Perempuan Tersubur di Dunia Meninggal Setelah Melahirkan Anaknya yang Ke-69

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Dekatnya jarak kelahiran, dan seringnya melahirkan meningkatkan risiko komplikasi dan membahyakan nyawa ibu. Seorang ibu di Palestina meninggal karena kurangnya kesadaran menggunakan alat kontrasepsi dan mengatur jarak kelahiran.

Menjadi seorang ibu seharusnya adalah pengalaman yang indah di dalam hidup. Namun kurangnya kesadaran dan tekanan sosial tertentu pada proses kelahiran bisa menjadi sangat menyulitkan bagi perempuan, bahkan hingga menyebabkan kematian.

Seperti dilaporkan deccanchronicle.com, seorang ibu meninggal di Gaza karena kurangnya kesadaran akan kontrasepsi dan perencanaan kehamilan. Ibu itu meninggal setelah melahirkan anaknya yang ke-69 di usia 40 tahun.

Kematian sang ibu sepatutnya bisa dihindari, bila ada kesadaran untuk menggunakan alat kontrasepsi. Kehamilan semestinya mempertimbangkan usia ibu dan juga jarak kelahiran yang cukup untuk memastikan anak bisa terurus dengan baik, juga kesehatan sang ibu untuk merawat mereka.

Ibu tersebut telah melahirkan anak kembar 16 kali, anak kembar tiga 7 kali, dan anak kembar 4 sebanyak empat kali. Meski ia mendapat predikat sebagai perempuan tersubur di dunia, apalah artinya jika ke-69 anaknya tidak bisa lagi merasakan kasih sayang dan sentuhan lembut sang ibu?

Sejauh ini, identitas asli si ibu yang meninggal maupun nama suami belum diketahui. Bagaimana kondisi anak-anaknya sepeninggal sang ibu juga belum diberitakan.

Seperti ditulis di Al Arabiya, perempuan Palestina tersebut meninggal pada hari minggu tanggal 26 Februari 2017. Sang suami mengonfirmasi hal ini pada agensi berita Gaza Al An.

Memiliki banyak anak tentunya harus diimbangi dengan kemampuan finansial yang memadai, juga kesehatan orangtua agar bisa membesarkan anak-anaknya hingga mandiri.

Beberapa hukum agama dan tradisi melarang pasangan yang telah menikah untuk menggunakan alat kontrasepsi karena dianggap menghalangi jalan Tuhan memberi anugerah lewat kehadiran anak.

Akan tetapi, jika tidak direncanakan dengan baik, kehadiran anak bukannya justru menjadi anugerah, namun malah bencana, seperti meninggalnya sang ibu.

Semoga si ibu tenang di sisi Tuhan, karena telah menunaikan tugasnya yang berat sebagai seorang perempuan untuk melahirkan anak.

Menjadi seorang ibu bukanlah tugas mudah. Sejak hamil, ibu menghadapi berbagai risiko komplikasi kehamilan yang bisa membahayakan nyawanya dan si bayi. Belum lagi bila ia telah berkali-kali melahirkan sebelumnya, risiko komplikasi menjadi lebih besar.

Mari tingkatkan kesadaran untuk mengurangi angka kematian ibu saat melahirkan. Memakai alat konstrasepsi menjadi pilihan untuk memberi jarak kelahiran dan membantu ibu menjaga kesehatannya agar bisa merawat anak-anak hingga tumbuh dewasa.

 

Baca juga:

Ibu Ini Meninggal Saat Melahirkan Demi Selamatkan Bayinya

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Berita