Pembunuh Rangga Tewas di Sel, Benarkah karena Disiksa Tahanan Lain?

Pembunuh Rangga Tewas di Sel, Benarkah karena Disiksa Tahanan Lain?

Belum usai publik dihebohkan pembunuhan bocah bernama Rangga, kini sang pelaku dikabarkan meninggal. Inilah 5 fakta pembunuh Rangga tewas di sel.

Dikabarkan meninggal, berakhir sudah perjalanan hidup pembunuh sadis seorang bocah yang sempat menghebohkan publik. Lantas, seperti apa fakta pembunuh Rangga tewas di sel tahanan?

Masih hangat dibicarakan kasus pemerkosaan seorang ibu sekaligus pembunuhan anaknya yang terjadi di Aceh baru-baru ini. Belum pula kering pusara ananda Rangga, korban pembunuhan, kini publik kembali dikejutkan dengan berita tewasnya sang pembunuh bocah tak berdosa tersebut.

Simpang siur soal penyebab kematian lelaki berusia 41 tahun itu tersebar luas di masyarakat. Namun, apa yang sesungguhnya terjadi?

Inilah rangkuman sejumlah fakta seputar pembunuh bocah sekaligus pemerkosa tersebut.

Fakta Tentang Pembunuh Rangga yang Tewas di Sel

1. Sempat alami sesak napas 

fakta pembunuh Rangga tewas di sel

Foto: Tribunnews

Tersangka pelaku pembunuhan seorang bocah 9 tahun di Langsa dinyatakan tewas di dalam sel tahanan. Laki-laki lajang bernama Samsul Hadi itu meninggal pada Sabtu (17/10/2020).

“Tadi malam sekitar jam 12 dia meninggal di ruangan sel,” kata Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo saat dimintai konfirmasi wartawan dan dikutip dari Detik.com.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Samsul sempat mengeluh merasa sesak.

“Dia Sabtu dini hari mengeluh sesak napas. Suhu tubuhnya 36,7 derajat, tensinya 97 persen dan diberi infus selama satu malam. Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Langsa,” kata Arief.

Menurut Arief, jenazah korban saat ini telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

2. Dehidrasi karena tak mau makan dan minum

fakta pembunuh Rangga tewas di sel

Foto: Pikiran Rakyat

Sehari sebelum dinyatakan meninggal, Samsul sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami dehidrasi. Rupanya selama beberapa hari di dalam sel, residivis kasus pembunuhan ini menolak untuk makan dan minum.

“Menurut teman satu selnya, dia nggak mau makan dan minum,” terang Arief.

Setelah menjalani pengobatan, kondisinya sempat membaik. Sehingga, dokter membolehkan Samsul dibawa pulang ke sel tahanan.

Namun pada Sabtu malam, Samsul kembali mengeluhkan sesak. Saat hendak dibawa ke rumah sakit, polisi menemukan si pembunuh Rangga tersebut sudah terbujur kaku di dalam sel.

“Petugas langsung membawa tersangka ke RS dan dinyatakan tersangka telah meninggal dunia,” sambung Arief.

Artikel terkait: Tragis! Bocah 9 Tahun Tewas Dibacok karena Lindungi Ibunya yang Diperkosa

3. Keluarga menolak autopsi

fakta pembunuh Rangga tewas di sel

Setelah diketahui meninggal dunia, keluarga tersangka rupanya menolak jenazah diautopsi.

“Keluarga menolak jenazah tersangka diautopsi. Perkiraannya (meninggal) sesak nafas. Sehari sebelum itu dia sudah sesak nafas,” kata Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo kepada wartawan, Senin (19/10/2020).

Oleh karena itu, polisi tidak dapat menyelidiki lebih lanjut penyebab kematian Samsul. Meski begitu, Arief juga menepis dugaan Samsul tewas dihajar tahanan lain.

“Kalau sampai sekarang, belum ada keterangan terkait itu,” jelas Arief.

4. Melakukan pembunuhan sadis

Pembunuh Rangga Tewas di Sel, Benarkah karena Disiksa Tahanan Lain?

Kasus pembunuhan yang dilakukan Samsul Hadi beberapa waktu lalu memang menyita perhatian publik. Betapa tidak, lelaki asal Langsa ini tega menghabisi nyawa seorang bocah berusia sembilan tahun bernama Rangga.

Malam itu, Samsul menyelinap masuk ke rumah di mana Rangga dan ibunya sedang terlelap. Rupanya Samsul berniat jahat, ia hendak memperkosa ibu Rangga.

Sebelum niat buruknya terlaksana, korban terbangun. Samsul pun panik dan keadaan saat itu cukup genting, sebab pelaku mengacungkan sebilah parang.

Oleh sang ibu, Rangga disuruh lari menyelamatkan diri. Namun bocah ini bergeming, ia hendak menyelamatkan ibunya dari jeratan Samsul Hadi.

Nahas, karena sikap ksatrianya itulah, Rangga dibacok oleh pelaku secara sadis. Jenazah Rangga lalu dimasukkan ke dalam karung.

Tak berhenti sampai di situ, usai membunuh anak tak berdosa, nafsu Samsul Hadi untuk menyetubuhi ibu korban rupanya belum juga reda. Ia lalu menyeret tubuh perempuan malang itu hingga ke dekat sungai dan memperkosanya di sana.

Usai memperkosa sang ibu hingga dua kali, pelaku lalu menghanyutkan jenazah Rangga yang terbungkus karung bersama aliran sungai.

Artikel terkait: Gara-Gara Hutang, Satu Keluarga di Sukoharjo Dibunuh Secara Keji

5. Sebelumnya pernah dipenjara karena membunuh

Pembunuh Rangga Tewas di Sel, Benarkah karena Disiksa Tahanan Lain?

Ternyata bukan baru sekali ini Samsul Hadi harus berhadapan dengan hukum lantaran menghilangkan nyawa seseorang. Ia sempat menjalani hukuman 15 tahun penjara sebagai narapidana kasus pembunuhan.

Tahun 2020, Samsul bebas usai mendapat asimilasi. Lantaran mencuatnya kasus pembunuhan Rangga, publik ramai-ramai mengkritisi kebijakan pemerintah soal program asimilasi tersebut.

****

Kini, Samsul Hadi telah meninggal dunia sebelum dirinya sempat diadili di hadapan hukum. Akan tetapi, banyak warganet beranggapan bahwa hal itu cukup setimpal, lelaki itu akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Sang Maha Adil. Terlepas dari pendapat netizen, berharap tak ada lagi kasus sadis seperti itu ya, Parents.

Baca juga:

Biadab! Bayi 10 Bulan Meninggal Setelah Diperkosa Ayahnya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner