TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Terapi membersihkan telinga dengan ear candle, bagaimana pendapat dokter?

Bacaan 3 menit
Terapi membersihkan telinga dengan ear candle, bagaimana pendapat dokter?

Ear candling atau ear candle adalah terapi membersihkan telinga menggunakan lilin yang sedang viral. Lalu, bagaimana pendapat dokter tentang fenomena ini?

Ear candling atau ear candle adalah tren membersihkan telinga yang sedang viral saat ini, karena terlihat sangat menjanjikan. Namun, bagaimana pendapat dokter dengan cara membersihkan telinga yang satu ini?

Dilansir dari Healthline, ear candle adalah kerucut berongga yang terbuat dari kain yang dilapisi lilin parafin, lilin lebah, atau lilin kedelai. Sebagian besar ear candle panjangnya sekitar 30 cm. Ujung lilin yang runcing ditempatkan di telinga Anda. Ujung yang sedikit lebih lebar akan dinyalakan.

Terapi membersihkan telinga dengan ear candle, bagaimana prosedurnya?

ear candle adalah

Para terapis ear candling mengklaim bahwa kehangatan yang diciptakan oleh nyala api pada lilin menyebabkan pengisapan. Hisapan tersebut menarik kotoran telinga dan kotoran lainnya keluar dari saluran telinga dan masuk ke lubang lilin.

Prosedur melaksanakan ear candling dimulai dengan penerima terapi yang berbaring miring di salah satu sisi tubuh. Terapis memasukkan ujung runcing lilin ke lubang telinga, dan memasang pelindung kertas alumunium sekitar dua pertiga dari lilin untuk menangkap lilin yang menetes. 

Lilin pun dibiarkan menyala sekitar 10 hingga 15 menit. Prosedur ini berlanjut hingga hanya 7-10 cm dari lilin yang tersisa.

Setelah itu, padamkan nyala api dengan hati-hati. Meniupnya saat masih berada di telinga dapat menyebabkan abu pembakaran yang berbahaya melayang. Yang paling penting, Anda tidak boleh melakukan prosedur itu sendiri karena itu bisa berbahaya.

Ear candle adalah terapi yang sedang viral, bagaimana pendapat dokter?

ear candle adalah

Dokter Hably Warganegara, Sp. THT-KL, MARS, Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher yang berpraktik di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, ditemui dalam acara media gathering di Jakarta (27/2), menjelaskan tentang hal ini. Halby menjelaskan bahwa kegiatan ear candling bisa membuat telinga cidera.

“Sebenarnya tindakan itu (ear candling) bisa membuat iritasi. Karena bukan hanya kotoran telinga yang terangkat, tapi kulit juga terangkat, kadang kadang gendang telinga juga bisa lecet saat hisapan dari ear candle-nya,” jelasnya.

Tidak hanya bisa membuat telinga cidera, Halby mengungkap bahwa ear candling berisiko merusak kemampuan alami telinga membersihkan dirinya sendiri.

“Selain itu, dengan perawatan ini telinga juga biasanya kehilangan kemampuan self cleaning nya, jadi dengan perawatan ini jadi malah produksi kotoran telinga makin menumpuk dan harus dibantu untuk dibersihkan terus menerus,” tegasnya.

Membersihkan telinga yang tepat menurut dokter

ear candle adalah

Halby menjelaskan bahwa membersihkan telinga boleh dilakukan saat telinga terasa gatal.

“Kalau telinga gatal, boleh dibersihkan pakai cutton bud, tapi hanya di sepertiga telinga luar saja, jangan sampai batang cutton bud-nya masuk semua ke dalam telinga.

Selain itu, jangan membersihkan satu bagian telinga berulang, cukup sekali saja, dan jangan terlalu kasar,” tutupnya.

***
Kalau Bunda, sudah pernah mencoba terapi ear candle ini belum?

 

Baca juga: 

Temukan semut rangrang di telinga anaknya, ini yang dilakukan Zaskia Adya Mecca

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Nia Lara Sari

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Terapi membersihkan telinga dengan ear candle, bagaimana pendapat dokter?
Bagikan:
  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti