Tragis! Bocah 9 Tahun Tewas Dibacok karena Lindungi Ibunya yang Diperkosa

Tragis! Bocah 9 Tahun Tewas Dibacok karena Lindungi Ibunya yang Diperkosa

Korban dibacok sampai tewas lalu ibu korban dianiaya hingga pingsan dan diperkosa berulang kali.

Sungguh tragis nasib seorang bocah asal Aceh Timur ini. Bagaimana tidak, ia mati dibacok karena mencoba melindungi ibunya yang hendak diperkosa.

Kejadian anak tewas bela ibu yang diperkosa itu sempat menghebohkan warga sekitar. Pasalnya, bocah tersebut sempat hilang karena diculik oleh pelaku.

Seperti apa kasusnya? Simak laporan lengkapnya berikut ini.

Kronologi Kejadian Anak Tewas Bela Ibu yang Diperkosa

anak tewas bela ibu yang diperkosa

Rumah korban (Sumber: AJNN.net

Media sosial belum lama ini dihebohkan dengan kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang pria bernama Samsul asal Aceh Timur. Pria berusia 36 tahun itu memperkosa seorang ibu muda berinisial D (28) dan membacok putranya, R (9), yang mencoba melindungi ibunya.

Aksi keji itu diduga terjadi pada hari Sabtu (10/10/2020) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, korban tengah tertidur lelap bersama putranya di rumah mereka yang berada di Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Suami korban tak ada di rumah. Ia terbiasa pergi tengah malam untuk memancing dan biasanya baru kembali menjelang pagi atau siang hari.

Pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel pintu. Saat kejadian, pelaku juga diduga kuat mengetahui kondisi rumah dimana hanya ada dua orang, yaitu D dan putranya, R.

“Dia sudah sering melihat korban sehingga ada niat jahatnya [untuk memperkosa D]. Dia melihat ada kesempatan karena di rumahnya hanya ada dua korban, maka pelaku masuk ke rumah korban,” kata Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo, Senin (12/10/2020) seperti dikutip dari Detik.com.

Baca juga: Nahas, Influencer Asal China Dibakar Hidup-hidup Mantan Suami saat Livestream

Anak Tewas Bela Ibu yang Diperkosa, Tubuh Dibacok

anak tewas bela ibu yang diperkosa

Sumber: Shutterstock

Kasus pembunuhan dan pemerkosaan itu terungkap lantaran D terbangun dari tidur. Korban tersadar saat pelaku menyentuhnya dan membuatnya kaget. Refleks, ia pun berteriak dan membuat putranya, R, ikut terbangun.

Melihat ibunya hendak diperkosa, R berteriak meminta pertolongan. Nahas, hal itu membuat pelaku bersikap agresif dan menebas leher bocah tersebut menggunakan parang. Korban terjatuh namun pelaku masih mencoba membacok tubuh korban. Kali ini R berhasil menepis tetapi tangannya terluka.

Sayangnya, pelaku justru semakin beringas. Ia kembali membacok korban dan berhasil mengenai perut dan dada. R pun tewas di tempat. Sementara itu, D, ibu korban diseret ke luar rumah dan kepalanya dibenturkan hingga tak sadarkan diri. Dalam keadaan pingsan inilah, pelaku kemudian memperkosa korban.

“Pelaku memperkosa si ibu dalam kondisi si ibu setengah sadar,” lanjut Arief.

Namun, tak berhenti sampai di sana, D dibawa menjauh dari rumah menuju semak-semak dan kembali diperkosa. Pelaku juga turut membawa jasad R. Warga baru menyelamatkan D yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan sekitar pukul 06.00 WIB.

“Korban D diselamatkan pukul 06.00 WIB. Dia kemudian dibawa ke RS untuk mendapat perawatan,” terang Arief.

Baca juga: Zainal, Dalang Pemerkosa dan Pembunuh Yuyun Divonis Hukuman Mati

Pelaku Mantan Napi Kasus Pembunuhan dan Sudah Lama Intai Korban

anak tewas bela ibu yang diperkosa

Sumber: Shutterstock

Tersangka diduga sudah mengintai korban sejak beberapa bulan terakhir sejak ia keluar dari penjara. Ia ternyata seorang residivis kasus pembunuhan yang dihukum 18 tahun penjara. Namun, ia dibebaskan usai mendapat program asimilasi selama pandemi COVID-19.

Sejak saat itulah, ia kemudian bekerja sebagai tukang kebun yang lokasinya tak jauh dari rumah korban. Setiap hari ia selalu lewat di depan rumah korban.

“Pelaku ini setiap hari dia berkebun. Akses ke kebun pelaku melewati rumah korban,” kata Arief.

Samsul berhasil diamankan pada hari Minggu (11/10/2020) sekitar pukul 09.10 WIB setelah dikepung oleh polisi dan warga di tempat persembunyiannya. Namun, ia masih tak mau buka suara terkait posisi R yang sempat ia culik.

Tim investigasi baru menemukan jasad R sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Mayatnya ditemukan mengapung di sungai di dalam sebuah karung. Tubuhnya dipenuhi luka tusukan di antaranya di pundak kiri, leher, bahu, dada tangan hingga jari. Lebar luka berkisar antara 0,5 cm – 8 cm.

“Penyebab kematian korban karena putusnya nadi besar di sebelah kiri,” terang Arief.

Sungguh tragis nasib yang dialami oleh D dan putranya ya Parents. Semoga pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai perbuatannya. Kita doakan semoga D segera pulih dan diberi kekuatan untuk memulai hidup kembali.

Baca juga:

Surat pilu anak korban pemerkosaan setelah pemerkosanya dinyatakan bebas

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner