Ibu Hamil Sebaiknya Hindari 5 Imunisasi Ini

lead image

Imunisasi adalah salah satu langkah efektif dalam menjaga kesehatan melalui peningkatan sistem kekebalan tubuh. Namun, ada baiknya Anda mendapat informasi mengenai vaksin apa saja yang diperbolehkan atau dilarang bagi Ibu hamil.

Imunisasi kehamilan penting dilakukan ibu hamil demi kesehatan ibu dan juga janin. Tapi tahukah Anda bahwa tak semua imunisasi kehamilan dapat di lakukan?

Ada beberapa imunisasi kehamilan yang sebaiknya di hindari. Hal tersebut harus di hindari karena berpotensi menular ke janin dan dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau cacat lahir. Selain itu, efek samping dapat terjadi hingga tiga minggu setelah imuniasasi diberikan. Apabila Anda mengalami efek samping yang parah, segera datangi dokter.

Berikut 5 imunisasi kehamilan yang harus dihindari ibu hamil dan efek samping yang akan terjadi:

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/wwww.jpg Ibu Hamil Sebaiknya Hindari 5 Imunisasi Ini

1. Hepatitis A

Keamanan imunisasi ini belum ditentukan, jadi harus dihindari selama kehamilan. Perempuan yang berisiko tinggi terpapar virus ini harus mendiskusikan risiko dan manfaat dengan dokter.

2. Mumps, Measles, Rubella (MMR)

Imunisasi MMR diberikan untuk mencegah penyakit campak, gondong, dan rubella. MMR ini adalah salah satu jenis vaksin aktif yang dapat berisiko menyebabkan bayi lahir cacat, kelainan mental, bahkan kematian. Karena itu, Ibu hamil hanya diperbolehkan menerima vaksin pasif. Selain itu, Ibu hamil yang tengah terpapar penyakit ini akan makin parah jika diberi vaksin. Mengetahui dampak negatif pada Ibu hamil maka sebaiknya imunisasi ini diberikan pada masa perencanaan kehamilan atau sebelum kehamilan. Jarak pemberian vaksin dan kehamilan sebaiknya tiga bulan.

3. Human Papiloma Virus (HPV)

Vaksin HPV bertujuan mencegah penyakit kanker mulut rahim atau serviks. Vaksin yang menggunakan virus hidup ini tidak aman bagi Ibu hamil karena dapat menyebabkan efek buruk bahkan juga pada janin.

4. Varicella

Imunisasi Varicella ini bermanfaat untuk mencegah penyakit cacar air. Virus dalam vaksin ini dapat menginfeksi janin karena merupakan virus hidup atau aktif. Karena itu, vaksin ini sebaiknya diberikan sebelum kehamilan. Jarak pemberian vaksin dan kehamilan sebaiknya minimal satu bulan.

5. Bacillus Calmette Guerin (BCG)

Vaksin BCG bertujuan mencegah penyakit Tuberkolosis (TB). Ibu hamil tidak diperkenankan menerima vaksin BCG karena menggunakan virus aktif sehingga memiliki efek samping pada Ibu hamil dan janinnya.

Dampak Buruk pada Janin 

Beberapa jenis imunisasi dapat diberikan kepada ibu pada trimester kedua atau ketiga kehamilan, sementara yang lain hanya boleh diberikan setidaknya tiga bulan sebelum atau segera setelah bayi lahir. Namun, ibu hamil tidak boleh diberikan virus yang terbuat dari virus aktif karena berpotensi ditularkan ke bayi yang belum lahir dan dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur atau cacat lahir.

Imunisasi berikut dianggap aman untuk diberikan pada ibu hamil:

Hepatitis B: Wanita hamil yang berisiko tinggi terkena penyakit ini dan sudah teruji negatif karena virus tersebut bisa menerima vaksin ini. Vaksin ini digunakan untuk melindungi ibu dan bayi terhadap infeksi baik sebelum maupun setelah melahirkan. Biasanya ada 3 dosis yang diberikan. Dosis 2 dan 3 diberikan 1 dan 6 bulan setelah dosis pertama.

Influenza: Vaksin ini dapat mencegah penyakit serius pada ibu selama kehamilan. Setiap wanita yang akan hamil (trimester apapun) selama musim flu sebaiknya diberikan vaksin ini.

Tetanus / Difteri / Pertusis (Tdap): Tdap direkomendasikan selama kehamilan dan sebaiknya vaksin diberikan antara usia kehamilan 27 dan 36 minggu, untuk melindungi bayi dari batuk rejan. Jika tidak diberikan pada masa kehamilan, Tdap harus diberikan segera setelah kelahiran.

 

Sumber : Disarikan dari berbagai sumber

 

Baca juga : https://id.theasianparent.com/jawaban-dokter-untuk-vaksin-influenza

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.