TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kepala anak terbentur, ini hal yang perlu Parents tahu dan waspadai

Bacaan 5 menit
Kepala anak terbentur, ini hal yang perlu Parents tahu dan waspadai

Hampir semua anak pernah mengalami benturan akibat terjatuh. Namun ada beberapa risiko saat kepala anak terbentur, yang perlu Parents ketahui.

“Mom…. kepala anak terbentur, apa bahaya? Haruskah saya pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan?”

Anak jatuh dan terbentur saat bermain, belajar jalan atau pun sedang tidur mungkin menjadi salah satu masalah yang bikin orangtua khawatir. Apa lagi jika sampai menyebabkan kepala benjol dan terluka.

Meski pun pertolongan pertama bisa dilakukan dengan cara memberikan kompres es, tetap saja menyisakan pertanyaan adakah risikonya bila kepala anak terbentur? Kapan Parents perlu mewaspadai risiko tersebut?

Kepala anak terbentur, kapan perlu diwaspadai?

Kita tahu, betapa menakutkan dan khawatirnya saat melihat si kecil terbentur.  Jika Parents sedang merasakannya sekarang, Anda tentu akan mencari tahu bagaimana harus bertindak, dan apa saja risikonya bila kepala anak terbentur karena jatuh.

Langkah pertama yang perlu dilakukan, ambil napas dalam-dalam dan cobalah untuk tetap tenang. Sebagian besar, benjolan pada kepala biasanya ringan sehingga tidak memerlukan perhatian medis.

Faktanya, pada penelitian tahun 2015 menyimpulkan kalau cedera kepala yang berkaitan dengan jatuh pada anak, biasanya tidak menyebabkan masalah serius.

Di sisi lain, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menyatakan bahwa jatuh merupakan penyebab utama cedera otak traumatis hingga usia 4 tahun. Namun perlu digaris bawahi kalau ini jarang terjadi ya, Parents. Jadi, jangan panik dulu.

Jenis cedera kepala karena terbentur dan risikonya

Perlu dipahami kalau istilah “cedera kepala” di sini mencakup seluruh jenis cedera, dari benjolan kecil dahi hingga cedera otak traumatis. Sebagian besar cedera terkait jatuh dari tempat yang pendek termasuk dalam kategori “ringan”.

Berikut ini beberapa jenis cedera yang diakibatkan dari cedera fisik.

Kepala anak terbentur

1. Cidera kepala ringan

Cedera kepala ringan tidak menyebabkan fraktur tengkorak atau cedera otak. Dalam kasus ini, pembengkakan dan ‘benjolan’ besar atau memar pada kulit dapat muncul tanpa gejala yang lebih berbahaya.

Jika bayi atau balita terjatuh sampai mengakibatkan luka, mungkin ada perdarahan signifikan yang memerlukan perhatian medis. Tujuannya untuk membersihkan dan menjahit luka, bahkan jika tidak ada cedera otak atau tengkorak sekali pun.

Setelah benjolan di kepala, bayi bisa mengalami sakit kepala dan rasa tidak nyaman. Namun, pada usia ini, sulit bagi mereka untuk mengomunikasikan perasaannya. Ini mungkin muncul sebagai peningkatan kerewelan atau kesulitan tidur.

2. Cedera kepala sedang sampai berat

kepala anak terbentur

Cedera otak sedang sampai berat, meskipun jarang terjadi, biasanya dapat menyebabkan. Jenis cedera ini dapat melibatkan:

  • fraktur tengkorak
  • memar (ketika otak memar)
  • gegar otak (ketika otak terguncang)
  • berdarah di otak atau sekitar lapisan yang mengelilingi otak

Gegar otak merupakan jenis cedera otak traumatis yang paling umum dan paling parah. Gegar otak dapat memengaruhi banyak bagian otak dan menyebabkan masalah pada fungsi otak. Tanda-tanda gegar otak pada anak-anak dapat meliputi:

  • sakit kepala
  • hilang kesadaran
  • perubahan kewaspadaan
  • mual dan muntah

Meskipun sangat jarang, cedera yang lebih parah dapat melibatkan patah tulang tengkorak, yang dapat menekan otak dan menyebabkan pembengkakan, memar, atau pendarahan di sekitar atau di dalam otak. Ini adalah keadaan paling serius yang memerlukan perhatian medis darurat.

Perawatan medis diberikan sesegera mungkin untuk mengurangi potensi kerusakan otak jangka panjang dan hilangnya fungsi fisik dan kognitif anak.

pendarahan otak

Pendarahan otak atau hematoma

Selain gegar otak, pendarahan otak atau hematoma juga dapat terjadi bila kepala terbentur dengan keras. Cedera ini tergolong serius karena bisa menyebabkan anak hilang kesadaran atau kerusakan otak permanen akibat adanya tekanan berlebih di otak.

Patah tulang tengkorak

Tengkorak juga bisa mengalami retak akibat guncangan yang sangat besar. Bahkan benturan yang sangat keras bisa mematahkan tulang tengkorak hingga bisa menyebabkan gangguan pada otak dalam skala tertentu.

Kapan harus waspada saat kepala anak terbentur?

Dalam banyak kasus, ‘waspada dan menunggu’ adalah tindakan yang tepat setelah si kecil mengalami benturan di kepala. Perhatikan gejala cedera kepala yang serius, yaitu perubahan perilaku atau defisit neurologis atau gangguan saraf dalam waktu 48 jam setelah kepala anak terbentur.

Ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai beberapa minggu setelah benturan terjadi. Beberapa gejala yang perlu diwaspdai, yaitu:

  • Bicara meracau
  • Lesu, lemas
  • pusing
  • pandangan kabur
  • sulit membaui atau merasa
  • kehilangan keseimbangan atau sulit berjalan
  • mual dan muntah
  • pupil mata membesar, atau ukurannya tak sama antara kanan dan kiri
  • hilang kesadaran

Biasanya bayi dan balita akan  menangis keras saat terjatuh atau terjadi benturan. Maka kalau perlu diwaspadai jika si kecil tidak menangis, tapi kemudian terlihat lemas dan tidak bicara. Tanyakan apakah ia merasa mual, sulit membaui atau sulit merasakan sesuatu atau jika telinganya berdenging.

Sedangkan pada bayi yang belum bisa bicara dan berjalan, tanda bahaya yang perlu segera dibawa ke rumah sakit ialah:

  • Ada benjolan pada ubun-ubun (bagian lunak pada tengkorak kepala)
  • muntah
  • lemas
  • tidak mau makan
  • menangis dengan suara yang melengking

tips mencegah kepala anak terbentur

Tips menghindari kepala anak terbentur

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu menjaga bayi dan balita dari bahaya.

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
  • Pasang dan amankan dengan gerbang bayi di bagian atas dan bawah tangga.
  • Perhatikan area basah di lantai keras (terutama di sekitar permukaan kolam renang dan kamar mandi).
  • Pasang tikar anti-selip di bak mandi dan karpet di lantai kamar mandi.
  • Perabot yang kuat di dinding.
  • Jauhkan anak-anak dari hal-hal berbahaya untuk didaki.
  • Jangan duduk atau meninggalkan bayi di atas meja.
  • Hindari menggunakan baby walker.
  • Perhatikan agar si kecil tidak tersandung.
  • Berhati-hatilah di taman bermain yang tidak memiliki permukaan yang lebih lembut.

Semoga informasi ini bermanfaat.

***

Referensi: Heallthline, Science Daily, Kompas

Baca juga

Kepala anak terbentur, mungkinkah gegar otak? Ini yang perlu orangtua waspadai!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Afifah

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kepala anak terbentur, ini hal yang perlu Parents tahu dan waspadai
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti