TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Virus japanese encephalitis diduga mewabah di Bali, waspadai gejalanya pada anak

Bacaan 3 menit
Virus japanese encephalitis diduga mewabah di Bali, waspadai gejalanya pada anak

Sejauh ini, pihak Kementerian mengatakan mengatakan sudah ada 979.953 orang telah divaksinasi.

Hati-hati, saat ini  penyakit Japanese Encephalitis sedang mewabah di beberapa negara Asia, salah satunya Indonesia. 

Bahkan, para wisatawan asal Australia yang ingin berkunjung ke Bali telah menerima peringatan tentang hal ini. Pasalnya, diduga terdapat lonjakan kasus penderita penyakit otak yang sangat mematikan dari nyamuk ini di Bali. Seperti yang kita ketahui, Bali merupakan salah satu tempat wisata populer di Asia sehingga banyak dikunjungi wisatawan asing, termasuk Australia.

Seperti dikutip dari Heraldsun.com.au, Kementerian Kesehatan Indonesia juga mengungkapkan bahwa jumlah kasus penyakit ensefalitis Jepang meningkat di Indonesia.

Sementara itu, The European Centre for Disease Prevention and Control (ECDPC) atau Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa juga mengungkapkan bahwa sekarang penyakit ini sudah tersebar luas di Asia. Tak hanya di Indonesia, kasus-kasus lain yang sudah tercatat terjadi di India, Pakistan, Jepang, dan beberapa negara lainnya.

ECDPC juga mengatakan ada sekitar 30-50.000 kasus yang dilaporkan setiap tahun, tetapi telah menurun dalam beberapa tahun terakhir berkat vaksin yang tersebar luas dan perubahan dalam praktik pertanian.

Kemenkes juga mengatakan mereka terus mengawasi penyakit di Bali, Sulawesi Utara dan daerah Manado. Namun, kasus terbanyak ditemukan di Bali.

“Untuk mencegah penyebaran penyakit ini semakin meluas, kami telah menyebarkan vaksinasi di Bali dengan hasil yang cukup baik. Kami melakukan intervensi dengan imunisasi,” kata Direktur Pengawasan dan Karantina Departemen Kesehatan, Vensya Sitohang.

Vaksinasi ini ditujukan untuk anak-anak, mulai dari usia 9 bulan hingga 15 tahun, kelompok usia ini dianggap sebagai risiko infeksi tertinggi.

Sejauh ini, pihak Kementerian mengatakan mengatakan sudah ada 979.953 orang telah divaksinasi.

“Harapannya adalah mencegahnya lebih awal, sehingga tidak menimbulkan risiko yang fatal,” tambah Vensya.

Pada bulan Oktober, Portal Kesehatan Nasional India mengeluarkan peringatan tentang penyakit virus ini.

“Japanese ensefalitis merupakan penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk pada manusia yang menyebabkan peradangan selaput di sekitar otak,” bunyi peringatan 14 Oktober lalu.

Virus ini biasanya ditularkan ke manusia melalui nyamuk tetapi juga bisa dibawa oleh burung, kelelawar, sapi dan babi.

Mengenal lebih jauh penyakit Japanese Encephalitis?

japanese encephalitis

Japanese Encephalitis merupakan penyakit radang otak yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini banyak terjadi di kawasan Asia dan disebarkan oleh nyamuk Culex tritaeniorhynchus.

Manusia bisa tertular penyakit Japanese Encephalitis apabila ia digigit nyamuk Culex yang terinfeksi. Biasanya nyamuk ini lebih aktif ketika malam.

Nyamuk Culex ini banyak terdapat di area persawahan dan irigasi. Di Bali, kasus Japanese Encephalitis cukup tinggi disebabkan banyaknya sawah dan peternakan babi di area tersebut.

Penyakit Japanese Encephalitis biasanya meningkat di kala musim hujan.

Artikel terkait: Ribuan Bayi Baru Lahir di Brazil Mengalami Kerusakan Otak, Diduga Akibat Virus Zika

Gejala penyakit Japanese Encephalitis

Awalnya penyakit ini hanya menimbulkan gejala ringan atau bahkan tidak ada gejala sama sekali. Gejala pertama muncul sekitar 5 – 15 hari setelah seseorang digigit nyamuk Culex yang terinfeksi.

Berikut ini gejala Japanese Encephalitis:

  • demam tinggi
  • menggigil
  • sakit kepala
  • mual
  • lemas
  • muntah
  • kaku pada tengkuk, terutama pada pasien dewasa
  • disorientasi
  • koma (kesadaran menurun)
  • kejang, terutama pada pasien anak-anak
  • lumpuh

Gejala tersebut biasanya membaik setelah fase kritis terlewati. Namun, 20 – 30% pasien yang terserang Japanese Encephalitis mengalami gangguan saraf kognitif.

Karena sebagian besar gejala penyakit ini mirip dengan penyakit umum lainnya, Anda butuh berkonsultasi ke dokter dan melakukan pemeriksaan laboraturium.

Biasanya uji lab bukan hanya dengan mengambil sampel darah melainkan juga pemeriksaan cairan sumsum. 

Penyakit ini tentu saja perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan koma atau kematian – tingkat kematian saat ini pada pasien dengan kasus berat adalah antara 20 dan 30 persen. Dari mereka yang bertahan hidup sekitar 30 persen yang tersisa dengan gangguan neurologis jangka panjang.

 

Sumber : www.news.com.au

 

Baca juga :

Terserang virus Japanese Encephalitis, balita ini mendadak koma dan akhirnya meninggal

 

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Virus japanese encephalitis diduga mewabah di Bali, waspadai gejalanya pada anak
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti