TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Seorang Ibu Menghukum Anaknya yang Berusia 4 Tahun Sampai Mati

Bacaan 4 menit
Seorang Ibu Menghukum Anaknya yang Berusia 4 Tahun Sampai Mati

Entah apa yang ada di pikiran ibu ini sampai tega memukul, mendorong, menginjak, dan mencekik anaknya yang berumur 4 tahun sampai mati.

“Ini adalah kasus kekerasan terhadap anak yang paling menyedihkan,” kata Jaksa Penuntut dalam pengadilan di Malaysia atas kasus yang menimpa Noraidah Mohd Yussof (34). Noraidah dijatuhi hukuman 8 tahun penjara karena telah menghukum anaknya yang berusia 4 tahun, Mohammad Airyl Amirul Haziq Mohamed Ariff, sebegitu parahnya sampai mati.

Yang lebih menyedihkan, Airyl dihukum hanya karena tidak bisa berhitung dari angka 11 sampai 18 dalam bahasa Melayu dengan baik dan benar. Airyl hanya bisa berhitung dalam bahasa Inggris.

Noraidah pun menghukum Airyl dengan mendorong berulang kali, yang menyebabkannya jatuh dan kepalanya terbentur ke lantai.

Kemudian Noraidah juga menginjak dada, dan mencekik anaknya sampai terangkat dari lantai, lalu membenturkannya ke dinding. Setelahnya Airyl langsung tak sadarkan diri.

Artikel terkait: Apakah Perbedaan Menghukum Anak dengan Mendisiplinkan Anak?

Empat hari kemudian, meskipun operasi darurat telah dilakukan pada bagian kepalanya yang mengalami pembengkakan dan perdarahan, Airyl tetap tidak tertolong. Ia meninggal di rumah sakit.

Hasil autopsi menunjukkan ada lebih dari 30 bekas luka di tubuh kecil Airyl, sebagian besar merupakan hasil kekerasan yang dilakukan di masa lampau.

Jaksa menuntut setidaknya 12 tahun penjara untuk menghukum Noraidah. Namun hukumannya diringankan karena ia mengakui 6 kasus kekerasan fisik lainnya.

Ketika menjatuhkan hukuman, Hakim Lee Seiu Kin menerima bukti dari psikiater Subhash Gupta bahwa Noraidah memiliki ‘penyimpangan kepribadian’. Termasuk toleransi yang sangat rendah terhadap rasa frustasi, kecenderungan untuk bertindak impulsif serta kecenderungan menyalahkan orang lain.

 

Referensi: Strait Times, Asia One.

Baca juga:

9 Bahaya Memukul Anak, Hati-hati Sebabkan Trauma

Semarah marahnya orang tua kepada anak, tentulah harus bisa mengontrol emosi yang ada di dalam pikiran. Banyak sekali kasus kekerasan yang dilakukan oleh pembantu kepada anak asuhnya atau bahkan ibu dengan anak kandungnya karena amarah yang tidak bisa ditahan. Seperti kejadian ibu yang menyiksa anaknya sampai mati berikut. Mari simak ulasan selengkapnya.

Kronologis Kisah Ibu yang Menhukum Anaknya

Jaksa penuntut pengadilan Malaysia mengatakan jika kasus yang ditanganinya adalah kasus yang paling menyedihkan. Kasus yang menimpa Noraidah Mohd Yussof berusia 34 tahun ini sempat jadi perbincangan publik. Hal ini karena Noraidah telah menghukum anaknya hingga ia tewas dan tidak dapat tertolong lagi.

bahaya Ibu Menghukum Anak Sampai Mati

Noraidah dijatuhi hukuman 8 tahun penjara karena telah menghukum anaknya yang masih berusia 4 tahun. Mohammad Airyl Amirul Haziq yang merupakan anak Noraidah ini tewas mengenaskan lantaran hal yang sepele. Airyl yang masih berusia 4 tahun ini dihukum karena tidak bisa berhitung dari angka 11 hingga 18 dalam bahasa Melayu dengan baik dan benar.

Airyl hanya bisa berhitung dalam bahasa inggris dan tidak bisa berbahasa melayu. Noraidah pun menghukum Airyl dengan mendorong berulang kali sehingga menyebabkannya jatuh dan kepalanya terbentur ke lantai. Norraidah juga tak segan segan menginjak dada Airyl dan mencekik anaknya sampai terangkat ke lantai dan membenturkannya ke dinding sampai mati. Sepontan Airyl yang masih kecil pun tak sadarkan diri.

awas Ibu Menghukum Anaknya 4 Tahun Sampai Mati

Noraidah Memiliki Penyimpangan

Empat hari berselang setelah kejadian tersebut, operasi dilakukan untuk menyelamatkan Airyl. Namun meskipun operasi darurat telah dilakukan pada bagian kepalanya yang mengalami pembengkakan dan pendarahan, Airyl tetap tidak tertolong. Airyl pun akhirnya meninggal di rumah sakit.

Hasil dari autopsi yang dilakukan pada tubuh Airyl menunjukkan setidaknya ada lebih dari 30 bekas luka di tubuh si kecil. Sebagian besar dari luka luka tersebut merupakan hasil kekerasan di masa lampau dan terlihat memar. Jaksa penuntuk kemudian memberikan tuntutan setidaknya 12 tahun penjara untuk menghukum Noraidah. Namun hukumannya diirngankan karena ia mengakui 6 kasus kekerasan fisik lainnya.

waspada Ibu Menghukum Anaknya yang Sampai Mati

Ketika menjatuhkan hukuman kepada Norraidaah, Hakim Lee Seiu Kin menerima bukti dari psikiater Subhash Gupta. Dalam catatanya tertulis jika Noraidah memiliki penyimpangan kepribadian, termasuk toleransi yang sangat rendah terhadap rasa frustasi. Selain itu ia juga memiliki kecenderungan untuk bertindak implusif serta kecenderungan untuk menyalahkan orang lain.

Kisah naas dari Noraidah dan Airyl ini tentu sangat memberikan pelajaran yang berharga untuk mendidik anak. Semarah marahnya orang tua, Anda harus bisa menahan amarah yang timbul dan tidak melukai anak. Kekerasan yang dilakukan pada anak juga akan berdampak pada kesehatan mental anak di masa yang akan datang. Untuk itu apabila Anda marah dengan anak usahakan untuk tidak bermain fisik yang justru akan membuat Anda menyesal dikemudian hari.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Putri Fitria

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Seorang Ibu Menghukum Anaknya yang Berusia 4 Tahun Sampai Mati
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti