TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Tega! Ibu lempar anak autis dari balkon 2 kali, ini sebabnya

Bacaan 3 menit
Tega! Ibu lempar anak autis dari balkon 2 kali, ini sebabnya

Akibat depresi, seorang ibu berusaha membunuh anaknya dengan cara melemparnya dari balkon.

Kehadiran anak menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu. Setelah 9 bulan hamil dan melalui perjuangan melahirkan, bagaimana mungkin seorang ibu bunuh anak sendiri?

Namun tragedi ibu bunuh anak ini terjadi di Bengaluru, India setelah seorang tetangga mendengar suara keras. Sang tetangga menemukan seorang gadis kecil berusia 9 tahun sudah terkapar di tanah dan badannya bersimbah darah.

Pada saat itu, sang anak terlihat masih sadar. Namun dalam sekejap ibu dari anak tersebut, Swathi Sarkar (36), mengambil anaknya, kembali ke kediamannya di sebuah apartemen empat lantai, dan mengulang untuk kedua kalinya melempar anaknya dari balkon.

Beberapa tetangga jadi saksi si ibu menggendong anaknya yang bersimbah darah dan bertanya-tanya apa yang terjadi. Mereka mungkin sama sekali tidak menyangka kalau si ibu berencana melemparnya kembali, alih-alih menyelamatkannya. Setelah usahanya yang kedua kali tersebut, si anak yang bernama Aishika Sarkar itu langsung meninggal.

Barulah para tetangga menyadari kalau ternyata yang membuat anaknya terjatuh adalah Swathi, ibunya sendiri. Mereka juga mengungkapkan kalau Swathi terlihat terganggu jiwanya. Para tetangga mengikat Swathi ke tiang sampai akhirnya polisi datang dan menangkapnya.

Ibu bunuh anak: Mengapa bisa terjadi?

ibu bunuh anak - featured

Ketika diinterogasi oleh polisi, Swathi berkata bahwa anak perempuannya yang bernama Ashika yang memaksanya untuk membunuh.

Menurut laporan, Swathi adalah pernah bekerja sebagai guru selama dua tahun dan kemudian bercerai dengan suaminya yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Namun mantan suaminya masih memenuhi kebutuhan finansial Swathi dan dua anak mereka.

Penyebab ibu bunuh anak karena depresi yang ekstrem

Polisi menyatakan kondisi Swathi tidak stabil dan ia depresi karena harus mengurus putrinya yang autis. Namun hal ini belum dikonfirmasi oleh pihak medis.

Bahkan, polisi masih menyelidiki penyebab kemarahan Swathi sehingga ia tega berbuat demikian karena tampaknya Swathi mengalami depresi berat.

Ibu bunuh anak: Depresi bisa membahayakan!

Belum banyak yang menyadari akan bahayanya depresi. Jika seseorang menderita depresi dan dibiarkan, hal-hal buruk bisa terjadi baik pada dirinya sendiri atau pada orang lain.

Menurut Dr. Samir Parikh, direktur Mental Health Sciences Delhi, kita bisa mengenali gejala-gejala depresi dari tanda seperti ini:

  • Depresi bisa terlihat dalam jangka waktu pendek seperti stres, kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya disukai seperti hobi dan tidak ingin melakukan aktivitas apa pun.
  • Gejala-gejala ini bisa diikuti dengan kehilangan berat badan, masalah nafsu makan, masalah tidur, level energi yang rendah, dan selalu lelah setiap saat.
  • Orang yang menderita depresi bisa memiliki perasaan bersalah yang sangat besar, tidak bisa fokus, sulit membuat keputusan, dan sering memikirkan kematian.

Bagaimana membantu orang yang depresi?

ibu bunuh anak - featured

  • Berikan dukungan, empati, dan menjadi pendengar yang baik untuk masalah mereka.
  • Cobalah untuk bersimpati pada masalah mereka dan mengerti emosi yang sedang mereka alami.
  • Berikan perhatian dan dukungan, sarankan untuk menemui ahli profesional.
  • Jika depresinya sudah parah, semua anggota keluarga harus waspada, terutama jika orang tersebut seringkali menyinggung tentang keinginan bunuh diri.
  • Jauhkan benda-benda berbahaya seperti benda tajam, pil, dan racun.
  • Berusaha berkomunikasi dengannya agar ia mengeluarkan emosi-emosi yang dipendam.

 

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Artikel disadur dari tulisan Nurul Halifah di theAsianparent Malaysia.

Baca juga:

Tega! Seorang ayah merekam video saat membunuh anak kandungnya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Devi Agustina

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Tega! Ibu lempar anak autis dari balkon 2 kali, ini sebabnya
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti