2 Hormon yang Mempengaruhi Sikap Wanita Hamil dan Ibu Baru

Mengapa wanita hamil emosional? Mengapa ibu baru enggan berhubungan seks dan sangat intuitif terhadap bayinya? Ketahui 2 hormon yang mengendalikan mereka.

Rasa keibuan pada wanita hamil dan ibu baru dipengaruihi oleh hormon.

Rasa keibuan pada wanita hamil dan ibu baru dipengaruihi oleh hormon.

Dari Mana Datangnya Sikap Keibuan pada Wanita Hamil?

Tahukah Anda, begitu seorang wanita hamil dan menjadi ibu maka secara alami ia akan memiliki naluri keibuan? Menurut penelitian dari NBC National, hormon oxytocin dan prolactin “merubah” otak wanita hamil sehingga ia langsung memiliki naluri keibuan serta kemampuan ajaib lainnya seperti rasa mencintai, melindungi dan membahagiakan anaknya.

Peranan Hormon Oxytocin

Selama mengandung, seorang wanita hamil sering mengkhawatirkan hal-hal negatif seperti kenaikan berat badan, wajah yang membundar ataupun stretchmark pada perut. Ia tidak menyadari bahwa alam juga memberikan keajaiban padanya, yaitu naluri keibuan.

Hormon yang berperan mengubah otak wanita hamil tersebut adalah hormon oxytocin yang sering dikenal sebagai hormon kasih sayang. Hormon ini juga yang memberikan sensasi ingin memeluk, mengusap, dan memberikan rasa bahagia.

Hormon yang terdapat pada otak manusia ini juga berperan untuk :

  • Menstimulasi otot rahim untuk berkontraksi selama proses melahirkan
  • Membuat naluri untuk mengenali bayinya walaupun berada di antara bayi-bayi baru lahir lainnya
  • Menstimulasi produksi ASI
  • Mengendalikan tingkah lakunya selama hamil
  • Menjadikan ia lebih mudah memahami komunikasi non-verbal dengan bayinya.

Peranan Hormon Prolaktin

Hormon Prolaktin sering juga di sebut sebagai “hormon susu”, yang mana hormon ini diproduksi oleh kelenjar hipofisis. Pada saat menjadi ibu, hormon prolaktin di lepaskan saat bayi mengisap ASI. Hisapan bayi tersebut menstimulasi produksi ASI dan menciptakan naluri keibuan yang luar biasa.

Selain itu, hormon Prolaktin ini juga berperan untuk:

  • Menciptakan kondisi relaks, khususnya pada awal masa menyusui di mana ibu cenderung kelelahan setelah melahirkan dan mengurus bayi yang baru lahir.
  • Menurunkan kadar libido, sehingga hasrat seksual menurun dan membuat ibu lebih fokus mengurus bayinya.

Di samping Prolactin dan Oxytocin, hormon lainnya adalah Opioids atau hormon “gembira” yang dilepaskan ketika seorang wanita baru saja menjadi ibu.

Baca juga : 8 Posisi Seks Kama Sutra Setelah Melahirkan

Ibu Baru Menjadi Lebih ‘Pintar’

Menurut jurnal Behavioural Neuroscience, bonus lain saat Anda menjadi ibu adalah otak Anda akan ‘lebih pintar’.

Peneliti National Institute of Mental Health di Maryland melakukan 2 scan otak pada 19 otak wanita. Scan pertama dilakukan pada 2-4 minggu setelah melahirkan dan scan kedua pada 3-4 bulan setelahnya.

Hasil scan tersebut menunjukkan adanya area yang sedikit membesar. Pembesaran ini diduga karena otak beradaptasi dengan peningkatan hormon serta begitu banyaknya tantangan menjadi ibu.

Walaupun sedikit sekali, lokasi pembesarannya mempengaruhi beberapa kemampuan :

  • hypothalamus – bagian otak yang terkait dengan motivasi
  • amygdala – bagian otak yang berkaitan dengan emosi dan rasa menghargai
  • parietal lobe – bagian otak yang berkaitan dengan indera
  • prefrontal cortex – bagian otak yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dan mengemukakan alasan

Parents, menjadi ibu sangatlah luar biasa bukan?

Baca juga artikel menarik lainnya:

Bayi Rewel Akibat Emosi Ibu

10 Kesalahan Utama Ibu Baru

10 Hal yang Sebaiknya Tidak Anda Katakan Saat Istri Hamil