TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Bertambah Lagi! Kemenkes Temukan 3 Kasus Lumpuh Layu Akibat Virus Polio

Bacaan 4 menit
Bertambah Lagi! Kemenkes Temukan 3 Kasus Lumpuh Layu Akibat Virus Polio

Sebagai upaya pencegahan, imunisasi polio serentak akan dilaksanakan mulai bulan ini. Cek selengkapnya, Parents!

Belum lama ini, kasus positif polio terjadi pada seorang anak 6 tahun asal Klaten. Tidak lama setelah itu, Kemenkes pun melaporkan bahwa ternyata ada total 3 kasus lumpuh layu akibat virus polio yang terjadi. Parents dihimbau untuk waspada terkait peristiwa ini. 

Artikel Terkait: Satu Anak Positif Jadi KLB Polio di Klaten, Waspadai Gejalanya pada Anak!

Kemenkes Temukan 3 Kasus Lumpuh Layu Akibat Virus Polio

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemenkes, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementrian Kesehatan RI mendapat laporan ditemukannya 3 kasus penyakit lumpuh layu akut akut yang disebabkan oleh Virus Polio Tipe 2. 

Adapun 2 kasus ditemukan di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur pada November 2023, sementara 1 kasus lainnya ditemukan di Jawa Timur pada 4 Januari 2024. 

Kasus pertama dialami oleh anak perempuan berusia 6 tahun asal Jawa Tengah berinisial NH. Ia mengalami lumpuh layu akut pada 20 November 2023. 

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dokter Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan, NH mengalami lumpuh akut akibat imunisasi polio yang tidak lengkap. Lebih tepatnya, NH diberikan imunisasi polio tetes (OPV) hanya 2 kali. 

Bertambah Lagi! Kemenkes Temukan 3 Kasus Lumpuh Layu Akibat Virus Polio

Sementara itu, kasus lumpuh layu akut kedua dialami oleh anak laki-laki 1 tahun 11 bulan asal Jawa Timur berinisial MAF pada November 2023. 

MAF diketahui sudah mendapatkan imunisasi lengkap. Namun, hasil pemeriksaan mengatakan bahwa ia mengalami malnutrisi. 

Selanjutnya, kasus ketiga dialami oleh anak laki-laki 3 tahun 1 bulan berinisial MAM asal Jawa Timur. Awalnya, MAM mengalami lumpuh pada 6 Desember 2023 dengan riwayat imunisasi polio tetes 4 kali dan polio suntik (IPV) 1 kali. 

Ia dirawat dan pemeriksaan pun dilakukan. Hasilnya diumumkan pada 4 Januari 2024 dan dia dinyatakan positif virus polio tipe 2. 

Artikel Terkait: Vaksin Polio Tetes (OPV): Dosis, Jadwal Pemberian, Efek Samping, dan Bedanya dengan IPV

Faktor Risiko Penularan yang Perlu Diwaspadai

Kasus lumpuh layu

Bagi Parents yang belum tahu, lumpuh layu atau Acute Flaccid Paralysis merupakan kondisi tubuh bagian tertentu seperti pada otot pernapasan atau kaki dan tangan yang mengalami kelumpuhan. 

Ini adalah salah satu gejala polio yang bisa terjadi pada anak di bawah usia 15 tahun, terutama mereka yang tidak mendapat vaksinasi polio lengkap.

Pasalnya, virus polio akan lebih mudah masuk pada tubuh anak yang tidak divaksinasi lengkap, kemudian berkembang biak secara lebih cepat dan menyerang sistem saraf sehingga sebabkan kelumpuhan. 

Selain imunisasi polio yang tidak lengkap, penularan polio juga bisa dari akibat kebersihan lingkungan dan pola hidup yang kurang baik. 

“Beberapa faktor risiko terjadinya penularan virus polio adalah rendahnya cakupan imunisasi polio, serta kondisi kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih yang kurang baik,” jelas dr. Maxi. 

Upaya Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Bertambah Lagi! Kemenkes Temukan 3 Kasus Lumpuh Layu Akibat Virus Polio

Dengan adanya 3 kasus lumpuh layu akibat virus polio ini, Kemenkes juga menghimbau para orang tua untuk berperan aktif melakukan upaya pencegahan.

Salah satunya adalah memastikan anak memperoleh imunisasi rutin polio lengkap sesuai usia, yakni 4 kali polio tetes dan 2 kali polio suntik sebelum si kecil berusia 1 tahun.

Tidak hanya itu, pemerintah juga kini akan menggelar imunisasi polio serentak pada 15 Januari 2024 untuk daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Seluruh anak usia 0-7 tahun di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur serta di Kabupaten Sleman Provinsi DIY akan dipastikan memperoleh 2 dosis imunisasi polio tetes tambahan pada kegiatan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN). 

Menurut keterangan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jawa Tengah Irma Makiah, Sub PIN Polio akan diberikan melalui oral (mulut).

“Imunisasi akan menggunakan jenis vaksin noval Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2),” jelas Irma dikutip dari laman Liputan 6.

Masyarakat pun bisa memperoleh imunisasi di Puskesmas, Posyandu, TK/PAUD, SD/MI, serta Pos Imunisasi lain yang tersedia. 

Selain imunisasi, hal yang bisa diterapkan juga adalah perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk Buang Air Besar di jamban dengan septic tank dan cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Serta, jika menemukan anak di bawah usia 15 tahun dengan gejala lumpuh layu mendadak, maka segera juga lapor ke petugas kesehatan atau Puskesmas terdekat.

“Jadi, jangan panik. Namun, tetap harus melakukan upaya pencegahan. Imunisasi dasar lengkap untuk mencegah polio juga disediakan Pemerintah dan gratis,” pungkas Irma. 

Artikel Terkait: Pentingnya Vaksin IPV untuk Anak, Cegah Kelumpuhan Akibat Virus Polio

Parents, itulah berita seputar 3 kasus lumpuh layu akibat virus polio beserta upaya pencegahan yang bisa dilakukan. Jangan lupa untuk memberikan si kecil imunisasi lengkap agar hal ini bisa dicegah sejak dini, ya. 

Semoga bermanfaat!

***

Baca Juga:

Stok Obat Kosong dan Terlambat dibawa ke RS, Balita 2 Tahun Meninggal Dunia

"Jajan Sembarangan saat Hamil, Bayiku masuk NICU setelah Lahir," Sesal seorang Ibu

Miris, Bayi 3 Bulan Meninggal Tertindih sang Ibu saat Sedang Menyusu

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Bertambah Lagi! Kemenkes Temukan 3 Kasus Lumpuh Layu Akibat Virus Polio
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti