Cara Mengatasi Kakek/Nenek yang Suka Pilih Kasih pada Cucu

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Eyang yang suka pilih kasih pada cucu memang sangat menganggu ketenangan batin orang tua. Pelajari cara bijak menghadapinya berikut ini.

Konon, seorang kakek atau nenek akan mencintai cucunya lebih dari ia mencintai anaknya. Namun, kadang sebagai orang tua, kita merasa bahwa orang tua kita adalah eyang yang suka pilih kasih pada cucu.

Umumnya, orang tua akan punya konsep bahwa kakek/nenek akan mencintai cucunya dengan kasih sayang yang sama seperti saat ia mencintai anak-anaknya. Namun, kenyataan memang tak seindah konsepnya.

Psikiater Dr. Karen Philips menyatakan bahwa setidaknya ada 4 alasan mengapa kakek dan nenek suka pilih kasih pada cucunya. Alasan tersebut antara lain:

  • Cucu tersebut berjenis kelamin sesuai dengan yang eyang inginkan
  • Cucu tersebut mengingatkan akan anaknya sendiri saat masih kecil
  • Adanya ketertarikan pada minat maupun bakat dengan cucunya
  • Lebih akrab dengan cucu yang sering bertemu daripada yang jarang bertemu
  • Cucu tersebut adalah anak dari anak kesayangannya

Lakukan langkah ini untuk mengatasi eyang yang suka pilih kasih pada cucu:

1. Memaklumi

Memaklumi tindakan pilih kasih eyang memang sulit. Namun, kita juga harus memaklumi bahwa kita tak bisa mengubah pandangan seseorang, apalagi saat usianya sudah tua.

Jika anak protes, beri pengertian padanya bahwa kakek/nenek memiliki sebab khusus soal hal tersebut dan tindakannya tersebut bukan berarti mereka membencinya. Hanya saja sulit untuk menyayangi seseorang dengan setara.

2. Menyayangi anak lebih dari biasanya

Saat berkumpul bersama keluarga besar, barangkali sifat eyang yang suka pilih kasih pada cucu ini akan lebih kentara. Bahkan, hal itu bisa dirasakan oleh anak-anak yang masih kecil sekalipun.

Saat menghadapi situasi tersebut, berilah perhatian lebih banyak dari biasanya pada anak. Agar anak tak merasa sakit hati karena ia diabaikan oleh orang dewasa sekitarnya.

3. Perhatikan efeknya

Jika sudah jelas bahwa eyang yang suka pilih kasih pada cucu ini berakibat buruk pada anak, maka perhatikan sekitar Anda.

Apakah cucu kesayangan kakek/nenek melakukan bullying pada anak Anda? Jika iya, tak ada salahnya ikut campur dalam mendamaikan hubungan antar cucu dan hubungan antar eyang dan cucunya.

4. Catat saat-saat eyang yang suka pilih kasih pada cucu ini sedang memperlihatkan aksinya

Berdiskusi dengannya tentang moment tersebut memang bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika eyang bukanlah orang yang bisa berkompromi dengan anaknya.

Katakan padanya bahwa anak-anak juga manusia yang sensitif. Bahkan, kepada orang tuanya sendiri pun anak sering menuduh orang tua pilih kasih dan iri dengan saudara kandungnya. Apalagi jika eyangnya jelas-jelas memperlakukannya dengan cara berbeda.

5. Dengarkan alasan kakek/nenek

Bisa jadi alasannya sangat tidak masuk akal, kadang juga ia mengingkari sikap pilih kasihnya. Maka, di sinilah sikap Anda akan diuji.

Orang bebas melakukan apapun, yang menentukan responnya harus seperti apa adalah Anda. Marah pada mereka hanya akan membuat hubungan Anda dengan orang tua maupun mertua makin buruk. Hal ini juga akan berdampak pada cucu.

Baiknya, jadikan ini sebagai ajang untuk melatih anak bersikap lapang dada. Hal ini juga akan mengasah kecerdasan emosionalnya dalam menghadapi situasi-situasi yang tidak dia inginkan.

Ajari ia cara merespon ketidakadilan dengan benar tanpa dendam. Jika ia berhasil melalui ini, ia akan menjadi anak yang bijak saat dewasa nanti.

Referensi: Essential Baby, Our Everyday Life, Grand Parents

Baca juga:

Saat Peraturan di Rumah Berbeda Dengan Aturan Kakek-Nenek

 





Better Parenting