TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Inilah 15 games yang resmi diblokir pemerintah

Bacaan 4 menit
Inilah 15 games yang resmi diblokir pemerintah

Pemerintah akhirnya resmi memblokir games online yang sarat dengan unsur kekerasan. Sayangnya, beberapa masih bisa diakses dengan mudah.

Akhir April 2016 ini, KPAI bersama dengan pemerintah telah mengumumkan 15 games online yang diblokir karena kontennya dianggap berbahaya untuk anak.

Menurut Erlinda, salah seorang komisioner KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), langkah pemblokiran games ini adalah salah satu cara untuk mencegah pengaruh buruk dari games-games online yang mengandung kekerasan.  

Dikutip dari situs resmi KPAI, unsur kekerasan yang ada dalam games-games online tersebut dapat menimbulkan perilaku agresif pada anak.

Erlinda menjelaskan, anak-anak senang sekali mencoba, meniru apa yang dilihatnya. Maka, mereka juga pasti ingin mencoba perilaku atau tindakan yang ada di games, seperti menendang, atau memukul. Pada anak laki-laki, dampak ini akan terlihat jelas.

15 Games yang resmi diblokir pemerintah

games online

Dari 22 games yang diajukan KPAI pada Kominfo, sebanyak 15 games di antaranya telah resmi diblokir. Bentuk pemblokiran ini berupa penutupan akses pada situs-situs games online tersebut. Kelima belas games tersebut adalah:

  1. Atlantica
  2. Bully
  3. Counter Strike
  4. Carmageddon
  5. Call of Duty
  6. Cross Fire
  7. Conflict of Vietnam
  8. Future Cop
  9. Grand Theft Auto
  10. Mortal Kombat
  11. Point Blank
  12. Rising Force
  13. Shelshock
  14. War Rock
  15. World of Warcraft

Artikel terkait: Wanita ini jadi buta sebelah setelah main games di ponsel seharian

Peran aktif orangtua sangat diharapkan untuk mengontrol akses pada games online

games online2

Sebagai orangtua saya penasaran, apa iya, situs-situs ini telah resmi diblokir? 

Saya mencoba untuk mengakses situs resmi “Cross Fire”. Dan ya, situs tersebut masih bisa diakses dengan mudahnya. Games seperti “Bully” pun masih bisa bebas diunduh atau dimainkan. 

Sementara dikutip dari inigames.com, pihak resmi games Atlantica telah menyatakan situs resmi mereka akan mulai ditutup per tanggal 26 Juli 2016.

Artikel terkait: Seru! Permainan board game ini bisa melatih kecerdasan sosial emosional anak

5 Efek negatif games yang perlu diperhatikan orangtua

games online1

Berikut ini beberapa efek negatif games yang sebaiknya diperhatikan oleh orangtua:

1. Masalah kesehatan

Menghabiskan banyak waktu untuk bermain video game daripada melakukan aktivitas fisik dapat mempengaruhi kesehatan anak. Perkembangan kognitif anak mungkin terpengaruh jika dia tidak keluar dan bersosialisasi di dunia nyata.

Selain itu, terus-menerus duduk di satu tempat dan bermain video game dapat meningkatkan kemungkinan obesitas, melemahkan otot, dan persendian. Ini dapat membuat tangan dan jari mereka mati rasa karena aktivitas yang berlebihan.

Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal itu dapat melemahkan penglihatan.

2. Masalah akademik

Kesenangan yang disediakan oleh video game sangat kontras dengan aktivitas sehari-hari di sekolah. Hal ini dapat menyebabkan anak-anak lebih memilih permainan video daripada bersekolah.

Ini dapat mengakibatkan kinerja yang buruk dan mempengaruhi kecerdasan emosional mereka.

3. Paparan nilai yang salah

Banyak video game di pasar mengandung kekerasan yang berlebihan, seksualitas yang berlebihan, kata-kata kotor, rasisme, dan lain sebagainya.

Mereka mungkin mencoba meniru perilaku yang sama seperti yang digambarkan dalam permainan. Arsitektur otak mereka masih berkembang dan mereka tidak akan bisa membedakan mana yang benar dari yang salah.

4. Tidak mau bersosialisasi secara langsung dengan orang-orang

Games dapat membatasi keterampilan interpersonal anak dalam kehidupan nyata. Mereka mungkin lebih suka menjadi diri sendiri dan berinteraksi secara digital.

5. Menunjukan perilaku agresif

Konten kekerasan dalam video game dan kepuasan instan yang mereka berikan dapat menyebabkan anak-anak menjadi tidak sabar dan agresif. Dalam beberapa kasus tertentu, ketika hal-hal gagal berjalan sesuai rencana mereka, mereka mungkin akan mulai memperlihatkan perilaku agresif tersebut ke dalam dunia nyata.

Untuk itulah, bagaimanapun juga peran orangtua tetap penting dalam hal ini.

Lakukanlah edukasi pada anak sebelum memberikan perangkat dengan akses bebas pada internet. Misalnya dengan meletakkan games-games yang telah Parents saring pada perangkat tak bergerak. Bila ingin menginstallnya pada perangkat mobile maka installah dalam aplikasi parental control. 

Atau seperti yang disarankan Erlinda agar orangtua memberikan alternatif permainan nyata pada anak. Cara ini tidak hanya mencegah anak kecanduan games, tetapi bisa mempererat hubungan anak dan orangtua bukan?

***

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda!

Referensi: kpai.go.id, inigames, metrotvnews, Parenting First Cry

Baca juga

Sudah Tepatkah Game untuk Anak di iPad Anda?

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Rahayu Pawitri

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Inilah 15 games yang resmi diblokir pemerintah
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti