TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bolehkah ibu menyusui mewarnai rambut? berikut penjelasannya!

Bacaan 4 menit
Bolehkah ibu menyusui mewarnai rambut? berikut penjelasannya!

Cat rambut bisa membuat tampilan seseorang lebih menarik. Namun, amankah bagi ibu menyusui cat rambut? Berikut penjelasannya!

Banyak ibu menyusui yang ragu untuk mewarnai rambut karena takut kegiatan tersebut membahayakan kesehatan bayi mereka. Lalu, bolehkah ibu menyusui cat rambut? Berikut penjelasannya!

Ibu menyusui cat rambut, amankah untuk bayi?

ibu menyusui cat rambut

Pewarna rambut memang mengandung zat kimia. Salah satu zat kimia yang terkandung dalam pewarna rambut yaitu ammonium.

Hal inilah yang membuat banyak ibu menyusui ragu untuk melakukan pewarnaan rambut. Namun tidak perlu terlalu khawatir, Bun. Jumlah zat kimia dari pewarna rambut yang masuk ke aliran darah ibu melalui pori-pori kulit kepalanya sangat sedikit.

Jumlah zat kimia yang masuk ini mungkin tidak akan masuk ke dalam ASI dan membayakan kesehatan bayi. Jadi, mewarnai rambut saat menyusui, cukup aman untuk dilakukan, Bun.

Jika Busui memang ingin mewarnai rambut, Bunda harus memastikan kulit kepala Bunda tidak terluka sebelum mengecat rambut. Luka pada kulit kepala bisa membuat lebih banyak zat kimia masuk ke dalam aliran darah.

Artikel terkait: Ini Cara Mewarnai Rambut Secara Alami yang Aman untuk Ibu Hamil

Bolehkah ibu menyusui mewarnai rambut? berikut penjelasannya!

Selain itu, jika Anda mengecat rambut di rumah, pastikan Anda melakukannya di ruangan dengan ventilasi udara baik. Dengan begitu, bau dan zat kimia dari pewarna rambut tersebut tidak akan terperangkap di dalam ruangan, dan terhirup oleh bayi.

Busui juga baiknya hanya mengoleskan pewarna rambut setipis mungkin, agar tidak terlalu banyak zat kimia yang terserap oleh tubuh.

Bahan alami yang bisa digunakan untuk cat rambut

Manfaat wortel untuk kesuburan

Jika Bunda tetap khawatir untuk mengecat rambut saat menyusui. Bunda bisa memilih bahan yang lebih alami untuk mewarnai rambut, seperti di bawah ini:

  • Jus atau air wortel

Cobalah jus wortel jika Bunda ingin rambut berwarna oranye kemerahan. Rona berwarna oranye kemerahan ini juga dapat bertahan selama beberapa minggu.

Untuk mewarnai rambut dengan jus wortel:

  1. Campur jus wortel dengan minyak kelapa atau minyak zaitun.
  2. Oleskan campuran tersebut secara bebas ke rambut Anda.
  3. Bungkus rambut dengan plastik atau shower cap, dan biarkan campuran diatur setidaknya satu jam.
  4. Bilas dengan cuka sari apel. Bunda dapat mengulangi pemakaiannya kembali pada hari berikutnya, jika warnanya tidak cukup terlihat.
  • Inai atau henna

Henna adalah pewarna nabati alami yang secara tradisional digunakan untuk membuat tato temporer pada kulit. Ini juga dapat digunakan untuk mewarnai rambut lo, bun.

Henna hadir dalam bentuk bubuk dan mungkin merupakan pewarna rambut alami paling tahan lama dan paling cerah. Warnanya bisa bertahan selama empat hingga enam minggu.

Untuk menggunakan sebagai pewarna rambut:

  1. Campurkan sekitar 1/2 cangkir henna dengan 1/4 gelas air.
  2. Aduk campuran sampai benar-benar tercampur.
  3. Tutup campuran dengan bungkus plastik, dan diamkan selama 12 jam. (Bunda mungkin perlu menambahkan lebih banyak air setelah 12 jam agar dapat diaplikasikan ke rambut.)
  4. Cuci rambut.
  5. Kenakan ikat kepala dan oleskan minyak kelapa di sepanjang garis rambut. Cara ini dilakukan agar henna tidak akan menodai kulit Anda.
  6. Oleskan campuran pasta ke bagian-bagian rambut, sampai semua bagian rambut terlapisi.
  7. Bungkus rambut Anda dengan plastik atau shower cap, dan biarkan setidaknya dua jam, sebelum dicuci.

Bahan alami lainnya untuk mewarnai rambut

  • Kopi

Kopi bisa digunakan untuk menutupi uban atau membuat rambut berwarna gelap secara alami. Caranya, seduh kopi hitam tubruk, dan biarkan mendingin. Kemudian, campur ampas kopi tersebut dengan conditioner, oleskan merata pada rambut. Diamkan hingga satu jam, lalu bilas.

Artikel terkait: Ibu menyusui mau diet? Ikuti aturannya agar produksi ASI tetap lancar

ibu menyusui cat rambut

  • Bubuk kakao 

Kakao adalah bahan alami lain yang dapat membantu menutupi rambut beruban. Namun, efeknya baru akan muncul setelah beberapa kali pemakaian.

Untuk membuat rambut coklat alami dengan kakao, Bunda bisa mencampur bubuk kakao dengan madu, oleskan di rambut, lalu diamkan beberapa saat, kemudian bilas hingga bersih.

  • Teh

Teh dapat digunakan untuk menutup uban di kepala. Gunakan ampas teh hitam dan campurkan dengan conditioner. Aplikasikan pada rambut, biarkan semalaman, lalu bilas di pagi harinya.

Semoga informasi di atas bermanfaat!

Sumber: You are Mom

Baca juga:

Mewarnai Rambut Saat Hamil, Berbahayakah bagi Kesehatan Janin?

 

Cerita mitra kami
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Nia Lara Sari

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Menyusui
  • /
  • Bolehkah ibu menyusui mewarnai rambut? berikut penjelasannya!
Bagikan:
  • Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

    Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

  • 6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

    6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

  • Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

    Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

  • Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

    Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

  • 6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

    6 Posisi Menyusui yang Benar Agar Bayi Tidak Gumoh, Cek Bun!

  • Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

    Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui? Cek Jawabannya di Sini!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti