Singapura Temukan Dua Kasus COVID-19 Omicron, Siapa Mereka dan Apa Gejalanya?

Mereka telah diisolasi & dinyatakan belum berinteraksi dengan masyarakat lainnya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

COVID-19 varian Omicron dikabarkan sudah tiba di negeri tetangga Singapura. Melansir dari Channel News Asia, dua orang penumpang maskapai Singapore Airlines (SIA) dari Afrika Selatan dinyatakan positif terjangkit COVID-19 Omicron. Siapa dua kasus covid Omicron di Singapura itu?

Hal ini disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Singapura dalam keterangan resmi, Kamis 2 Desember 2021. Saat ini, menurut Kementerian Kesehatan, kedua pasien telah dikarantina sejak kedatangan mereka pada 1 Desember lalu. 

Kemenkes Singapura pun menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada bukti telah terjadi penularan pada masyarakat.

“Keduanya sudah diisolasi setibanya di Singapura pada 1 Desember, dan belum berinteraksi dengan masyarakat lainnya,” sebut pihak kementerian.

Artikel terkait: Lebih Menular, Varian Baru COVID-19 Virus Omicron Diprediksi Picu Gelombang Ketiga

Gejala COVID-19 Omicron

Kedua pasien merasakan gejala batuk ringan dan tenggorokan gatal.

Kementerian Kesehatan Singapura, dalam keterangannya, menyebut sejumlah gejala yang dirasakan kedua pasien tersebut.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Dua orang pasien asal Afrika Selatan yang ternyata sudah divaksin COVID-19 itu, mengalami gejala batuk ringan dan tenggorokan gatal. Saat ini, keduanya menjalani perawatan di bangsal isolasi pusat pengendalian penyakit infeksius atau National Centre for Infectious Disease (NCID) Singapura.

Artikel terkait: Waspada Varian COVID-19 Omicron di Indonesia, 2022 Bakal Sulit Diprediksi

Siapa Dua Kasus COVID Omicron di Singapura?

Kedua pasien kasus COVID-19 Omicron tiba di Singapura pada Rabu, 1 Desember 2021, dengan menaiki penerbangan Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ479 dari Johannesburg, Afrika Selatan.

Pasien pertama, atau disebut Kasus 271478, adalah seorang pria warga negara Singapura permanen berusia 44 tahun. Ia datang dari Mozambique, dengan pesawat yang transit di Johannesburg. Pada saat menjalani tes COVID-19 di Mozambique pada 29 November 2021, dirinya dinyatakan negatif.

Pasien kedua, atau disebut Kasus 271598, adalah seorang wanita warga negara Singapura yang tiba dari Afrika Selatan. Tes COVID-19 yang ia jalani sebelum keberangkatan di Johannesburg, pada 29 November, menunjukkan hasil negatif.

Artikel terkait: Ini Langkah Pemerintah Cegah Penyebaran Virus Omicron di Indonesia Tanpa Lockdown

Terdeteksi Terjangkit Varian Omicron lewat PCR

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Kedua pasien dinyatakan terinfeksi varian Omicron setelah melakukan tes PCR.

Setibanya di Singapura, mereka menjalani tes polymerase chain reaction (PCR). Segera setelah diketahui adanya Omicron di tubuh mereka, keduanya langsung diisolasi di NCID.

“Hasil PCR mereka mengungkap adanya gen S Target Failure yang dapat diasosiasikan dengan varian Omicron. Laboratorium Kesehatan Umum Nasional tengah melakukan genome sequencing secara menyeluruh untuk memastikan kehadiran varian tersebut,” tutur Kementerian Kesehatan.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Sejak 27 November pukul 23.59 waktu setempat, semua pemegang visa jangka panjang maupun visa kunjungan jangka pendek dengan riwayat kunjungan ke Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambique, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe dalam kurun waktu 14 hari terakhir, tidak diperkenankan masuk maupun transit di Singapura.

Contact Tracing untuk Cegah Penularan Kasus COVID Omicron di Singapura

Saat ini pihak Kementerian Kesehatan Singapura masih terus melakukan contact tracing untuk memeriksa kemungkinan virus ini sudah menular kepada orang-orang yang kontak dengan dua pasien tersebut. Sementara itu, 19 penumpang lain yang ada di dalam penerbangan bersama kedua pasien, sudah dinyatakan negatif COVID-19.

Baca juga:

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Waspada! Penggunaan Masker Katup Bisa Picu Penularan Varian Covid-19 Omicron

Lethologica atau Lupa Kata-kata, Salah Satu Efek Samping Covid-19

Benarkah 80 Persen Masyarakat Indonesia sudah Alami Infeksi Varian Delta?

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan