TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Suami gila kerja? Lakukan 8 hal ini untuk mengimbanginya

Bacaan 4 menit
Suami gila kerja? Lakukan 8 hal ini untuk mengimbanginya

Para istri yang punya suami workaholic wajib baca ini. Suami yang gila kerja itu kadang memang sulit berubah dan tak jarang bikin sakit hati.

Lelaki yang rajin bekerja memang mempesona karena artinya ia memikirkan kebutuhan keluarga di atas segalanya. Namun, suami workaholic atau gila kerja biasanya justru tak membuat istri bahagia.

Universitas Carolina Utara mengembangkan studi pada pasangan menikah. Mereka menyatakan bahwa suami workaholic berpotensi lebih besar untuk jadi penyebab terjadinya perceraian.

Agar dapat membuat suami workaholic ini sadar dengan kesalahannya, ini 8 hal yang harus dilakukan:

suami workaholic

1. Jangan membantunya

Membantu suami bekerja itu adalah hal yang baik. Tapi membantu suami workaholic bekerja justru akan menenggelamkan dirinya lebih dalam.

Saat ada janji yang terabaikan dan ada rencana keluarga yang batal karena kesibukannya kerja, itu bukan karena pekerjaannya belum selesai sehingga Bunda perlu membantunya. Tapi karena ia memang punya pekerjaan yang tak ada habisnya.

Menyesuaikan jadwal keluarga dengan si gila kerja akan membuatnya merasa bahwa keluarga tak bermasalah dengan kebiasaannya itu. Bahkan, ia akan berpikir bahwa ia bisa bertindak semaunya dan keluarga akan tetap memakluminya.

Menyesuaikan jadwal keluarga dengan jadwal si suami gila kerja hanya akan membuatnya sulit kembali ke hal normal.

2. Cari hobi yang sama

Profesor Bryan Robinson dari Universitas Carolina Utara tersebut memberi saran bagi para pendamping workaholic untuk dapat mencari hobi yang sama. Seorang workaholic selalu punya sesuatu yang dikerjakan sehingga ia merasa akan menyia-nyiakan waktu jika bersantai.

Bunda bisa mengalihkannya untuk cari hobi yang sama, misalnya jogging bareng atau berenang. Namun, jika satu-satunya hobi yang ia suka adalah bekerja, maka Bunda perlu cari cara yang lain.

3. Gunakan kalimat yang lebih positif

Jangan berkata bahwa Bunda benci padanya karena ia mulai sering pulang larut dan selalu sibuk. Tapi katakanlah dengan bahasa yang lebih manis.

Misalnya, bilang padanya bahwa Bunda lebih bahagia jika ia berada di dekat anak-anak, Bunda merindukan saat-saat kalian menghabiskan waktu bersama. Katakan bahwa anak-anak juga rindu pada ayahnya.

Suami workaholic akan makin tenggelam dalam pekerjaannya jika ia pikir istrinya menyebalkan dan kondisi rumah pun kacau. Beberapa orang melarikan rasa stres mereka lewat bekerja.

4. Memahami pekerjaannya

Bunda perlu memahami mengapa pekerjaannya begitu penting untuknya dan kesenangan apa yang didapatnya dari bekerja. Dengan memahaminya, Bunda tidak akan menganggap sepele apa yang ia anggap penting.

Artikel terkait: Ada banyak pekerjaan tak terlihat yang dilakukan oleh ibu rumah tangga yang tak boleh disepelekan.

suami workaholic

5. Membuat rencana

Buatlah rencana baku untuk keluarga yang didiskusikan dengannya. Minta ia berjanji untuk tidak membawa alat kerja saat rencana liburan itu sedang dilaksanakan.

6. Memprioritaskan saat-saat penting

Jangan sampai suami workaholic ini lupa bahwa ulang tahun anaknya, ulang tahun pernikahan, wisuda anak, dan peristiwa penting lainnya jadi terlewatkan karena bekerja.Bunda perlu membuat rencana jangka panjang soal peringatan hari penting itu dan minta ia mencatatnya dalam kalender email yang disertai dengan alarm di ponselnya.

Sekali pun ada teknologi canggih yang bisa dimanfaatkan, Bunda tetap harus mengingatkannya terus menerus. Kalau pelu, Anda menungguinya bekerja agar ia sadar bahwa Anda sangat mengharapkan kehadirannya di saat-saat seperti itu.

7. Fokus pada diri sendiri

Anda tak bisa mengubah orang lain sekalipun ia berjanji bahwa dirinya akan berubah. Fokus dengan kebahagiaan diri sendiri dan jadilah seorang yang tak bergantung pada orang lain.

Biarkan ia menyadari sendiri bahayanya kebiasaan gila kerja itu pada pernikahan Anda. Katakan pada diri sendiri, “jika dia memutuskan untuk gila kerja, kenapa saya juga ikut jadi gila?”

suami workaholic

8. Terapi

Gunakan jasa terapis profesional untuk membantunya keluar dari kondisi gila kerja itu. Ajak ia ke psikolog agar kualitas hidupnya membaik.

Katakan padanya, adiksi apapun pada sesuatu hasilnya tak akan jadi baik. Jika ia masih ingin mempertahankan pernikahan, maka ada baiknya ia menyesuaikan diri dengan kondisi keluarga.

Jika suami tak pernah ada untuk Anda, rasanya pasti akan kesepian sepanjang hari. Namun, jangan sampai Bunda ikut gila dengan melakukan kesalahan tak termaafkan dalam pernikahan berupa perselingkuhan yang akan membawa penyesalan panjang untuk diri sendiri.

Jangan lupa libatkan anak untuk menyentuh hati ayahnya agar ia tahu bahwa anak-anak membutuhkan sosoknya. Seringlah berkata cinta padanya agar jadi pengingat bahwa selama ini Bunda masih setia menunggunya.

Semoga artikel yang disarikan dari Forbes di atas berguna untuk Anda.

 

Baca juga:

Tips Bagi Ibu yang Bekerja untuk Menyeimbangkan Kehidupan Karir dan Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Pernikahan
  • /
  • Suami gila kerja? Lakukan 8 hal ini untuk mengimbanginya
Bagikan:
  • Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

    Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

    50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

  • Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

    Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

    50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti