TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk / Daftar
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Sering Menolak Ajakan Bercinta Suami? Waspadai Disfungsi Seksual Perempuan dan Cara Atasinya

Bacaan 4 menit
Sering Menolak Ajakan Bercinta Suami? Waspadai Disfungsi Seksual Perempuan dan Cara Atasinya

Cari tahu gejala dan cara mengatasi disfungsi seksual pada wanita, berikut ini!

Tahukah Parents jika sekitar 25-50% perempuan yang sudah menikah atau yang sudah aktif melakukan hubungan seksual diduga mengalami permasalahan disfungsi seksual wanita?

Meskipun gangguan seksual pada perempuan ada beberapa macam, namun keluhan utama yang paling sering dirasakan adalah kegagalan atau tidak mengalami orgasme.

Fakta mengenai kondisi disfungsi seksual pada wanita khususnya yang telah menikah ini dipaparkan oleh androlog, dr. Oka Negara, FIAS.  

Lebih lanjut, dr Oka memaparkan bahwa gangguan seksual yang sering terjadi pada perempuan sebenarnya terbagi menjadi 4 empat golongan, yaitu terjadinya gangguan dorongan seksual, gangguan bangkitan seksual, gangguan orgasme, dan yang terakhir adalah gangguan yang menimbulkan rasa sakit, termasuk di dalamnya dispareunia, vaginismus, dan gangguan sakit seksual lainnya.

“Inilah yang sebenarnya yang termasuk dalam gangguan disfungsi seksual pada perempuan,” ujarnya.

Saat seks terasa tidak lagi menyenangkan, bukan tidak mungkin jika pada aktivitas seksual ini akan dihindari. Seperti yang dikatakan dr, Oka, perempuan yang mengalami akan menarik diri dari segala bentuk ajakan bahkan untuk membicarakan hal yang terkait dengan aktivitas seksual akan menolak.

“Umumnya, perempuan yang mengalami gangguan seksual seperti ini akan menolak, bahkan merasa jijik jika ada yang membicarakan tentang seks.” 

Mengingat aktivitas seksual merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keharmonisan hubungan suami istri, kondisi ini tentu saja perlu diwaspadai. 

Artikel terkait: 6 alasan mengapa seks dalam pernikahan sangat penting, jangan disepelekan!

Apa penyebab disfungsi seksual pada wanita?

disfungsi-seksual-pada-wanita

Selain fakta yag diungkapkan dr, Oka, sebuah survei juga menyebutkan kalau  sekitar 10% hingga 15% wanita tidak pernah mengalami orgasme. Survei menunjukkan bahwa hingga setengah dari wanita tidak puas dengan seberapa sering mereka mencapai orgasme.

Sebenarnya ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya disfungsi seksual pada wanita, termasuk:

  • Riwayat pelecehan seksual atau pemerkosaan
  • Kebosanan dalam aktivitas seksual atau hubungan
  • Kelelahan dan stres atau depresi
  • Kurangnya pengetahuan tentang fungsi seksual
  • Perasaan negatif tentang seks (sering dipelajari di masa kanak-kanak atau remaja tahun)
  • Rasa malu atau malu meminta jenis sentuhan yang paling berhasil

Disfungsi seksual pada wanita

Sementara dr. Oka mengatakan kalau gangguan dorongan seksual sebenarnya dipengaruu oleh beberapa faktor, dimulai dengan hormon seks, keadaan kesehatan umum, faktor psikis dan pengalaman seksual sebelumnya.

“Selain itu terganggunya dorongan seksual pada perempuan juga disebebkan karena adanya hambatan psikis, kejenuhan dengan pasangan hingga problem psikis dengan pasangan sendiri, atau memang ada beban pikiran dan stres yang berkelanjutan dari keseharian. Termasuk adanya pengalaman yang traumatik dari hubungan seksual sebelumnya,” tegasnya.

Masalah kesehatan yang dapat menyebabkan disfungsi seksual pada wanita meliputi:

  • Obat-obatan tertentu yang diresepkan. Obat yang paling umum digunakan untuk mengobati depresi dapat menyebabkan masalah ini. Ini termasuk fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil), dan sertraline (Zoloft).
  • Gangguan atau perubahan hormon, seperti menopause.
  • Penyakit kronis yang memengaruhi kesehatan dan minat seksual.
  • Nyeri panggul kronis, seperti dari endometriosis.
  • Kerusakan pada saraf yang memasok panggul karena kondisi seperti multiple sclerosis, kerusakan saraf diabetes, dan cedera saraf tulang belakang.
  • Kejang otot di sekitar vagina yang terjadi bertentangan dengan keinginan Anda.
  • Vagina kering.

Tanda disfungsi seksual pada wanita

disfungsi-seksual-pada-wanita

Terkait dengan tanda seorang wanita mengalami ganguan atau disfungsi seksual sebenarnya sangat beragam. Menurur dr. Oka, tanda-tanda yang dirasakan sebenarnya tergantung dengan jenis gangguan dorongan seksualnya.

Namun katanya, jika seorang perempuan suda menarik diri dari segala bentuk ajakan dan pembicaraan tentang aktivitas seksual, tentu saja perlu diwaspadai. Bahkan, tingkat gangguan dorongan seksual ini bisa membuat seorang perempuan mengalami kegelisahan, gemetar, hingga mual dan menarik diri dari ajakan tentang seks, termasuk sekedar membicarakan seks. 

Artikel terkait: Jadi primadona wanita menunda kehamilan, ini tandanya jika IUD di rahim bermasalah!

Mengobati disfungsi seksual

disfungsi-seksual-pada-wanita

“Salah satu hal yang perlu diperhatikan, adalah bagaimana komunikasi seksual dengan pasangan. Ini perlu berjalan dengan baik, dan sangat diperlukan jika salah satu pasangan menginginkan hubungan seksual. Bahkan, ada kalanya  saat gangguan seksual menyebabkan aktivitas seks tidak bisa dilakukan lagi, maka yang paling dibutuhkan justru datang ke ahlinya untuk mendapatkan pertolongan dan terapi seksual,” tegas dr. Oka.

Artinya, ada beberapa hal yang perlu diingat bila ingin mengobati masalah orgasme atau disfungsi seksual pada wanita, yaitu:

  • Sikap yang sehat terhadap seks, dan pendidikan tentang stimulasi dan respons seksual
  • Belajar mengomunikasikan dengan jelas kebutuhan dan keinginan seksual, baik secara verbal maupun non-verbal

Di samping itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar membuat seks lebih baik :

  • Istirahat yang cukup dan makan dengan baik. Batasi alkohol, narkoba, dan merokok. Rasakan yang terbaik. Ini membantu dengan merasa lebih baik tentang seks.
  • Lakukan latihan Kegel. Kencangkan dan rilekskan otot-otot panggul.
    Fokus pada aktivitas seksual lainnya, bukan hanya hubungan seksual.
  • Gunakan alat kontrasepsi yang berfungsi baik untuk Anda dan pasangan. Diskusikan ini sebelumnya sehingga Anda tidak khawatir tentang kehamilan yang tidak diinginkan.
  • Jika masalah seksual lainnya, seperti kurangnya minat dan rasa sakit selama hubungan seksual, terjadi pada saat yang sama, perlu mendapat bantuan dokter. 

Semoga informasi ini bermanfaat!

****

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Referensi: Medlineplus, Healthline

Baca juga: 

12 Cara merangsang suami menurut Islam, Bunda wajib coba malam ini!

6 Tanda Vagina Sehat, Para Bunda Wajib Tahu!

Laser Vagina Pasca Melahirkan, Benarkah Bisa Mengencangkan Miss V?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Afifah

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Sering Menolak Ajakan Bercinta Suami? Waspadai Disfungsi Seksual Perempuan dan Cara Atasinya
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti