Parents, apakah pernah merasa cemas ketika melihat frekuensi BAB (buang air besar) dari si buah hati? Terutama buat Bunda yang masih baru memiliki bayi pertama, pasti belum punya pengalaman ketika melihat perubahan dari si kecil. Bayi yang baru lahir memiliki fungsi organ yang masih butuh banyak perkembangan. Maka pasti akan ada banyak perkembangan yang dialami, termasuk frekuensi buang air besar. Yuk kita pelajari lebih detail terkait frekuensi dan tekstur BAB bayi baru lahir.
Frekuensi dan Tekstur BAB Bayi
Setelah beberapa hari bayi dilahirkan, frekuensi normal bayi adalah BAB 1 sampai 2 kali sehari. Di periode minggu pertama, biasanya bayi bisa melakukan BAB dari 5 sampai 10 kali per hari. Ayah dan Bunda bisa melihat nantinya frekuensi BAB akan menurun ketika frekuensi menyusui bayi lebih teratur.
Ketika bayi mencapai usia enam minggu, bayi tidak selalu buang air besar tiap hari. Parents tidak perlu cemas karena ini adalah hal yang wajar.
1. Jenis Tekstur BAB Pertama
Kotoran yang keluar pertama kali disebut dengan mekonium. Tekstur kotoran cenderung padat, lengket, serta berwarna hijau tua.
2. Tekstur BAB di Usia Bayi 2-7 Hari
Pada hari kedua sampai akhir hari ketujuh, tekstur kotoran biasanya berubah dari hijau tua menuju warna hijau yang lebih muda dalam beberapa hari. Di hari ketujuh, warna feses berubah menjadi kuning atau kuning kecokelatan.
3. Tekstur BAB Bayi Diberi ASI dengan Susu Formula
Bayi yang minum ASI eksklusif biasanya memiliki warna kotoran yang lebih kuning daripada yang minum susu formula. Feses yang cair atau seperti pasta juga tidak masalah, terutama kalau bayi mengonsumsi ASI.
4. Tekstur BAB Bayi dari Makanan
Setelah bayi mulai mendapat makanan padat, tekstur feses atau kotorannya akan lebih padat dan bau pun menjadi lebih tajam. Kalau makanan tidak dicerna organ sepenuhnya, Ayah dan Bunda dapat melihat beberapa bagian sisa makanan pada kotoran bayi.
Perbedaan Warna Feses Bayi
Warna feses bayi memiliki beberapa perbedaan. Inilah penjelasannya agar Ayah dan Bunda bisa mengecek kondisi pencernaan si kecil.
1. Warna normal
Apabila feses bayi berwarna cokelat, kuning, dan hijau, menunjukkan bahwa kondisinya normal. Warna hijau biasanya disebabkan oleh asupan sayuran hijau.
2 Warna kemerahan
Jika warna feses cenderung kehitaman dan merah, umumnya disebabkan asupan gelatin merah, jus tomat, atau sup yang ditambahkan tomat sebagai bahan dasarnya.
3. Warna putih
Saat Bunda melihat warna feses bayi berwarna putih, maka ini pertanda ada masalah di bagian liver. Namun, bisa jadi disebabkan konsumsi obat tertentu atau hanya karena sering minum susu formula (jika bayi tidak minum ASI contohnya).
Kapan BAB Bayi Harus Mendapat Perhatian Khusus?
Mommy perlu memberikan perhatian khusus pada beberapa kondisi feses bayi seperti di bawah ini.
1. Feses keras
Saat melihat tekstur feses keras atau kering, ini menandakan bayi kurang mendapat asupan cairan atau banyak kehilangan cairan karena demam.
2. Frekuensi BAB semakin meningkat
Peningkatan frekuensi BAB yang melebihi biasanya atau malah menyerupai cairan terlalu encer, ini bisa menjadi tanda diare.
3. Muntah
Saat bayi mengalami tambahan gejala lain seperti muntah dan demam, waspadalah dengan adanya masalah infeksi dalam pencernaan bayi.
4. Warna feses tidak normal
Kalau parents melihat warna feses sangat merah seperti darah, kehitaman (apalagi jika bayi telah melewati fase mekonium), terlalu putih atau abu-abu, segera bawa bayi ke dokter.
Setelah mengetahui frekuensi dan jenis BAB atau feses bayi dari warna dan tekstur, Ayah dan Bunda bisa mengawasi perkembangan kesehatan pencernaan bayi.
Sumber
1. www.mottchildren.org/health-library/abo3062#:~:text=Many%20newborns%20have%20at%20least,matures%20during%20that%20first%20month.
2. milkology.org/content/breastfed-baby-poop-frequency
Ditulis oleh Reffi Dhinar, UGC Contributor theAsianparent.com
Artikel UGC Contributor lainnya:
Yuk Pahami Cara Mengelola Konflik dengan Anak Melalui Teknik 3R, Apa Itu?