TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mahasiswa Indonesia Curhat Ekstremnya Gelombang Panas di India, “Kering Banget, Keringat Langsung Hilang”

Bacaan 5 menit
Mahasiswa Indonesia Curhat Ekstremnya Gelombang Panas di India, “Kering Banget, Keringat Langsung Hilang”

Gelombang panas India membuat seorang mahasiswa RI sempat terkena heatstroke.

Fenomena gelombang panas India dan Pakistan sedang terjadi belakangan ini. Kenaikan suhu yang signifikan itu bahkan bisa membahayakan jutaan nyawa. Para peneliti mengungkapkan ini adalah dampak dari krisis iklim.

Mengutip dari CNN, Departemen Meteorologi India (IMD), sepanjang April, suhu maksimum rata-rata di barat laut India mencapai 35,9 celcius. Sementara bagian utara India mencapai 37,7 celcius. 

Sedangkan pada 28 April lalu, IMD mengatakan suhu udara mencapai 51 derajat celcius di kota Phalodi, Rajasthan. Ini adalah rekor terpanas yang pernah tercatat di India.

Tak heran bila suhu panas ini sampai berdampak pada gagal panen, merosotnya stok batu bara, penutupan sekolah-sekolah, dan warganya disarankan untuk tidak keluar rumah untuk menghindari dehidrasi dan sengatan panas atau heatstroke.

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Merasakan Gelombang Panas India Sampai Mengalami Heatstroke 

Malangnya, mahasiswa Indonesia harus merasakan gelombang panas India ini. Bahkan ia harus mengalami heatstroke atau serangan panas karena cuaca yang ekstrem di sana.

Adalah Anggy Eka Pratiwi, mahasiswi doktoral di Jodhpur, Rajasthan, yang menceritakan pengalamannya merasakan gelombang panas India pada April lalu. Dia mengaku hanya berjalan ke kampus yang berjarak 500 meter saja tetapi sudah merasakan dehidrasi. 

“Baru dua kali melangkah ke luar, tenggorokan langsung kering,” ucap Anggy, mengutip dari BBC News Indonesia.

Akibat dari gelombang panas yang ekstrem, Anggy harus mengalami dehidrasi parah dan heatstroke.

“Sebagai orang Indonesia saya tak kuat. Saat itu pas puasa dan saya keluar ambil buku, sekitar 500 meter saja dari tempat saya tinggal. Saya kembali dan pusing, tidak hilang dan malah sering buang air.

Setelah tiga hari ke dokter dan diberi tahu ini efek dehidrasi dan heatstroke, disarankan untuk tidak berpuasa dulu. Disarankan tidak keluar rumah selama seminggu,” cerita Anggy.

Artikel terkait: Cerita Walter Orthmann Pecahkan Rekor Bekerja Terlama, Ini Rahasianya

Cuaca Panas dan Kering, “Keringat Langsung Hilang”

gelombang panas India

Sumber foto: Pexels.com

Cuaca yang panas ini pun disertai dengan angin yang panas pula. Sehingga meskipun tubuh mengeluarkan keringat, Anggy mengatakan kalau saking keringnya, keringat bisa langsung hilang.

“Selain udara yang panas, anginnya juga panas banget. Saat keluar saya pakai payung, topi, penutup muka. Kering banget, keringat langsung hilang,” ucap Anggy.

Lantaran situasi ini sangat mengganggu aktivitas, pihak kampus menyarankan para mahasiswa untuk tidak keluar rumah dari pukul 12.00 siang sampai 17.00 sore. 

Suasana siang di India mendadak menjadi sangat sepi demi menghindari sengatan panas yang menggila di sana.

Mahasiswi doktoral computer engineering ini memang baru satu tahun berada di Rajasthan. Namun, ia mengatakan saat kedatangannya ke Rajasthan udara di India sudah mencapai 41 sampai 45 derajat celcius, dan tidak sekering saat ini.

Sebenarnya, cuaca panas di India memang sering terjadi di bulan-bulan tertentu. Kepala fungsi Penerangan Sosial Budaya, KBRI Delhi, Hanafi, mengungkapkan biasanya udara panas sampai 45 derajat celcius itu terjadi pada bulan Juni. Tahun ini, cuaca panas itu terjadi lebih cepat dan lebih panas dari sebelumnya.

Penyebab Gelombang Panas India

Mahasiswa Indonesia Curhat Ekstremnya Gelombang Panas di India, Kering Banget, Keringat Langsung Hilang

Sumber foto: Pexels.com

Menurut pemerintah India, tingginya suhu udara yang meningkat sejak Maret lalu tercatat sebagai bulan terpanas di India sejak 122 tahun lalu. Pusat kajian Sains dan Lingkungan mengatakan kalau gelombang panas ini melanda sekitar 15 negara bagian, termasuk di utara Himachal Pradesh, kota paling sejuk dan segar di India. 

Menurut Naresh Kumar, seorang ilmuwan senior di Badan Meteorologi India, penyebab gelombang panas yang muncul lebih awal ini karena faktor atmosfir setempat.

Lemahnya gangguan dari arah barat – badai yang berasal dari kawasan Laut Tengah yang menyebabkan curah hujan lebih rendah di bagian barat daya dan India tengah. Lantaran curah hujannya jauh lebih rendah, gelombang panas ini dirasakan lebih cepat dari biasanya. 

Terjadi karena Pemanasan Global

Sedangkan menurut Roxy Matthew Koll, Ilmuwan Iklim di Institut Meteorology Tropis mengatakan kalau pemanasan global juga menjadi salah satu penyebab terjadinya gelombang panas ini. 

Selain itu, D Sivananda Pai, direktur Studi Perubahan Iklim mengatakan ada tantangan lain selain perubahan iklim. Ini termasuk meningkatnya jumlah penduduk dan keterbatasan sumber daya. Tak heran kalau situasi ini bisa bertambah parah, seperti penggundulan hutan dan peningkatan transportasi. 

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

“Bila semakin banyak gedung dan jalan dari beton, panas terperangkap di dalam dan tak bisa naik ke permukaan. Ini menyebabkan udara memanas,” kata Pai juga kepada Sharanya Hrishikesh, wartawan BBC di Delhi.

Akibatnya, kebutuhan listrik meningkat drastis. Para petani juga mengatakan kalau suhu udara yang tak terduga ini memengaruhi panen gandum mereka yang akan berdampak secara global.

Akibat semakin meningkatnya fenomena gelombang panas ini, pemerintah federal dan negara bagian mengeluarkan sejumlah langkah untuk mengatasi dampaknya. Seperti melarang orang bekerja di luar ketika suhu udara sangat tinggi.

Akan tetapi, langkah ini baru efektif bila undang-undang perburuhan dirombak, kata Dr Chandni Singh, peneliti senior Institute India untuk Permukiman, mengutip dari BBC.

“Gedung-gedung di sini dibangun sedemikian rupa sehingga menyimpan panas dan bukannya menjamin adanya ventilasi. Banyak inovasi di dunia internasional yang bisa kami pelajari,” katanya.

Meski sejumlah cara sudah dilakukan, masih banyak hal lain yang harus ditingkatkan agar fenomena ini segera mereda.

“Kami telah melakukan sejumlah hal yang benar tapi sejumlah hal lain harus ditingkatkan karena saat ini kami tinggal di tengah suhu panas,” tutupnya.

***

Itulah informasi tentang ekstremnya gelombang panas India. Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca juga

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Afifah

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Mahasiswa Indonesia Curhat Ekstremnya Gelombang Panas di India, “Kering Banget, Keringat Langsung Hilang”
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti