400.000 Lebih Angka Kehamilan Meningkat Saat Pandemi Corona, Ini Alasannya

400.000 Lebih Angka Kehamilan Meningkat Saat Pandemi Corona, Ini Alasannya

Apa yang sebabkan angka kehamilan meningkat tajam sejak pandemi Corona?

Pandemi COVID-19 membuat banyak aktivitas keseharian menjadi berubah karena adanya protokol untuk #DiRumahAja. Di balik pandemi yang masih terjadi, rupanya muncul fenomena menarik mengenai angka kehamilan. Berdasarkan data, angka kehamilan saat COVID-19 ini meningkat pesat.

Di masa swakarantina ini, Parents juga mungkin mendengar kabar beberapa public figure yang mengabarkan kehamilannya. Kabar dari beberapa selebriti tersebut nyatanya hanya segelintir dari kondisi kehamilan yang terjadi sejak pandemi berlangsung.

Kehamilan saat COVID-19

Kehamilan saat COVID-19

Sejak pandemi, angka kehamilan di Indonesia diketahui meningkat cukup pesat karena sulitnya akses alat kontrasepsi.

Kenaikan angka kehamilan saat pandemi ini rupanya dibenarkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Berdasarkan data, ada lebih dari sekitar 400.000 kehamilan yang tak direncanakan.

Apa yang menjadi penyebabnya?

Terkait dengan hal ini, tidak menggunakan kondom dikatakan menjadi salah satu penyebabnya. Hal ini diungkapkan oleh Hasto Wardoyo, kepala BKKBN. “Saya kira banyak orang tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam keadaan ini,” imbuhnya.

Bukan tanpa alasan, banyaknya klinik kesehatan dan kandungan yang tutup, membuat masyarakat lebih sulit mendapatkan akses terhadap alat kontrasepsi. Hal ini tentunya bisa berimbas juga pada angka kelahiran di tahun depan yang juga akan meningkat pesat.

Artikel Terkait : Sering tak terdeteksi, ini gejala Corona hari ke-1 sampai ke-17, wajib tahu!

Angka kelahiran turut meningkat di tahun mendatang

400.000 Lebih Angka Kehamilan Meningkat Saat Pandemi Corona, Ini Alasannya

Di samping angka kehamilan, angka kelahiran juga akan meningkat pada tahun selanjutnya berdasarkan proyeksi pemerintah.

Dari peningkatan angka kehamilan tersebut, diproyeksikan bahwa angka kelahiran pun angka meningkat pesat di tahun depan. Berdasarkan pertambahan angka kehamilan, diperkirakan akan ada lebih dari 420.000 bayi yang akan lahir. Perkiraan tersebut berdasarkan pada data sebanyak 10% dari 28 juta keluarga Indonesia yang sulit untuk mengontrol kelahiran.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik sendiri, pada 2020 ini peningkatan jumlah penduduk ini diproyeksikan meningkat sebanyak 271.066.000 jiwa. Artinya, ada sekitar pertambahan 4,8 juta kelahiran baru di Indonesia. Di sisi lain, negara kita pun masih dihadapkan dengan kasus kematian ibu dan bayi serta kondisi beban gizi ganda.

Artikel Terkait : Tidak menerapkan lockdown, ini 7 kebijakan pemerintah mencegah penyebaran Corona di Indonesia

Langkah pemerintah untuk menyikapi

400.000 Lebih Angka Kehamilan Meningkat Saat Pandemi Corona, Ini Alasannya

Saat kondisi pandemi dianggap bukanlah saat yang tepat untuk merencanakan kehamilan pada setiap pasangan.

Terkait dengan hal ini, kepala BKKBN merekomendasikan masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi di tengah pandemi seperti saat ini. Menurutnya, di kondisi seperti saat ini bukanlah waktu yang efektif untuk merencanakan kehamilan.

Jika Anda berencana hamil, sekarang bukan waktu yang tepat. Tolong gunakan alat kontrasepsi,” kata Wardoyo kembali.

Untuk menyikapi hal ini, BKKBN pun akhirnya memberikan alat-alat kontrasepsi, berupa IUD dan sebagainya ke rumah-rumah. Di Indonesia sendiri, sekitar 95% pengguna kontrasepsi ternyata adalah perempuan, sementara hanya segelintir laki-laki yang mau menggunakan alat kontrasepsi berupa kondom.

Artikel Terkait : Jadwal mudik lebaran 2020 akan diganti, ini kebijakan pemerintah untuk masyarakat

Apakah memang tidak disarankan untuk melakukan program kehamilan?

400.000 Lebih Angka Kehamilan Meningkat Saat Pandemi Corona, Ini Alasannya

Merencanakan kehamilan di tengah pandemi memang lebih rentan terjadi sehingga pasangan hendaknya memikirkan ulang secara bijak.

Menurut dr. Dinda Derdameisya, SpOG menjalani kehamilan di tengah pandemi memang lebih berisiko dan lebih berhati-hati ketika hendak konsultasi. Untuk kehamilan yang sebelumnya tidak direncanakan, dr. Dinda menyarankan agar Bunda sebaiknya memastikan kesehatan bayi.

Kita hendaknya memastikan kehamilannya tersebut ada di dalam atau di luar kandungan. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk mengonsultasikannya sekali, kemudian pemeriksaan setelahnya hendaknya ditunda.

Di sisi lain, bila kehamilan sudah memasuki trimester kedua, dokter memperbolehkan untuk tidak melakukan kontrol kehamilan terlebih dahulu. Hal ini karena kehamilan di trimester kedua bisa dibilang cukup aman.

Namun, kembali lagi memang di tengah pandemi ini hendaknya kita bisa lebih bijak dalam merencanakan kehamilan mengingat situasi fasilitas kesehatan pun kini masih cukup rentan. Nah Parents seperti yang dikatakan Kepala BKKBN, alangkah baiknya bila memang ingin menunda kehamilan, gunakan alat kontrasepsi yang tepat saat berhubungan.

Semoga informasi di atas bisa bermanfaat untuk Parents.

Baca Juga :

Sebentar lagi melahirkan, 6 selebriti ungkapkan curahan hati di tengah pandemi

 

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner