Demi Kesehatan Mental Anak, Jangan Lakukan 7 Hal ini Pada Mereka

Kesehatan mental anak sangat berpengaruh untuk masa depannya. Bagaimana cara mendidik anak agar memiliki mental yang kuat?

Setiap orang tua berharap hal yang terbaik untuk anak demi masa depannya. Agar kesehatan mental anak terjaga, ada hal-hal yang yang perlu orang tua lakukan.

Agar kesehatan mental anak terjaga, jangan lakukan hal-hal berikut ini:

1. Berbohong

Orang dewasa maupun anak-anak tidak akan suka dibohongi. Anak-anak akan belajar kebohongan dari orang tuanya. Jika orang tuanya suka berbohong, maka ia juga akan menganggap bahwa hal itu adalah perbuatan yang biasa saja.

Artikel terkait: Salahkah berbohong demi kebaikan anak?

2. Selalu mengiyakan segala sesuatu

Ajari anak untuk menerima penolakan dan menolak sesuatu. Suatu hari masalah yang ia alami akan semakin banyak, tantangan yang harus ia hadapi juga makin berat. Belajar menerima penolakan akan menumbuhkan sifat lapang dada dan dewasa dalam menerima kegagalan.

Artikel terkait: Mengajari anak berlapang dada dari penolakan

3. Memberi label kepada anak

Jika orang tua memberinya julukan tertentu, ia akan meyakini bahwa ia memang seperti itu. Misalnya, orang tua yang memanggilnya bodoh akan membuat anak meyakini bahwa dirinya bodoh. Orang tua yang selalu memuji-muji anaknya berlebihan akan membuat anak jadi sombong.

Artikel terkait: Agar Anak tidak tumbuh jadi orang yang sombong.

4. Jangan membanding-bandingkan

Membanding-bandingkan anak secara fisik, prestasi, dan hal lainnya akan membuat ia tumbuh jadi anak yang tidak percaya diri dan pendendam. Ego di dalam dirinya akan hancur. Anak akan mengingat hal ini selamanya.

Jangankan anak, bahkan remaja dan orang dewasa pun tidak akan suka dibanding-bandingkan dengan orang lain. Jika kita tak suka dibanding-bandingkan dengan orang lain, mengapa anak harus dibanding-bandingkan?

Artikel terkait: Cara benhenti untuk membanding-bandingkan anak

5. Jangan terus menerus mendiktenya

Anak perlu memikirkan jalan hidupnya sendiri agar nalar bertahan hidupnya aktif. Anak yang hidup dengan diktean dari orang tuanya akan takut menjalani hidup di luar diktean tersebut. Atau malah justru sebaliknya, ia akan menjadi sosok pemberontak yang membenci Anda.

6. Jangan suka menceramahinya

Jika Anda tak suka diceramahi, begitupun anak. Jangan melakukan hal yang Anda sendiri membencinya. Menceramahi anak terus menerus akan membuat anak merasa orang tuanya menganggap ia sebagai anak yang bodoh.

Jika Anda tak ingin dibentak dengan anak, jangan sekali-kali berteriak padanya. Bisa jadi anak tidak akan balas membentak Anda. Tapi suatu hari, ia akan melakukan hal tersebut pada anaknya.

7. Jangan suka menyalahkan

Kehidupan rumah tangga tak selalu berjalan mulus. Kadang anak mendengar orang tuanya saling menyalahkan atas sebuah kesalahan, atau justru anak menjadi obyek yang paling disalahkan saat terjadi sesuatu.

Artikel terkait: Tips aman bertengkar di depan anak

Anak dengan kebiasaan suka disalahkan seperti ini akan menjadi pribadi yang tidak percaya diri dan penakut. Pada beberapa anak, ia akan jadi orang yang kurang bertanggung jawab karena ia sering menyalahkan orang lain dan cari-cari alasan untuk pembenaran atas perbuatannya.

Atau justru sebaliknya, ia akan tumbuh jadi orang yang depresi dan suka menyalahkan diri sendiri. Sehingga ia tak akan mampu menerima dirinya apa adanya.

Anak perlu merasa bahwa rumah adalah tempat yang aman baginya. Di rumah lah ia akan membentuk kepercayaan diri maupun pembentukan karakternya.

Prestasi anak memang penting, namun, lebih penting lagi adalah kebahagiaannya. Memberikan beban terlalu banyak dengan alasan "demi masa depannya" akan membuatnya lelah dengan ekspektasi orang tuanya.

Selain faktor keluarga, ada juga faktor lingkungan rumah dan sekolah yang turut berkontribusi dalam kesehatan mentalnya. Apalagi jika ia sedari awal tidak memiliki masalah seputar disabilitas mental.

Kesehatan mental anak memang jarang diperhatikan oleh orang tua karena banyak yang masih lebih memperhatikan kesehatan fisik anak. Namun, mental yang sehat ini akan jadi modalnya menghadapi masa depan.

 

Referensi: Family Share, Mental Health America, APA.

Baca juga:

7 Kalimat Positif yang Perlu Anda Katakan Pada Anak