Foto Janin Bayi, yang Keguguran di Usia 7 dan 8 Minggu ini Menyimpan Kisah Haru

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Mindy Danison merasa berduka karena kehilangan bayinya di usia kehamilan 7 dan 8 minggu. Ia membagikan foto-foto janin bayi tersebut di Facebook, agar semua orang menyadari betapa berharganya setiap kehidupan.

Kehilangan anak adalah duka mendalam bagi seorang ibu, meskipun anak tersebut belum dilahirkan. Demikian pula bagi ibu bernama Mindy Danison yang membagikan foto janin bayi dari dua anaknya yang belum sempat lahir ke dunia karena keguguran ini.

Pada tahun 2014 dan 2015 lalu, Mindy mengalami keguguran sebanyak dua kali. Kedua janinnya yang belum sempat tumbuh dengan sempurna di rahimnya itu, ia beri nama Annabelle dan Riley. Untuk mengenang keduanya, Mindy membuat album foto di akun Facebooknya berisi foto-foto setelah ‘kelahiran’ mereka.

Pada tanggal 6 November 2014, ketika itu Mindy sedang berada di rumah ibunya. Dia merasakan ada darah yang keluar dari tubuhnya. Keluarga pun segera membawa Mindy ke rumah sakit.

“Kami mendapati fakta pahit bahwa detak jantung bayi telah berhenti. Saya tidak bisa memercayainya, meski saya telah melihatnya sendiri,” ujar Mindy dengan sedih dikutip dari Live Action.

Mindy diberikan pilihan untuk melakukan beberapa prosedur medis yang bisa membuat bayinya lebih cepat keluar dari rahim. Namun, Mindy memilih caranya sendiri dengan membiarkan dirinya keguguran secara alami. Tiga minggu yang berat ia lalui dengan penuh emosi sebelum akhirnya Mindy mengalami kontraksi pada 23 November.

“Saya duduk di dalam bak mandi dan langsung merasa tenang. Saya bersandar dan mendorong secara pelan, sehingga kemudian sesuatu yang terbungkus keluar. Saya mengamatinya, apakah ada bayi di dalamnya. Lalu saya mengamati lebih dekat, dan melihat sosok kecil bayi.”

“Pada saat itu, saya tidak merasa sedih atau senang. Perasaan itu tidak bisa dijelaskan. Jika mampu menjelaskannya, saya akan mengatakan perasaan nyaman, cinta dan ketakjuban.”

“Plasenta mengelilingi kantung ketuban, dan bayiku berada di dalamnya. Detik ketika ia lahir, saya mulai menangis. Berbagai macam emosi menimpaku secara bersamaan. Saya ingat bahwa saya mengatakan, ‘aku bisa melihatnya’.”

“Duduk di bak mandi yang dipenuhi oleh darah, saya memeluk bayiku yang terbungkus plasenta. Yang bisa saya lakukan hanyalah memandanginya dengan takjub, betapa luar biasanya dia. Betapa dia diciptakan dengan indah.”

“Dokter mengatakan, bahwa pada usia kandungan sedini ini. Hanya ada sel jaringan dan gumpalan. Saya tidak akan bisa melihat bentuk bayi. Bagaimana mereka bisa mengatakan padaku, bahwa anak ini, bayiku, bukanlah seorang bayi?”

Mindy memberi nama pada bayinya, Riley Jae Danison. Bersama sang suami ia memotong tali pusar si bayi, memotretnya, kemudian berdoa untuk ketenangan jiwa Riley.

Malam itu, Mindy bermimpi bahwa Tuhan memberitahunya apa yang terjadi sudah menjadi takdirnya Riley. Dan meminta Mindy untuk membagikan kisah Riley ke seluruh dunia. Hal ini membawa kedamaian bagi Mindy.

Keesokan harinya, Mindy dan Gabe, suaminya membawa Riley ke tempat pemakaman keluarga. Tubuh Riley pun dikremasi. Mindy mengaku betapa beratnya ia menghadapi kehilangan Riley, sehingga dia tidak mau merasakan hal itu lagi.

Akan tetapi, takdir berkata lain. Karena di kehamilan berikutnya, Mindy kembali mengalami keguguran. Kali ini dengan bayi perempuan yang ia beri nama Annabelle, pada usia kandungan 8 minggu.

Saat mengandung Annabelle, dokter menyatakan bahwa kehamilan Mindy mengalami kondisi yang disebut subchrorionic hematoma. Kondisi ini membuat sel telur terpisah tidak menempel di dinding rahim dengan sempurna setelah implantasi terjadi.

Namun dokter mengatakan bahwa Mindy dan suami tidak perlu khawatir. Mereka pun melakukan USG, dan dokter melihat bayi di kandungan Mindy sehat dengan detak jantungnya kuat.

Akan tetapi, dalam perjalanan mengunjungi keluarga. Mindy merasakan kram di perutnya. Gabe pun berhenti di sebuah pom bensin, di kamar mandi pom bensin itulah Mindy mengalami keguguran untuk kedua kalinya.

Janin Annabelle yang berusia 8 minggu.

Mindy dan Gabe berhasil sampai di rumah dengan selamat. Di penghujung hari, keduanya bersama-sama mengagumi tubuh mungil Annabelle yang sudah memiliki bentuk jari tangan, jari kaki, telinga, mulut, lengan dan kaki, bahkan otak.

Sama seperti yang mereka lakukan pada janin Riley, Gabe dan Mindy juga mengatakan pada Annabelle bahwa mereka mencintainya dan mengucapkan selamat tinggal. Setelah memotret Annabelle, tubuh janin yang belum sempat menghirup napas dunia itu pun di kremasi.

Mindy membagikan foto beserta kisah Riley dan Annabelle, untuk memberitahu seluruh dunia bahwa setiap kehidupan itu berharga. Bahkan untuk janin yang belum sempat dilahirkan dengan sempurna pun, mereka pantas untuk dikenang. Bukan untuk dilupakan, dan tidak bisa tergantikan meski sudah memiliki anak lain.

Mari beri dukungan pada ibu yang mengalami keguguran dengan membagikan artikel ini. Juga disertai dengan doa agar Tuhan memberikan gantinya.

 

Baca juga:

Kisah Nyata Ibu yang Menggugurkan Kandungan

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kisah Mengharukan