya (sumber foto: FB Natalie Morgan).

Eleanor dikelilingi ayah, ibu dan kakaknya (sumber foto: FB Natalie Morgan).

Beberapa jam kemudian Eleanor Josephine, nama bayi perempuan itu, lahir. Ia cantik seperti Putri Tidur, namun tanpa nyawa.

“Bangunlah, Sayang. Bangunlah. Menangislah untukku. Saya sangat menyayanginya dan kesedihan yang saya rasakan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Kami menghabiskan waktu sekitar 6 jam bersamanya, membuat ratusan foto bersama Now I Lay Me Down To Sleep (agen fotografi yang melayani permintaan foto khusus untuk bayi yang baru saja meninggal). Kami memandikannya, menyisir rambutnya, menciumnya dan mengatakan padanya betapa kami sangat mencintainya. Saya menyesal telah gagal. Maafkan Ibu, anakku,” kenang Natalie.

Darah nifas mengalir di kedua betis Natalie, seolah rahimnya sedang menangis bersamanya. “Mereka membawanya pergi dan hati saya hancur melihatnya. Saya ingin mati bersamanya.”

Kisah memilukan ini belum selesai, karena Natalie ingin mengatakan sesuatu pada Anda semua.

Pesan Natalie untuk Anda

“Ada saat ketika Anda merasa lelah dan frustasi karena bayi Anda terus menangis tanpa henti. Ia terus menangis padahal Anda telah menyusuinya, menggendong dan mengganti popoknya. ‘Kenapa sih kamu menangis terus?’ Mungkin itu yang Anda katakan kepadanya.

“Bayi Anda membuat Anda merasa terpenjara tanpa punya waktu untuk diri Anda sendiri. Yang Anda inginkan di dunia ini hanyalah sedikit waktu untuk tidur, mandi atau makan tanpa terburu-buru.

“Ketika Anda terbangun di jam 3 dini hari karena bayi Anda minta disusui, saya di sini terbangun di jam 3 pagi tanpa bisa mendengar tangisan bayi saya. Saya akan berikan segalanya asalkan saya bisa menimang bayi saya, tak tidur nyenyak karena ia kolik, menggendongnya sepanjang malam atau menggigit puting saya ketika saya menyusuinya.

Ia cantik bagai Putri Tidur (sumber foto: FB Natalie Morgan).

Ia cantik bagai Putri Tidur (sumber foto: FB Natalie Morgan).

“Di sini saya merasa payudara mengeras dan sakit karena tak ada bayi yang bisa saya susui. Rahim saya telah kosong, perut saya menggelambir dan darah nifas masih mengalir.

Tragedi bayi meninggal dalam kandungan yang saya alami telah cukup menyakitkan. Namun saya masih harus menghadapi perubahan fisik sesudah persalinan, entah sampai kapan.

“Mungkin saat ini Anda tengah menjalani saat-saat yang melelahkan karena kehadiran bayi Anda. Daripada terus berkeluh kesah tentang frustasi dan kelelahan Anda, berdoalah sebagai rasa syukur atas kelahirannya ke dunia.

“Dan jika Anda bersedia, berdoalah untuk saya dan semua ibu yang ditinggal pergi oleh bayi mereka untuk selamanya. Tolong doakan Eleanor yang tidak pernah mengenal dunia di luar rahim tempatnya hidup dan menemui ajal.”

Parents, semoga pesan Natalie meresap dalam hati Anda dan membuat Anda makin bersemangat dalam menjalani tugas sebagai seorang ibu.

Kisah dan foto-foto dalam artikel ini diterjemahkan dan diunduh dari akun Facebook Natalie Morgan.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

jpqosinbo

app info
get app banner