Terkena penyakit langka, begini perjuangan balita 22 bulan agar sembuh

Sarkoma pada anak adalah kanker ganas yang cukup langka, seperti yang dialami bayi malang ini sejak usianya 4 bulan. Ketahui gejalanya sejak dini!

Semua orangtua pasti ingin bayinya tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya. Namun seorang bayi perempuan yang malang bernama Tran Bao Tram didiagnosis mengalami Sarkoma atau tumor jaringan lunak yang ganas di usia 4 bulan.

Untuk menyembuhkan putri mereka satu-satunya, orangtua bayi perempuan itu mencoba pergi ke 12 rumah sakit yang berbeda untuk mencari pengobatan. Sayangnya, tidak ada yang bisa membantu, karena Sarkoma pada anak-anak adalah hal yang sangat langka.

Namun ketika keluarga mendengar bahwa ada rumah sakit di Singapura yang bersedia membantu, mereka menjual semua harta, dan mereka sekeluarga pergi ke KK Women's and Children's Hospital di Singapura.

Di usia 22 bulan sekarang ini, si kecil Bao kini tengah menjalani sesi kemoterapi kelima. Dengan tumornya yang makin besar setiap harinya, ia bertarung dengan waktu untuk menyelamatkan mata kanannya.  

Sarkoma pada anak: Rhabdomyosarcoma

Seperti disebutkan sebelumnya, kasus kanker jenis ini termasuk jarang dan langka. Menurut penelitian, sekitar 850 hingga 900 anak dan remaja didiagnosis setiap tahun dengan rhabdomyosarcoma. Ini adalah jenis Sarkoma yang sama dengan bayi Bao.

Sarkoma sendiri adalah kanker ganas dari jaringan lunak (seperti otot), jaringan ikat (seperti tendon atau tulang rawan), serta tulang. Dipercaya bahwa kondisi genetik tertentu, serta berat lahir yang tinggi dapat meningkatkan risiko Sarkoma pada anak-anak. Tetapi dalam banyak kasus, penyebabnya tidak bisa diketahui.

Rhabdomyosarcoma dapat terjadi di mana saja di dalam tubuh. Namun menurut American Society of Clinical Oncology, sekitar 40 persen anak-anak mengalami sarkoma pada kepala, leher, terutama di dekat rongga mata. Bagian tubuh lain yang juga rentan terkena sarkoma, termasuk organ kemih atau reproduksi, lengan atau kaki, badan, paru-paru bagian dalam, serta di daerah panggul dan perineum.

Gejala Sarkoma pada anak-anak

Sarkoma pada anak-anak tidak selalu mudah untuk didiagnosis. Kecuali ada tanda atau gejala yang jelas, profesional medis seringkali salah mendiagnosa penyakit ini dengan kondisi kesehatan lain yang tidak terkait dengan kanker. Tes diagnostik dan biopsi biasanya diperlukan untuk mendeteksi dan mendiagnosis rhabdomyosarcoma pada masa kanak-kanak.

Gejala yang ditunjukkan sangat bergantung pada lokasi kanker yang terbentuk. Laporkan pada dokter anak jika si kecil memiliki salah satu dari hal berikut:

  • Benjolan atau bengkak yang terus membesar dan tidak hilang. Bagian ini mungkin akan terasa sakit.
  • Mata seperti melotot.
  • Sakit kepala.
  • Sulit buang air kecil atau buang air besar.
  • Terdapat darah dalam urin.
  • Terjadi perdarahan di hidung, tenggorokan, vagina, atau dubur.
  • Si kecil mungkin juga mengalami batuk kronis, nyeri tulang, pembesaran kelenjar getah bening, kelemahan, atau penurunan berat badan.

Namun, rhabdomyosarcoma biasanya terjadi di area yang terlihat. Dokter mampu mendiagnosis kondisi si kecil Bao sejak awal karena hal ini.

Artikel terkait: Kenali Gejala Kanker Pada Anak

Pengobatan Sarkoma pada anak

Pengobatan dan perawatan umum untuk sarkoma pada anak-anak adalah operasi, diikuti dengan kemoterapi dan mungkin terapi radiasi untuk membunuh sel kanker yang tersisa.

Meskipun dalam banyak pengobatan yang berhasil, masih ada kemungkinan bahwa kanker ini bisa  kambuh. Jika pengobatan gagal, maka ada kemungkinan besar bahwa itu akan menjadi kanker stadium lanjut atau stadium akhir.

Seperti diketahui, meskipun Bao sudah melalui kemoterapi kelima, jalannya untuk penyembuhan masih sangat panjang dan membutuhkan biaya yang sangat besar

Pengobatan kanker pada anak memang sangat besar, termasuk sarkoma. Karena itu, perhatikan selalu gejala-gejala yang mencurigakan pada anak Anda. Pencegahan atau pengobatan sedini mungkin bisa membantu mengurangi bahaya dan risiko kanker pada anak.

Semoga bayi Bao bisa sembuh dan kembali bermain seperti anak-anak lainnya, ya!

 

Disadur dari artikel Rosanna Chio di theAsianparent Singapura
Baca juga: 

id.theasianparent.com/15-gejala-kanker-pada-anak-yang-sering-dianggap-sepele/