Suami istri wajib tahu! Gairah seksual ternyata dipengaruhi 3 hal ini

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Suka baper karena ditolak berhubungan intim oleh pasangan? Kalau tahu soal faktor yang mempengaruhi gairah seksual ini, Anda pasti akan maklum.

Bagi pasangan suami istri, gairah seksual adalah salah satu hal penting yang bisa membuat kehidupan ranjang jadi lebih ‘panas’. Namun, kadang gairah seksual yang naik turun memengaruhi mood dalam bercinta.

Sayangnya, terkadang gairah atau libido seksual suami istri tidak sama. Saat suami ingin bercinta, istri tidak. Begitu pun sebaliknya.

Hal ini tentu membuat pasangan suami istri jadi tidak harmonis. Satu sama lain merasa tidak nyaman karena menerima penolakan saat akan berhubungan seksual.

Artikel terkait: Cara menolak berhubungan seks dengan suami saat sedang tidak mood tanpa menyakiti hatinya.

Sebelum Anda baper karena ditolak berhubungan seksual oleh pasangan, sebaiknya Anda perlu mengetahui bahwa gairah seksual dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini:

1. Siklus hormon

Pada wanita, mereka akan jadi lebih bergairah pada masa subur menjelang ovulasi. Gairah seksnya akan menyala-nyala seolah tak ada puasnya untuk bercinta.

Sedangkan, pada wanita yang sudah menopause dan menyusui, gairah seksual akan berkurang karena sirkulasi hormon tersebut. Oleh sebab itu, para ayah harus paham dan jangan keburu marah kalau istri menolak berhubungan intim.

Saat libido bercinta sedang turun, produksi ‘pelumas alami’ di vagina istri pun menurun drastis. Bukannya enak, yang dirasakannya hanya kesakitan belaka.

2. Gaya hidup

Sering minum minuman beralkohol akan membuat orang gampang merasa nafsu untuk bercinta, tapi belum tentu punya kekuatan saat berhubungan seksual. Terutama saat sedang mabuk.

Kelelahan bekerja dan kurang tidur juga jadi salah satu faktor penting mengapa seseorang kurang bergairah saat bercinta. Jika gaya hidup sehat, maka kehidupan seks pun akan berjalan dengan baik-baik saja.

3. Masalah mental

Depresi akan membuat seseorang jadi tidak bergairah melakukan apapun, termasuk bercinta. Jika salah satu maupun keduanya memiliki masalah dengan kesehatan mental, maka itu akan mempengaruhi siklus gairah seksual mereka.

Suami yang pengangguran dan tertekan dengan keadaannya akan jadi lebih sulit memuaskan pasangannya di ranjang. Istri yang jenuh dengan kesehariannya akan merasa kurang bergairah dalam melakukan hubungan intim.

Jika perlu, tidak ada salahnya pergi ke psikolog untuk melakukan terapi psikis terkait hal ini. Utamakan pergi ke psikolog dulu ketimbang ke psikiater karena dikhawatirkan nantinya akan ada resep obat-obatan yang membuat gairah seksual lebih menurun lagi.

Menjaga kesehatan mental akan membuat kehidupan seks Anda jadi lebih bergairah. Komunikasikan dengan pasangan masalah Anda dan carilah solusi bersama atas masalah mental yang kalian hadapi.

Menurut Natural Cycles, dengan memahami siklus hormon, menjaga gaya hidup sehat, dan menjaga kesehatan mental, maka Anda akan dibebaskan dari masalah gairah seksual yang timbul tenggelam.

Saling memahami dan komunikasi akan menghilangkan kesalahpahaman karena mood bercinta yang beda ini. Semoga Anda dan pasangan dapat saling memahami ya.

 

Baca juga:

Bunda wajib tahu: puncak orgasme wanita ada di usia ini

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Seks