TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Zombieing, Ketika Pelaku Ghosting Datang Kembali, Perlukah Diberi Kesempatan Kedua?

Bacaan 4 menit
Zombieing, Ketika Pelaku Ghosting Datang Kembali, Perlukah Diberi Kesempatan Kedua?

Dokter spesialis kesehatan jiwa, dr. Santi Yuliani, SpKJ membahas mengenai fenomena Zombieing, ketika yang sudah dianggap mati datang kembali. Bagaimana kita menyikapinya?

Beberapa waktu lalu istilah ghosting menjadi populer di media sosial. Ghosting adalah tindakan untuk meninggalkan sebuah hubungan tanpa dikomunikasikan dengan baik sebelumnya, alias ditinggal begitu saja. Namun, ketika orang yang pernah meng-ghosting kita muncul kembali ke kehidupan kita, fenomena tersebut disebut dengan Zombieing alias ‘mayat yang hidup kembali’.

Melalui fitur Instagram Live, dr. Santi Yuliani, SpKJ dari RSJ Soerojo Magelang berbagi sedikit mengenai fenomena Ghosting dan Zombeing. Perempuan pemilik akun Instagram @santi_psychiatrist itu memang kerap mengadakan sesi Instagram Live berupa diskusi seputar kesehatan mental. Penasaran? Berikut adalah penjelasannya.

Artikel Terkait: Ghosting dalam Hubungan, Psikolog: “Pelakunya adalah Orang yang Tidak Dewasa”

Apa Itu Zombieing?

Zombieing, Ketika Pelaku Ghosting Datang Kembali, Perlukah Diberi Kesempatan Kedua?

“Zombeing ini terkoneksi dengan Ghosting. Kalau kita bicara dengan Zombeing itu diawali dengan ghosting,” ucap dr. Santi mengawali sesi Live yang ia beri tajuk #15MinutesChatwithDrSanti tersebut.

Menurut dr. Santi, ghosting tak selalu berkonotasi negatif. Ada pula orang yang melakukan ghosting tapi tak berniat jahat, melainkan hanya tak mengerti cara untuk berkomunikasi dengan baik.

Ia menyebutkan bahwa bisa saja seseorang memilih untuk tidak menyampaikan hal yang menyakitkan tetapi memilih untuk pergi perlahan-lahan.

“Ghosting itu macem-macem ada kondisi yang membuat dia ghosting, misalnya orangtua atau keluarga melarang melanjutkan hubungan, soal ras yang berbeda contohnya, bisa jadi alasan untuk berpisah yang menyakitkan,” ungkapnya.

Zombieing, Ketika Pelaku Ghosting Datang Kembali, Perlukah Diberi Kesempatan Kedua?

dr. Santi menjelaskan bahwa fenomena Zombeing ini adalah kondisi dimana seseorang yang pernah melakukan ghosting kembali lagi ke kehidupan kita setelah beberapa waktu berlalu.

“Jadi ini seperti bangkit dari ‘kematian’ untuk masuk ke kehidupan kamu lagi. Bisa datang dalam bentuk teks, DM (Direct Message), panggilan telepon, dan lain sebagainya,” jelas dr. Santi.

Pernah mendengar ungkapan ‘Gara-gara hai setitik rusak move on beberapa tahun’?. Mungkin memang terdengar lucu, namun jika dialami sendiri mungkin rasanya berbeda.

Ketika seseorang yang sudah kita anggap mati karena tak ada kabarnya selama beberapa lama kemudian tiba-tiba muncul menyapa lagi bisa jadi memberikan kita harapan yang baru. Namun layakkah pelaku Zombeing ini diberikan kesempatan kedua?

Artikel Terkait: Mulai Jenuh dengan Pasangan? Ini Saran dari Psikolog untuk Mengatasinya

Ketika Fenomena Zombieing Terjadi, Haruskah Diberi Kesempatan Kedua?

zombieing

“Pertanyaannya selalu seperti ini, kasih kesempatan kedua atau tidak? Saya selalu bilang, hati-hati, hati-hati, hati-hati,”serunya.

dr. Santi memberikan perumpamaan bahwa ketika sedang jatuh cinta, biasanya logika kita cenderung lebih lemah atau menjadi pudar dan sirna. Hal tersebut ternyata memiliki penjelasan ilmiah di baliknya.

“Di saat emosional kita atau area emosi di limit system dan amygdala ini mendominasi, maka keduanya akan membajak otak bagian depan kita. Sehingga kita akan susah untuk melogika, tak bisa berpikir jernih, susah mengambil keputusan benar atau salah.” Ia melanjutkan.

Sebelum memutuskan untuk memberikan sang pelaku zombeing kesempatan kedua, penting untuk memiliki pikiran yang jernih dan rencana yang jelas mengenai apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Fenomena Zombieing, Saat Pelaku Ghosting Kembali dalam Hidup Kita

“Lakukan delaying, atau jangan mengambil keputusan dalam kondisi sedang berbunga-bunga atau sedang terpana. Kasih waktu supaya emosional tidak membajak otak bagian depan kita,” ujar advisor dari Sehatmental.id itu.

Bisa saja ketika bertemu kembali dengan ia yang pernah Anda harapkan dulu, rasa bahagia muncul dan membutakan Anda. dr. Santi mengingatkan bahwa perlu dipikir ulang apakah kebahagiaan itu rasional atau tidak. Apakah kita akan aman dari rasa kecewa yang sudah pernah dirasakan sebelumnya?

“Jangan ambil keputusan saat itu juga, jangan sampai yang menjadi pengalaman buruk terdahulu sirna karena emosional kita. Kita harus belajar untuk melihat yang namanya red flag, kita punya sense untuk melihat atau merasakan jika prospek hubungan tersebut tak bagus,” tambahnya.

Artikel Terkait: Kenapa Ibu Baru Mudah Stres? Ini Penjelasan Psikolog dan Cara Mengatasinya!

Kendali Ada Pada Diri Anda Sendiri

Zombieing, Ketika Pelaku Ghosting Datang Kembali, Perlukah Diberi Kesempatan Kedua?

Menanggapi fenomena Zombieing ini, dr. Santi mengatakan bahwa kendalinya sebenarnya ada pada diri kita sendiri.

“Kendali ada pada diri anda sendiri. Kita harus tahu kapan harus memilih iya atau tidak. Jangan sampai kita berada dalam kendali orang lain.” dr. Santi memaparkan.

Mengambil keputusan yang tepat dapat menggunakan logika dengan mempertimbangkan risiko dan manfaat sesuatu untuk diri kita pribadi. Menurut dr. Santi, perlu dilakukan proses memilih dan memilah dan perhatikan benar apakah keputusan yang diambil akan memberikan manfaat atau justru merugikan.

Cerita mitra kami
Baby HUKI Ajak Bunda Pintar Playdate bersama Nikita Willy dan Issa, Bagikan Tips Bonding Sehat dengan si Kecil
Baby HUKI Ajak Bunda Pintar Playdate bersama Nikita Willy dan Issa, Bagikan Tips Bonding Sehat dengan si Kecil
Cerita Lucu Kuncir Rambut Sarwendah dan Si Bungsu Thania Bikin Netizen Terhibur
Cerita Lucu Kuncir Rambut Sarwendah dan Si Bungsu Thania Bikin Netizen Terhibur
3 Alasan Penting Beli Rumah Idaman untuk Keluarga harus Jadi Prioritas
3 Alasan Penting Beli Rumah Idaman untuk Keluarga harus Jadi Prioritas
Jadi Orangtua Baru, Ini 5 Tips Parenting Positif Ala Irish Bella
Jadi Orangtua Baru, Ini 5 Tips Parenting Positif Ala Irish Bella

Fenomena Zombieing, Saat Pelaku Ghosting Kembali dalam Hidup Kita

Sekali lagi, yang memutuskan untuk terjun ke dalam suatu hubungan adalah Anda sendiri. Tinggal memikirkan kembali apakah tindakan yang kita lakukan memberikan manfaat atau tidak. Mana yang lebih banyak, risiko atau manfaatnya?

“Kita ini layak untuk memperjuangkan diri kita, layak untuk merdeka, mengambil keputusan dan menentukan pilihan berdasarkan logika bukan emosi. Kita berhak menentukan yang terbaik untuk diri kita sendiri,” tutupnya.

Memang sulit untuk berpikir jernih ketika kita sedang dilanda suatu emosi yang kuat. Termasuk mereka yang mengalami fenomena Zombieing ini, tentu harus berpikir matang-matang terlebih dahulu jika ingin melanjutkan relasi yang dulu sempat kandas. Apakah Parents pernah mengalami hal yang sama?

Baca Juga:

Benarkah anak yang diasuh nenek punya dampak psikologis? Ini 5 faktanya!

5 Cara Memahami Psikologis Anak agar Kesehatan Mentalnya Terjaga

Bagaimana tandanya bila ibu sudah butuh "me time"? Ini penjelasan psikolog

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Annisa Pertiwi

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Hiburan
  • /
  • Zombieing, Ketika Pelaku Ghosting Datang Kembali, Perlukah Diberi Kesempatan Kedua?
Bagikan:
  • 35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

  • 15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

    15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

  • 30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

    30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

  • 35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

  • 15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

    15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

  • 30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

    30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti