Kabar Kanker Bukan Penyakit adalah Hoax, Ini Penjelasannya

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Redaksi The Asianparent Indonesia membedah satu persatu fakta di balik informasi tentang pesan WhatsApp yang beredar soal kanker bukan penyakit.

Ponsel pintar yang kini digenggam banyak orang tak menjamin bahwa pemegangnya memang pintar memanfaatkannya. Terbukti, setelah beredar kabar hoax bahwa vaksin HPV dapat memicu monopause dini, kini beredar lagi kabar hoax soal kanker bukan penyakit.

Pesan yang banyak beredar lewat whatsapp itu cukup membuat banyak tenaga medis dan orang lainnya gerah, pasalnya, hal yang disampaikan sudah menyangkut nyawa orang lain. Bahkan, dalam pesan berantai tersebut, pasien kanker diminta untuk berhenti mengonsumsi obat dan kemoterapi.

Berikut kabar hoax seputar kanker yang beredar dan sempat dibahas laman Blog dokter adalah.

Artikel di News Resque sempat menjadi viral di media sosial. Judulnya memang menghentak dan mengejutkan publik. Di sana tertulis “A Secret Has Been Uncovered: Cancer Is Not A Disease But Business!”.

Pada kata pembukaan artikel itu langsung ditulis kata yang menohok pula: The word called cancer is a lie… (Kata yang disebut kanker adalah sebuah kebohongan)

Baiklah, untuk selanjutnya, berikut ini disajikan terjemahan dari artikel tersebut yang ditulis di News Rescue:

Anda mungkin tidak percaya ini, tapi kanker bukanlah penyakit; itu adalah bisnis.

(Istilah) kanker telah menyebar luas; dan telah mempengaruhi tua, muda, bayi dan semua orang.

Membagikan artikel bagus ini akan mengekspos banyak pihak yang selama ini secara tersembunyi memanipulasi fakta mengenai kanker dan tentu saja artikel ini bakal mengganggu kenyamanan mereka.

Apakah Anda tahu bahwa buku Dunia Tanpa Kanker (World Without Cancer) hingga sekarang dicegah (oleh tangan-tangan tersembunyi) dari upaya penerjemahan ke banyak bahasa dunia?

Ketahuilah: Tidak ada penyakit yang disebut kanker. Kanker timbul hanya karena terjadinya kekurangan vitamin B17. Tidak ada penyebab lainnya.

Hindarilah kemoterapi, operasi, atau mengonsumsi obat-obatan yang kenyataannya memiliki efek samping yang besar.

Anda tentu ingat bahwa di masa lalu, banyak pelaut kehilangan nyawa mereka karena penyakit kudis; yakni penyakit yang juga telah merenggut banyak orang juga. Dan sejumlah pihak mendapat keuntungan besar dari situasi itu. Belakangan ditemukan dan diketahui bahwa penyakit kudis itu hanyalah akibat dari kekurangan vitamin C. Artinya, kudis bukanlah penyakit.

Kanker juga seperti itu! Para penjajah dan musuh kemanusiaan itu mendirikan industri kanker dan membuatnya menjadi ladang bisnis. Dari usaha itu, mereka mendapatkan penghasilan dalam jumlah sangat besar.

Industri kanker berkembang setelah Perang Dunia II. Untuk melawan kanker, semua penderita langsung diarahkan untuk berobat ke pemilik industri kanker itu.

Senyatanya, pencegahan dan penyembuhan kanker bisa diperoleh hanya dengan cara berikut ini:

Mereka yang menderita kanker pertama-tama harus memahami apa itu kanker. Jangan panik! Anda harus menyelidiki dan mendalami kondisi yang Anda alami.

Berkaca pada kasus jaman dulu, maka saat ini tidak ada orang yang mati gara-gara penyakit yang disebut kudis. Tidak kan, iya. Sebab (penyakit) itu akan sembuh.

Ketahulah, bahwa kanker hanyalah kekurangan vitamin B17. Maka, dengan makan 15 sampai 20 biji buah aprikot setiap hari sudah cukup untuk Anda.

Makanlah kecambah gandum. Kecambah gandum adalah obat anti-kanker yang ajaib. Kecambah gandum merupakan sumber makanan yang kaya oksigen cair dan mengandung materi anti-kanker yang sangat kuat bernama laetrile. Laetrile juga ada di dalam biji buah apel dan merupakan bentuk ekstraksi dari vitamin B17 (amygdalin).

Industri obat Amerika telah membuat aturan hukum yang melarang produksi laetrile. Obat ini pun kemudian diproduksi di Meksiko untuk tujuan diselundupkan ke Amerika Serikat.

Dr Harold W. Manner, dalam buku “Death of Cancer” telah menyatakan bahwa keberhasilan pengobatan kanker dengan laetrile mencapai tingkat kesuksesan di atas 90%.

Sumber amygdalin (Vitamin B17)

Makanan yang mengandung vitamin B17 antara lain adalah:

– Inti atau biji buah-buahan. Biji buah-buahan merupakan sumber dari vitamin B17 tertinggi di alam. Termasuk di dalamnya adalah biji buah apel, aprikot, peach, pir, dan prune (plum kering).

– Kacang-kacangan dan jagung (biji-bijian), yang di dalamnya meliputi kacang, lentil kecambah (lentil bud), kacang lima dan kacang tanah.

– Kernels: Bitter Almond (sumber terkaya vitamin B-17 di alam) dan almond India.

– Mulberries: Hampir semua mulberry seperti murbei hitam, blueberry, raspberry dan strawberry.

– Biji-bijian seperti wijen dan biji rami (benih linen / biji rami).

– Menir gandum, barley, beras merah, menir blok gandum, biji rami, millet dan gandum hitam.

– Vitamin B17 juga ditemukan dalam biji-bijian dan biji buah aprikot, ragi, beras kasar (beras sawah) dan manisan labu.

Berikut ini daftar buah-buahan anti-kanker

Aprikot (kernel / biji)
Biji dari buah-buahan lainnya seperti apel, ceri, persik, plum, plum, pir
Kacang lima
Kacang fava
Wheatgrass
Kacang almond
Raspberi
Elderberry
Stroberi
Blackberry
Bluberi
Soba
Sorghum
Jelai
Jewawut
Kacang mete
Kacang macadamia
Tauge
Semuanya adalah sumber tertinggi dari vitamin B17 yang bisa diserap.

Menelan secara tidak sengaja cairan pencuci piring (yang digunakan di dapur) dan pencuci tangan cair (digunakan di kamar kecil) bisa menjadi faktor penyebab kanker utama. Dengan demikian, batasi penggunaannya.

Anda pasti akan mengatakan bahwa kita tidak mungkin makan cairan pencuci. Namun faktanya banyak dari Anda yang sehari-hari mencuci tangan dengan sabun tangan cair dan mencuci piring dengan cairan pencuci piring.

Cairan yang terserap tidak akan pernah hilang meski kita sudah mencuci piring. Ketika memasak atau makan makanan, sabun yang ada di piring atau hidangan akan melekat saat makanan dipanaskan dan akhirnya tercampurlah cairan pencuci piring dengan makanan kita. Bahkan jika Anda bilas ratusan kali piring itu, usaha tersebut tidak ada gunanya.

Solusinya bagaimana? Tuangkan setengah bagian dari cairan pencuci piring dan pencuci tangan dengan setengah bagian cuka. Itu adalah solusi sederhana.

Yang jelas, dengan mencegah salah satu penyebab timbulnya kanker, maka Anda telah menyelamatkan keluarga dari bahaya kanker ini.

Demikian juga, berhentilah mencuci sayuran dengan cairan pencuci piring meski hanya setetes. Sebab, seberapa banyak pun Anda membilasnya, bahan kimia yang sudah memasuki jaringan sayuran tidak akan bisa dibilas.

Sebaliknya, rendam buah-buahan dan sayuran dengan garam dan kemudian bilas dengan air bersih. Agar tetap segar, tambahkan cuka.

Silakan berbagi posting ini dengan orang lain sehingga mereka juga bisa mendapatkan manfaat dari informasi ini.

Sebenarnya hoax ini telah dijawab oleh seorang dokter yang dulu ikut menjawab soal Hoax mengenai vaksin CMV, Fabiola Stella. Saat ini Fabiola sedang menjadi peserta pendidikan spesialis penyakit dalam di Marienstift Evangelisches Krankenhaus Jerman.

Berikut postingannya:

Namun, barangkali, orang yang menyebarkan kabar tersebut meyakini bahwa hoax tersebut adalah kebenaran yang nyata dan bagian dari konspirasi dunia. Sebelum Anda meyakini hal tersebut, redaksi The Asian Parent Indonesia akan membedah satu persatu isi pesan tersebut.

Berikut temuan redaksi kami:

1. Sumber Tulisan

Dalam pesan WhatsApp yang beredar, disebutkan bahwa sumber informasi soal kanker tersebut berasal dari sebuah laman News Rescue. Setelah kami cek, laman newsrescue.com memang benar-benar ada.

Kemudian, kami melakukan pencarian tentang artikel yang dimaksud. Artikel itu berjudul A Secret Has Been Uncovered: Cancer Is Not A Disease But Business (Rahasia telah terungkap: Kanker bukanlah penyakit, tapi bisnis).

Artikel tersebut ditulis persis seperti terjemahan yang disebar di WhatsApp dengan sedikit modifikasi pada pembukaan.

Namun, jika kita menggeser ke bawah, maka kita akan menemukan bahwa sumber dari artikel tersebut adalah sebuah laman asal India yang mempromosikan gaya hidup sehat, urbanatural.in. Mereka menggunakan judul Cancer is Not a Diseases atau Kanker bukanlah penyakit.

Laman Urban Natural menulis persis seperti News Rescue. Bedanya ada pada sumber. Laman yang menjadi rujukan News Rescue ini mencantumkan pada artikelnya bahwa informasi seputar kanker tersebut bersumber dari... WhatsApp.

Jadi, sederhananya, hoax kanker yang beredar di WhatsApp ini berasal dari pesan WhatsApp itu sendiri.

2. Vitamin B 17

Di dalam Web MD disebutkan bahwa nama lain Vitamin B 17 ini adalah Amygdalin. Amgdalin adalah zat kimia yang terdapat dari buah Apukat (Alpukat) yang dipercaya dapat mengobati kanker.

Kabar yang beredar mengatakan bahwa Amygdalin yang dikonsumsi lewat mulut maupun suntikan tersebut akan membuat sel kanker bereaksi dengan mengubahnya menjadi sianida.

Sianida tersebut konon hanya akan berdampak pada tumor di dalam tubuh.

Kebenarannya adalah, Amygdalin memang dapat mengubah zat perut menjadi sianida. Namun, sianida tersebut akan tersebar ke seluruh tubuh dan justru akan meracuni tubuh hingga menyebabkan kematian.

Bukannya sembuh, hal yang disebut dengan vitamin B 17 ini justru akan sebabkan kematian.

3. Biji-bijian dapat melenyapkan kanker

Benar bahwa beberapa biji-bijian memang dapat mencegah kanker. Tapi tidak serta merta membuat biji-bijian tersebut adalah penyembuh satu-satunya kanker.

Kanker bisa ditangani dengan cara organik menggunakan bahan-bahan dari alam, kemoterapi, dan obat-obatan dari dokter. Meminta orang untuk menghentikan sepenuhnya kemoterapi dan obat-obatan medis dengan biji-bijian sama saja dengan membunuh orang tersebut pelan-pelan.

Penting bagi kita mengecek ulang informasi yang diterima dari sumber yang tidak jelas. Apalagi jika data yang disajikan tidak cukup menunjang argumentasi medis yang telah ada sebelumnya.

Semoga kelak, orang-orang lebih berhati-hati saat menerima dan menyebar informasi. Jangan sampai, kecerobohan kita menyebabkan orang lain celaka.

 

 

Baca juga:

Simak Penjelasan Dokter Tentang Hoax Vaksin HPV Menyebabkan Menopause Dini

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Berita