TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kenali Empty Nest Syndrome, Rentan Dialami Orang Tua Saat Anak Beranjak Dewasa

Bacaan 4 menit
Kenali Empty Nest Syndrome, Rentan Dialami Orang Tua Saat Anak Beranjak Dewasa

Kondisi yang kerap dialami orang tua ketika anak meninggalkan rumah ini berisiko memicu depresi. Yuk, simak penjelasan lengkapnya.

Tidak selamanya anak-anak akan terus hidup bergantung di bawah ketiak orang tua. Ada masanya mereka akan menjalani hidup sebagai insan dewasa dan mulai meninggalkan rumah, entah untuk bekerja, menikah, atau menempuh pendidikan tingkat lanjut. Situasi semacam ini bisa membuat orang tua merasakan suatu kondisi yang disebut empty nest syndrome.

Istilah ini mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, kondisi ini sangat umum dialami orang tua saat anak-anak mereka beranjak dewasa.

Apa Itu Empty Nest Syndrome?

Empty Nest Syndrome: Gejala, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Tentu saja, semua orang tua berharap anaknya bisa tumbuh menjadi mandiri dan bertanggung jawab. Namun, tak dapat dimungkiri, ada rasa kehilangan yang menyergap tatkala mereka mulai meninggalkan rumah dan belajar menata hidup sendiri.

Bagi orang tua, pengalaman melepaskan anak sering kali terasa pahit sekaligus menantang secara emosional. Jangankan melepas dalam arti sungguhan, membayangkan anak tumbuh dewasa saja seringkali membuat mellow, ya, Parents.

Empty nest syndrome atau sindrom sangkar kosong adalah rasa sedih, kehilangan, dan emosi rumit lainnya yang sering dialami orang tua ketika anak-anak meninggalkan rumah setelah dewasa. Perasaan ini kadang terasa membingungkan, karena seolah bertentangan dengan perasaan bangga atas pencapaian anak.

Hanya saja perlu dicatat, sindrom sangkar kosong bukanlah suatu kelainan atau diagnosis klinis. Ini adalah perasaan yang sangat alamiah, di mana orang tua merasa rindu menjadi bagian dari hari-hari anaknya. Di sisi lain, orang tua mungkin juga khawatir tentang keselamatan anak: apakah mereka mampu mengurus diri mereka sendiri?

Artikel terkait: 5 Kesalahan Orang Tua yang Sering Kita Lakukan

Gejala

Empty Nest Syndrome: Gejala, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Seseorang yang mengalami sindrom sangkar kosong akan merasakan sejumlah gejala, seperti:

  • Kesedihan
  • Rasa kehilangan
  • Kesepian dan kesendirian
  • Kekhawatiran atau kecemasan atas kesejahteraan anak
  • Kehilangan tujuan dan makna dalam hidup
  • Meningkatnya ketegangan pernikahan
  • Stres dan depresi

Dianjurkan segera menemui tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater jika orang tua menangis berlebihan dan dalam waktu lama, terutama jika aktivitas sehari-hari dan pekerjaan jadi terhambat.

Dampak

Kenali Empty Nest Syndrome, Rentan Dialami Orang Tua Saat Anak Beranjak Dewasa

Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa orang tua yang berurusan dengan sindrom sarang kosong mengalami rasa kehilangan yang mendalam. Kondisi ini mungkin membuat mereka rentan terhadap depresi, alkoholisme, krisis identitas, dan konflik perkawinan.

Akan tetapi studi terbaru menunjukkan, sindrom ini dapat mengurangi konflik pekerjaan dan keluarga, serta dapat memberikan banyak manfaat lain bagi orang tua. Ketika anak meninggalkan rumah, orang tua memiliki kesempatan untuk membangun kembali hubungan dengan pasangan, meningkatkan kualitas pernikahan, dan menghidupkan kembali minat yang sebelumnya mungkin tidak sempat mereka miliki.

Artikel terkait: Jadi Orang Tua Keren di Mata Anak Remaja, Ini Kuncinya!

Cara Mengatasi Empty Nest Syndrome

Kenali Empty Nest Syndrome, Rentan Dialami Orang Tua Saat Anak Beranjak Dewasa

Strategi koping diperlukan saat menghadapi sindrom sangkar kosong. Beberapa tindakan atau sikap yang bisa diambil, antara lain:

  • Menerima perubahan, kebersamaan dengan anak adalah situasi yang dinamis. Pasti akan datang waktunya mereka beranjak dewasa dan memulai kehidupan sendiri.
  • Akui perasaan, sedih dan kehilangan saat anak meninggalkan rumah tentunya sangat normal. Namun, yakinkan diri bahwa fase transisi ini pasti bisa dilalui.
  • Tekuni hobi dan passion yang sempat tertunda karena terhalang kesibukan mengurus rumah tangga.
  • Pertimbangkan untuk memulai karier baru atau ambil pekerjaan paruh waktu jika memungkinkan.
  • Ikut kelas dan belajar hal baru, karena tak ada kata tua untuk belajar.
  • Bergabung dengan komunitas atau jadi relawan untuk kegiatan sosial.
  • Manfaatkan teknologi agar tetap bisa menjalin hubungan dengan anak-anak.
  • Sadari bahwa seiring berjalannya waktu peran Anda sebagai orang tua berubah, tetapi bukan berakhir.
  • Jangan beralih ke alkohol atau hal negatif lainnya untuk mengatasi gejolak emosi.

Penutup

Empty Nest Syndrome: Gejala, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Sindrom sangkar kosong umumnya tidak seburuk yang ditakutkan, selama orang tua telah membangun ikatan yang stabil dan sehat dengan anak. Sering kali orang tua berfokus pada aspek emosi negatif. Padahal sebenarnya, fase transisi ini bisa, lo, Parents, dimanfaatkan untuk membuka berbagai kesempatan baru.

Tanpa dituntut banyak kewajiban untuk merawat dan membesarkan anak, orang tua dapat mengambil kesempatan untuk mendefinisikan kembali siapa dirinya, memutuskan apa yang diinginkan selama sisa hidupnya, mendedikasikan kembali energi untuk passion, dan menghidupkan kembali hubungan dengan pasangan. Orang tua juga dapat menikmati membangun ikatan yang lebih dewasa dengan anak-anak. Jadi, tidak perlu takut dengan empty nest syndrome.

Empty Nest Syndrome

www.psychologytoday.com/us/conditions/empty-nest-syndrome

Empty nest syndrome

www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/empty-nest-syndrome/art-20047165

How to Manage Empty Nest Syndrome

www.webmd.com/parenting/how-to-manage-empty-nest-syndrome

Baca juga:

Punya Anak Itu Tidak Mudah, Ini 5 Alasan Mengapa Menjadi Orang Tua Ternyata Melelahkan

Cara Mendeteksi Perasaan Merasa Bersalah Sebagai Orang Tua dan Solusinya

4 Manfaat Kebiasaan Salim atau Mencium Tangan Orang Tua

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Titin Hatma

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Kenali Empty Nest Syndrome, Rentan Dialami Orang Tua Saat Anak Beranjak Dewasa
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti