TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Parents ingin anak mandiri sejak dini? Beragam cara berikut bisa Anda ikuti

Bacaan 3 menit
Parents ingin anak mandiri sejak dini? Beragam cara berikut bisa Anda ikuti

Ingin melatih anak mandiri sejak dini? Baca tips dan cara selengkapnya dalam artikel ini, yuk, Bun!

“Anak lelakiku sudah 20 tahun, tapi ia bukan anak mandiri dan masih selalu mengandalkan aku. Setiap hari kerjanya hanya menonton  televisi dan tak pernah membantuku menyelesaikan pekerjaan rumah,” keluh seorang ibu. Ini adalah suara hati salah satu orang tua yang merasa risau karena tidak menemui tanda-tanda anak mandiri pada darah daging mereka.

Anak mandiri, siapa sih yang tak menginginkannya?

Anak mandiri, siapa sih yang tak menginginkannya?

Anak Mandiri: Cara melatih anak agar bisa lebih mandiri sejak dini

Di Indonesia sangat wajar jika seorang anak muda tinggal bersama orang tua ketika mereka belum menikah, dan itu bukan berarti mereka bukan anak mandiri.

Yang tidak wajar adalah ketika orang tua masih harus menanggung biaya hidup mereka dan mengerjakan hal-hal yang seharusnya bisa mereka lakukan, seperti membersihkan rumah atau mencuci baju.

Ketika keluhan seperti di atas diucapkan oleh seseorang, pihak yang pertama kali bertanggung jawab atas keadaan itu adalah orang tua. Ya, pasti ada yang salah dengan pola asuh yang telah diterapkan sehingga harapan memiliki anak mandiri menjadi impian belaka.

Artikel terkait: Mengenal Bakat Anak Sejak Dini

Saya akui, saya juga belum menjadi mandiri. Saya masih tinggal bersama orang tua karena faktor ekonomi. Karena saya orang tua tunggal, maka saya harus bekerja dan mengandalkan bantuan orang tua untuk menjaga anak-anak saya.

Tapi saya pun tak ingin selamanya tergantung pada orang tua dan berupaya menjadi anak mandiri sedikit demi sedikit, meski saya tinggal bersama mereka.

Saya berusaha sedapat mungkin untuk membiayai semua pengeluaran rumah tangga, termasuk cicilan kendaraan dan SPP anak-anak. Hal itu cukup membantu untuk menumbuhkan semangat pada diri saya sendiri, bahwa saya bisa menjadi anak mandiri sepenuhnya tanpa bantuan orang tua suatu saat nanti.

Cara yang bisa Parents lakukan

Ada beberapa hal yang saya pelajari dalam perjalanan saya menjadi anak mandiri, antara lain:

1. Ajarkan anak untuk mandiri sejak dini

Menyayangi anak tidak sama dengan memanjakan anak, atau memberikan serta melakukan segalanya seperti yang mereka inginkan. Anda dapat melatih kemandirian pada anak bahkan ketika mereka masih bayi.

Ketika mereka telah cukup umur untuk bermain sendiri di dalam rumah, biarkan ia mengambil sendiri mainan yang mereka inginkan. Bertindaklah ketika ia telah menyerah atau menangis karena tak dapat meraih mainan yang ia mau.

2. Mengetahui potensi anak sedini mungkin

Bantu anak untuk mandiri dengan meningkatkan rasa percaya dirinya. Sedangkan rasa percaya atau kebanggaan diri dapat terealisasi jika anak bisa meraih sesuatu berdasarkan potensi yang terpendam dalam dirinya.

3. Latih anak Anda untuk membuat keputusan

Situasi lingkungan yang tidak aman mungkin membuat orang tua khawatir membiarkan anak mereka bermain di luar rumah bersama teman-teman sebayanya. Padahal bermain bersama teman sebaya itu perlu untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi dan membuat keputusan.

Misalnya, sesekali saya biarkan anak bungsu saya, Hita (7), bermain teman-temannya di sekitar rumah. Meski saya tahu teman-temannya itu nakal dan suka mem-bully-nya, saya ingin ia belajar membela diri dan bagaimana ia harus berbuat ketika teman-temannya mengajak ia berbuat nakal.

Artikel terkait: Bullying di Sekolah

4. Memberikan tugas ringan

Memberikan tugas sederhana seperti membuang bungkus bekas makanan ke tempat sampah atau membereskan mainannya sendiri dapat melatih anak untuk bertanggung jawab. Anda bahkan bisa mengajarkan hal ini ketika mereka masih berumur 2-3 tahun dan menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan.

Guru wali kelas anak saya menganjurkan para orang tua untuk membiasakan anak-anak melakukan pekerjaan rumah (menyapu, mengepel, mencuci piring, dll.), meskipun anak kami laki-laki. Dan saya pun sepakat sekali dengan beliau karena saya bisa melihat sedikit kemandirian pada putra sulung saya, setelah saya menugaskannya membersihkan rumah di hari libur.

Nah, Ayah, Ibu, selamat mengasuh putra-putri idaman!

Baca juga artikel menarik lainnya:

Anak Penakut? Latih Agar Ia Lebih Percaya Diri

Karakter Anak dan Pola Asuh yang Tepat Untuknya

Cerita mitra kami
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
Sembelit pada Bayi, Cegah & Jaga Pencernaannya dengan Makanan Ini
Sembelit pada Bayi, Cegah & Jaga Pencernaannya dengan Makanan Ini
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

jpqosinbo

  • Halaman Depan
  • /
  • Tumbuh Kembang
  • /
  • Parents ingin anak mandiri sejak dini? Beragam cara berikut bisa Anda ikuti
Bagikan:
  • 7 Menu MPASI Bayi 11 Bulan Anti GTM yang Mudah Dibuat

    7 Menu MPASI Bayi 11 Bulan Anti GTM yang Mudah Dibuat

  • 80 Anak Pembawa Keberuntungan untuk Laki-laki dan Perempuan

    80 Anak Pembawa Keberuntungan untuk Laki-laki dan Perempuan

  • 230 Nama Bayi Perempuan Islam Huruf S Bermakna Indah dan Modern

    230 Nama Bayi Perempuan Islam Huruf S Bermakna Indah dan Modern

  • 7 Menu MPASI Bayi 11 Bulan Anti GTM yang Mudah Dibuat

    7 Menu MPASI Bayi 11 Bulan Anti GTM yang Mudah Dibuat

  • 80 Anak Pembawa Keberuntungan untuk Laki-laki dan Perempuan

    80 Anak Pembawa Keberuntungan untuk Laki-laki dan Perempuan

  • 230 Nama Bayi Perempuan Islam Huruf S Bermakna Indah dan Modern

    230 Nama Bayi Perempuan Islam Huruf S Bermakna Indah dan Modern

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti