Ibu gendong bayi mengancam terjun bunuh diri dari lantai 40!

lead image

Seorang ibu yang mengalami stres bisa melakukan hal-hal nekat, meskipun alasannya kadang tak terduga. Namun tanda-tanda seorang wanita ingin bunuh diri kadang terlihat jauh sebelum tragedi terjadi. Ketahuilah tanda-tanda seseorang mengalami gejala depresi dan ingin bunuh diri, Anda mungkin bisa menyelamatkan nyawanya!

Gejala depresi, ibu ini ancam bunuh diri dengan bayinya

Gejala depresi feature

Baru-baru ini, seorang ibu dengan menggendong bayinya mengancam akan lompat dari lantai 40 di Hong Kong.

Menurut laporan, ibu tersebut mengalami gejala depresi dan emosional ketika dihampiri di tepi jendela. Ia mengancam akan melompat dengan bayinya.

Polisi dan pemadam kebakaran dipanggil ke tempat kejadian untuk berbicara dengan wanita tersebut setelah ia menolak untuk masuk kembali ke rumahnya.

Sebuah bantalan udara diletakkan di bawah gedung oleh para pemadam kebakaran, dan para penyelamat bersiaga. Area disterilkan dari publik. Setelah empat jam, akhirnya ibu tersebut menyetujui untuk masuk kembali ke dalam gedung.

Gejala depresi dan tanda-tanda seseorang ingin bunuh diri

Ibu gendong bayi mengancam terjun bunuh diri dari lantai 40!

Tanda-tanda seseorang ingin bunuh diri terkadang tidak terlalu kelihatan. Kita bisa mengetahui ketika seseorang sedang melalui hal buruk seperti putus hubungan asmara atau perceraian, kehilangan pekerjaan atau lainnya, namun terkadang orang yang kelihatan baik-baik saja di luar juga ternyata memendam suatu masalah di dalam.

Perhatikan kondisi emosional, fisik, dan mental seseorang. Semakin banyak Anda berbicara pada mereka, Anda mungkin akan menemukan gejala ingin bunuh diri ini:

Mereka yang memiliki gejala ingin bunuh diri mengalami hal berikut:

  • Mencoba bunuh diri, atau ada anggota keluarga yang bunuh diri
  • Memiliki sejarah kekerasan, terutama seksual
  • Mengalami kondisi hidup yang sulit seperti perceraian, permasalahan hubungan, masalah hukum, kehilangan pekerjaan, kesulitan finansial, atau lainnya.

Mereka membicarakan hal-hal seperti..

  • Merasa menjadi beban bagi orang lain, “Suami dan anak-anak saya akan lebih bahagia tanpa saya.”
  • Merasa terjebak atau kesakitan, “Saya tidak melihat apa gunanya lagi hidup.”
  • Mengancam bunuh diri, “Saya ingin bunuh diri karena tidak ada yang peduli pada saya.”

Melakukan hal-hal seperti..

  • Mencari tahu cara-cara untuk melakukan bunuh diri
  • Menulis catatan bunuh diri, seperti surat, e-mail, blog
  • Menghubungi teman dan keluarga untuk mengucapkan selamat tinggal dan memberikan barang-barang berharganya
  • Mencari-cari barang yang bisa digunakan untuk bunuh diri, seperti senjata atau obat-obatan 

Mengungkapkan perasaan seperti..

  • Tidak lagi memiliki minat terhadap hobi atau aktivitas yang biasanya mereka nikmati
  • Suasana hati yang berubah-ubah dengan cepat, seperti cepat marah, tersinggung, ceroboh, dan sedih
  • Kecemasan dan merasa hina

Ketika seseorang merasa ingin bunuh diri, teman dan keluarga seringkali menjadi orang pertama yang mengetahui tanda-tandanya. Jangan abaikan pertanda sekecil apapun, atau menganggap mereka berlebihan ketika mereka mengungkapkan kecemasannya.

Jika Anda yang mengalami gejala depresi dan ingin bunuh diri, ketahuilah bahwa Anda tidak sendiri. Bicarakanlah pada orang-orang terdekat Anda atau orang yang Anda percaya. Mereka akan membantu Anda. Percayalah, Anda pasti bisa melalui ini.

Tulisan ini disadur dari artikel Nicholas Yong di theAsianparent Singapura

Baca juga:

Kenali Perbedaan Depresi dan Stres: Gejala, Jenis, dan Cara Penanganannya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.