TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kerja Lembur Tingkatkan Resiko Stroke dan Jantung Koroner

Bacaan 3 menit
Kerja Lembur Tingkatkan Resiko Stroke dan Jantung Koroner

Bos, pasangan, kakak/ adik atau sahabat Anda sering kerja lembur? Kalau iya, segera ajak mereka istirahat dan bacalah artikel ini bersama.

Sering kerja lembur akan membuat Anda sering sakit-sakitan.

Sering kerja lembur akan membuat Anda sering sakit-sakitan.

Sering kerja lembur tak baik untuk kesehatan

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh University College London di tiga benua, para karyawan yang bekerja 55 jam dalam seminggu 33% berpeluang mengalami stroke daripada mereka yang bekerja 35 sampai 40 jam setiap minggu. Selain itu karyawan yang hobi lembur juga 13% berpeluang menderita penyakit jantung koroner.

Studi tentang penyebab stroke itu dilakukan terhadap 530.000 wanita dan pria di Amerika Serikat, Eropa dan Australia yang dipantau kondisi kesehatannya secara terus menerus selama 8,5 tahun.

Dalam studi itu juga ditemukan bahwa “Kematian mendadak di saat kerja lembur sering kali disebabkan oleh stroke dan dipicu oleh penyebab stres yang berulang. Mekanisme kebiasaan seperti kurangnya aktivitas fisik juga menjadi penyebab timbulnya stroke. Karena stroke lebih banyak menyerang mereka yang terlalu sering duduk saat bekerja lembur.”

Kaitan antara lama jam kerja dengan gangguan kesehatan sangat terang benderang, bahkan ketika Anda merasa ‘aman’ karena memiliki pekerjaan yang tidak menuntut aktivitas fisik secara terus menerus. Siapa bilang tubuh Anda akan baik-baik saja karena bekerja sambil duduk sepanjang hari?

Menurut para ahli, duduk di depan layar komputer terlalu lama justru menjadi penyebab masalah bagi kesehatan Anda. Karena tidak banyak bergerak maka lemak akan menumpuk di dalam tubuh. Lemak yang bertumpuk itu lama kelamaan akan semakin banyak, sehingga menghimpit pembuluh darah yang bertugas mengalirkan darah ke jantung dan ke seluruh tubuh.

Semakin sering seseorang bekerja lembur, semakin tinggi pula peluangnya mengalami stroke. Demikian menurut Mika Kivimaki, profesor epidemiologi di UCL.

Akibat lainnya

Ternyata bukan hanya penyakit jantung yang didapat sebagai ‘hasil’ dari kerja lembur. Seorang pekerja yang sering bekerja hingga larut malam mengalami tekanan fisik dan mental, karena ia mengabaikan kebutuhan tubuhnya untuk berisitrahat. Akibatnya, ia rentan mengalami depresi dan gangguan psikologis lainnya.

Sementara depresi jika dibiarkan berlarut-larut bisa menjadi penyebab munculnya keinginan untuk mengakhiri hidup atau menyakiti diri sendiri dengan mengkonsumsi narkoba atau alkohol.

Itulah sebabnya mengapa kita sering mendengar berita tentang para orang dewasa berposisi dan berpendidikan tinggi terjebak menjadi pecandu zat terlarang. Mereka kelelahan secara psikis, sehingga otak tak mampu lagi memikirkan dampak dari segala perbuatannya.

Menurut tim Profesor Kivimaki, seorang pekerja kantoran cenderung mengkonsumsi alkohol dalam jumlah lebih banyak daripada pekerja dengan jam kerja standar. Orang yang terlalu keras bekerja juga cenderung mengabaikan gejala-gejala gangguan kesehatan pada tubuhnya, sehingga penyakitnya terlambat ditangani dan berujung kematian.

Sayangilah diri Anda sendiri dengan mengurangi kerja lembur.

Sayangilah diri Anda sendiri dengan mengurangi kerja lembur.

Tips untuk para pekerja lembur

Parents, ada kalanya kita tak bisa menghindar dari kewajiban bekerja lembur karena berbagai hal. Anda bisa tetap memenuhi kewajiban Anda itu dengan mengingat beberapa hal.

Jagalah pola makan Anda serta ikutilah gaya hidup sehat, seperti berolahraga secara teratur, menjauhi rokok dan memperbanyak makan sayur dan buah. Jika Anda sering menjadikan kopi sebagai teman lembur Anda, sudah saatnya Anda menggantinya dengan air putih atau buah-buahan yang mengandung air.

Selalu ingatlah bahwa kita bekerja dengan ikhlas demi membahagiakan keluarga. Bagaimana kita dapat membahagiakan mereka jika kita  belum dapat menyayangi diri kita sendiri?

Referensi : theguardian
Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

jpqosinbo

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kerja Lembur Tingkatkan Resiko Stroke dan Jantung Koroner
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti