8 Hal yang harus dilakukan jika suami Workaholic (gila kerja)

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Para istri yang punya suami workaholic wajib baca ini. Suami yang gila kerja itu kadang memang sulit berubah dan tak jarang bikin sakit hati.

Lelaki yang rajin bekerja memang mempesona karena artinya ia memikirkan kebutuhan keluarga di atas segalanya. Namun, suami workaholic atau gila kerja biasanya justru tak membuat istri bahagia.

Universitas Carolina Utara mengembangkan studi pada pasangan menikah. Mereka menyatakan bahwa suami workaholic berpotensi lebih besar untuk jadi penyebab terjadinya perceraian.

Agar dapat membuat suami workaholic ini sadar dengan kesalahannya, ini 8 hal yang harus dilakukan:

1. Jangan membantunya

Membantu suami bekerja itu adalah hal yang baik. Tapi membantu suami workaholic bekerja justru akan menenggelamkan dirinya lebih dalam.

Saat ada janji yang terabaikan dan ada rencana keluarga yang batal karena kesibukannya kerja, itu bukan karena pekerjaannya belum selesai sehingga Bunda perlu membantunya. Tapi karena ia memang punya pekerjaan yang tak ada habisnya.

Menyesuaikan jadwal keluarga dengan si gila kerja akan membuatnya merasa bahwa keluarga tak bermasalah dengan kebiasaannya itu. Bahkan, ia akan berpikir bahwa ia bisa bertindak semaunya dan keluarga akan tetap memakluminya.

Menyesuaikan jadwal keluarga dengan jadwal si suami gila kerja hanya akan membuatnya sulit kembali ke hal normal.

2. Cari hobi yang sama

Profesor Bryan Robinson dari Universitas Carolina Utara tersebut memberi saran bagi para pendamping workaholic untuk dapat mencari hobi yang sama. Seorang workaholic selalu punya sesuatu yang dikerjakan sehingga ia merasa akan menyia-nyiakan waktu jika bersantai.

Bunda bisa mengalihkannya untuk cari hobi yang sama, misalnya jogging bareng atau berenang. Namun, jika satu-satunya hobi yang ia suka adalah bekerja, maka Bunda perlu cari cara yang lain.

3. Gunakan kalimat yang lebih positif

Jangan berkata bahwa Bunda benci padanya karena ia mulai sering pulang larut dan selalu sibuk. Tapi katakanlah dengan bahasa yang lebih manis.

Misalnya, bilang padanya bahwa Bunda lebih bahagia jika ia berada di dekat anak-anak, Bunda merindukan saat-saat kalian menghabiskan waktu bersama. Katakan bahwa anak-anak juga rindu pada ayahnya.

Suami workaholic akan makin tenggelam dalam pekerjaannya jika ia pikir istrinya menyebalkan dan kondisi rumah pun kacau. Beberapa orang melarikan rasa stres mereka lewat bekerja.

4. Memahami pekerjaannya

Bunda perlu memahami mengapa pekerjaannya begitu penting untuknya dan kesenangan apa yang didapatnya dari bekerja. Dengan memahaminya, Bunda tidak akan menganggap sepele apa yang ia anggap penting.

Artikel terkait: Ada banyak pekerjaan tak terlihat yang dilakukan oleh ibu rumah tangga yang tak boleh disepelekan.

5. Membuat rencana

Buatlah rencana baku untuk keluarga yang didiskusikan dengannya. Minta ia berjanji untuk tidak membawa alat kerja saat rencana liburan itu sedang dilaksanakan.

6. Memprioritaskan saat-saat penting

Jangan sampai suami workaholic ini lupa bahwa ulang tahun anaknya, ulang tahun pernikahan, wisuda anak, dan peristiwa penting lainnya jadi terlewatkan karena bekerja.Bunda perlu membuat rencana jangka panjang soal peringatan hari penting itu dan minta ia mencatatnya dalam kalender email yang disertai dengan alarm di ponselnya.

Sekali pun ada teknologi canggih yang bisa dimanfaatkan, Bunda tetap harus mengingatkannya terus menerus. Kalau pelu, Anda menungguinya bekerja agar ia sadar bahwa Anda sangat mengharapkan kehadirannya di saat-saat seperti itu.

7. Fokus pada diri sendiri

Anda tak bisa mengubah orang lain sekalipun ia berjanji bahwa dirinya akan berubah. Fokus dengan kebahagiaan diri sendiri dan jadilah seorang yang tak bergantung pada orang lain.

Biarkan ia menyadari sendiri bahayanya kebiasaan gila kerja itu pada pernikahan Anda. Katakan pada diri sendiri, “jika dia memutuskan untuk gila kerja, kenapa saya juga ikut jadi gila?”

8. Terapi

Gunakan jasa terapis profesional untuk membantunya keluar dari kondisi gila kerja itu. Ajak ia ke psikolog agar kualitas hidupnya membaik.

Katakan padanya, adiksi apapun pada sesuatu hasilnya tak akan jadi baik. Jika ia masih ingin mempertahankan pernikahan, maka ada baiknya ia menyesuaikan diri dengan kondisi keluarga.

Jika suami tak pernah ada untuk Anda, rasanya pasti akan kesepian sepanjang hari. Namun, jangan sampai Bunda ikut gila dengan melakukan kesalahan tak termaafkan dalam pernikahan berupa perselingkuhan yang akan membawa penyesalan panjang untuk diri sendiri.

Jangan lupa libatkan anak untuk menyentuh hati ayahnya agar ia tahu bahwa anak-anak membutuhkan sosoknya. Seringlah berkata cinta padanya agar jadi pengingat bahwa selama ini Bunda masih setia menunggunya.

Semoga artikel yang disarikan dari Forbes di atas berguna untuk Anda.

 

Baca juga:

Tips Bagi Ibu yang Bekerja untuk Menyeimbangkan Kehidupan Karir dan Keluarga

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Pernikahan