Catat 5 jenis vaksin yang sebaiknya dihindari saat hamil, bisa membahayakan janin!

Catat 5 jenis vaksin yang sebaiknya dihindari saat hamil, bisa membahayakan janin!

Jenis vaksin yang dilarang karena berbahaya bagi janin, catat Bunda!

Imunisasi menjadi salah satu langkah efektif dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun bagaimana untuk ibu hamil?

Penting dilakukan demi kesehatan kehamilan dan janin, ada baiknya Anda mengetahui informasi vaksin apa saja yang diperbolehkan dan dilarang bagi ibu hamil. Salah imunisasi, bukannya sehat bisa jadi Anda malah mengalami efek samping yang membahayakan janin.

Imunisasi pada ibu hamil yang dilarang, apa saja?

Catat 5 jenis vaksin yang sebaiknya dihindari saat hamil, bisa membahayakan janin!

Imunisasi pada ibu hamil yang dilarang #1 : Hepatitis A

Penting untuk diketahui bahwa keamanan imunisasi ini belum bisa dipastikan, kaarena itu ada baiknya dihindari selama kehamilan Bunda. Jika Anda sedang hamil dan berisiko terpapar virus ini, diskusikan dahulu dengan dokter mengenai langkah apa yang harus dilakukan.

Imunisasi pada ibu hamil yang dilarang #2 : Mumps, Measles, Rubella (MMR)

Imunisasi MMR penting diberikan untuk mencegah penyakit campak, gondong, dan rubella. Namun, vaksin ini merupakan jenis vaksin aktif yang berisiko menyebabkan bayi lahir cacar, kelainan mental bahkan dapat berujung kematian.

Untuk itu, Bumil tak disarankan untuk menerima jenis vaksin ini. Di samping itu, ibu hamil dan terkena penyakit campak, gondong dan rubella dan divaksin justeru akan bertambah parah.

Dengan demikian, vaksin ini sebaiknya diberikan saat fase perencanaan kehamilan atau sebelum kehamilan. Jarak ideal pemberian vaksin dan kehamilan yaitu tiga bulan.

Imunisasi pada ibu hamil yang dilarang #3 : Human Papiloma Virus (HPV)

Vaksin HPV bertujuan mencegah penyakit kanker mulut rahim atau serviks. Kendati begitu, vaksin yang menggunakan virus hidup ini tidak aman untuk ibu hamil karena berdampak buruk untuk tumbuh kembang janin.

Imunisasi pada ibu hamil yang dilarang #4 : Varicella

Varicella adalah virus penyebab cacar air, mendapat vaksin dari dokter menjadi pilihan terbik. Tetapi hati-hati Bun, karena virus dalam vaksin ini justeru dapat menginfeksi janin disebabkan karakter vaksin yang merupakan vaksin aktif.

Oleh karena itu, ada baiknya Bunda mendapatkan vaksin ini sebelum kehamilan dengan jarak aman pemberian vaksin yakni minimal satu bulan.

Imunisasi pada ibu hamil yang dilarang #5 : Bacillus Calmette Guerin (BCG)

Vaksin BCG bertujuan mencegah penyakit Tuberkolosis (TB). Ibu hamil tidak diperkenankan menerima vaksin BCG karena menggunakan virus aktif sehingga memiliki efek samping pada Ibu hamil dan janinnya.

Lalu, apa saja imunisasi yang aman untuk kehamilan?

Terdapat beberapa jenis imunisasi yang sebenarnya bisa diberikan saat usia kehamilan memasuki trimester kedua hingga menjelang melahirkan. Berikut ini rekomendasi imunisasi yang aman untuk ibu hamil dan janin:

Imunisasi yang aman untuk kehamilan #1 : Hepatitis B

Wanita hamil yang berisiko tinggi terkena penyakit ini, untuk itu vaksin sangat diperlukan untuk melindungi ibu dan janin terhadap infeksi baik sebelum maupun setelah melahirkan.

Normalnya, terdapat 3 dosis yang diberikan oleh dokter. Dosis kedua diberikan satu bulan setelah dosis pertama, sementara dosis ketiga akan diberikan enam bulan setelah imunisasi pertama diberikan.

Imunisasi yang aman untuk kehamilan #2 : Influenza

Vaksin ini dapat mencegah penyakit serius pada ibu selama kehamilan. Setiap wanita yang akan hamil dalam trimester apapun saat musim flu sebaiknya diberikan vaksin ini.

Imunisasi yang aman untuk kehamilan #3 : Tetanus / Difteri / Pertusis (Tdap)

Vaksin berikutnya yang aman dan dianjurkan untuk ibu hamil yaitu imunisasi untuk tetanus, difteri dan pertusis. Umumnya, vaksin ini akan diberikan saat usia kehamilan memasuki 27 dan 36 minggu untuk melindungi bayi dari batuk rejan. Tdap sebaiknya segera diberikan setelah melahirkan.

direkomendasikan selama kehamilan dan sebaiknya vaksin diberikan antara usia kehamilan 27 dan 36 minggu, untuk melindungi bayi dari batuk rejan. Jika tidak diberikan pada masa kehamilan, Tdap harus diberikan segera setelah kelahiran.

Referensi : Disarikan dari berbagai sumber

Baca juga : 

Bumil jangan lupa vaksin rubella, bila tidak ingin bayi lahir cacat

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

theresia

app info
get app banner