TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Wajib tahu! Ini gejala terbaru dan pasca infeksi COVID-19 yang dialami anak

Bacaan 4 menit
Wajib tahu! Ini gejala terbaru dan pasca infeksi COVID-19 yang dialami anak

Parents, mari waspadai bersama bila anak mengalami berbagai gejala berikut ini.

Masih terus berlangsung, pandemi COVID-19 patut selalu kita waspadai karena bisa dialami diri sendiri maupun orang-orang di sekitar. Salah satu hal yang patut diketahui ialah mengenai gejala COVID-19 pada anak yang terbaru dan pasca infeksi Corona yang terjadi pada anak akhir-akhir ini.

Hal ini dikonfirmasi oleh Rumah Sakit Mount Sinai yang melaporkan adanya kasus baru yang tak biasa pada beberapa pasien anak-anak, dikutip dari NBC New York.

Waspadai gejala COVID-19 pada anak yang terbaru

Gejala COVID-19 pada anak

Dr. George Ofori, Direktur Perawatan Kritis Anak di Rumah Sakit Anak Mount Sinai Kravis, mengutarakan agar orangtua harus waspada dengan gejala COVID-19 pada anak yang baru saja ditemukan.

“Beberapa kasus yang saat ini tengah ditangani adalah gejala seperti sakit perut, muntah, diare, dan demam. Pada kasus lain terlihat muncul juga gejala-gejala seperti ruam, konjungtivitis, dan atau bibir pecah-pecah,” tuturnya.

Selain beberapa gejala di atas, Ofori pun mengungkapkan ada beberapa pasien yang mengalami masalah jantung dan tekanan darah rendah hingga syok. Pasien-pasien tersebut telah didiagnosis COVID-19 pada 2-3 minggu sebelum gejala di atas muncul.

Terkait dengan hal ini, dirinya pun masih belum bisa mengungkapkan hal yang mendasari gejala.

“Apakah kondisi yang mendasari COVID-19 atau respons tubuh terhadap COVID-19 tidak diketahui saat ini. Meskipun masih terlalu dini untuk secara definitif mengatakan penyebab ya, kami percaya bahwa penting untuk memberi tahu masyarakat tentang hal yang terjadi,” katanya.

Artikel Terkait : Sering tak terdeteksi, ini gejala Corona hari ke-1 sampai ke-17, wajib tahu!

Terjadi kasus serupa di tempat lain

gejala baru COVID-19

Tak hanya terjadi di RS Mount Sinai, kondisi serupa pun dialami oleh belasan pasien anak di Rumah Sakit Cohen Children di Long Island. Seorang rekan dr. Ofori, yakni James Schneider, Direktur Perawatan Kritis Pediatrik mengungkapkan bahwa ada belasan pasien anak yang kritis dalam dua minggu terakhir, dengan gejala yang mirip.

“Kami sekarang memiliki setidaknya sekitar 12 pasien di rumah sakit yang mengalami hal serupa, yang kami pikir memiliki beberapa hubungan dengan infeksi (COVID-19),” kata Dr. James.

Bias antara COVID-19 dan penyakit Kawasaki

gejala baru COVID-19

RS Cohen merupakan salah satu rumah sakit lokal yang merasa khawatir akan penanganan rawat inap anak. Pasalnya pada beberapa kasus, anak yang sebelumnya terlihat sehat menjadi mengalami gejala kritis yang mirip Toxic Shock Syndrome dan penyakit Kawasaki.

Kawasaki sendiri merupakan salah atau penyakit autoimun yang bisa dipicu oleh infeksi virus. Bila tak ditangani dengan baik dan cepat bisa menyebabkan kerusakan organ vital, khususnya arteri dan jantung.

Hal ini pun diungkapkan oleh Jane Newburger, direktur Program Kawasaki di Rumah Sakit Anak Boston. Dirinya mengutarakan bahwa penyakit ini terlihat di beberapa kota di seluruh Amerika Serikat. Beberapa dokter lain pun mengatakan kondisi ini menyebar namun masih jarang terjadi.

Artikel Terkait : Tidak menerapkan lockdown, ini 7 kebijakan pemerintah mencegah penyebaran Corona di Indonesia

Menanggapi hal ini, Walikota Bill de Blasio telah meminta data dan laporan mengenai kasus seseorang yang mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan, khususnya pada seseorang di bawah usia 21 tahun.

Dari pasien anak yang mengalami gejala tersebut, rupanya kebanyakan dialami oleh pasien yang sudah didiagnosis positif COVID-19. Sementara ada juga yang dinyatakan negatif, namun diyakini telah tertular virus dari anggota keluarga.

gejala baru COVID-19

Dokter pun kini tengah mencari tahu hal yang menjadi pemicu reaksi pada anak yang sehat tersebut.

“Bagian yang menarik adalah baru sekarang kita melihat pasien-pasien ini muncul, apakah pasien-pasien ini termasuk lonjakan kasus Kawasaki atau respon pasca infeksi khas dari infeksi COVID-19? kata Dr. Schneider.

Sementara, Departemen Kesehatan Negara Bagian New York mengatakan telah menerima laporan penyakit parah yang mungkin disebabkan oleh kasus COVID-19 pada anak-anak. Beberapa penyakit tersebut termasuk penyakit Kawasaki, sindrom syok seperti racun, dan komplikasi jantung lainnya seperti miokarditis.

Kondisi ini masih jarang terjadi, namun anak-anak yang telah mengalami COVID-19 bisa berisiko mengalami penyakit yang lebih parah.

Artikel Terkait : Jadwal mudik lebaran 2020 akan diganti, ini kebijakan pemerintah untuk masyarakat

Sebelumnya, pada 26 April 2020 dokter dan pejabat kesehatan di Inggris pun telah mengeluarkan peringatan kemungkinan hubungan COVID-19 dengan penyakit Kawasaki pada si kecil. Di sisi lain, Dr. Maria Van Kerkhove, seorang ilmuwan dari WHO mengungkapkan bahwa ada laporan batu-baru ini terjadi di negara Eropa mengenai anak yang mengalami sindrom peradangan mirip sindrom Kawasaki namun masih jarang terjadi.

Menurut dr. Schneider hal ini menunjukkan bahwa COVID-19 bisa terjadi pada siapa pun hingga menyebabkan penyakit yang serius, tak terkecuali pada anak.

Walau belum ada laporan khusus terjadi di negara Indonesia, bukan bearti jadi lengah dan menganggap sepele. Gejala COVID-19 pada anak yang baru ditemukan ini wajib diwaspadai.

 

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Baca Juga :

4 Kabar baik mengenai COVID-19 di Indonesia, Parents sudah tahu?

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

nisya

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Wajib tahu! Ini gejala terbaru dan pasca infeksi COVID-19 yang dialami anak
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti