Penelitian: Suplemen vitamin berdampak negatif terhadap pasien kanker payudara

Penelitian berikut mengemukakan dampak negatif vitamin terhadap pengobatan kanker, ini penjelasannya untuk Anda..

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Baru-baru ini, penelitian mengungkap fakta mengejutkan. Bahwa dampak suplemen vitamin bisa menjadi berbahaya bagi penderita kanker payudara yang sedang menjalani perawatan. Suplemen vitamin tersebut ternyata bisa menghambat proses penyembuhan pasien kanker.

Menjadi momok menakutkan bagi perempuan, kanker payudara merupakan penyakit kompleks yang disebabkan beberapa faktor. Di antaranya usia, riwayat kesehatan keluarga, genetik juga pola hidup. Melansir laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia, pada 2018 penyakit kanker payudara telah merenggut 627.000 jiwa – menasbihkan statusnya sebagai kanker paling mematikan bagi kaum hawa.

Bagaimanapun, bukan berarti penyakit ini tidak bisa dicegah. Mengontrol pola hidup sekiranya dapat meminimalisir risiko seseorang terjangkit kanker payudara. Menjauhi gaya hidup tidak sehat seperti rajin beraktivitas fisik, tidak merokok, menjaga berat badan tetap ideal adalah kunci.

Beberapa penelitian juga merekomendasikan diet dan konsumsi vitamin untuk menekan risiko seseorang terkena kanker. Namun, adakah dampak suplemen vitamin tertentu bagi seseorang yang sudah terlanjur terkena penyakit ini?

Penelitian sebutkan dampak suplemen vitamin terhadap penyembuhan kanker payudara

Dampak suplemen vitamin untuk pasien kanker

Bicara mengenai kanker payudara, kemoterapi menjadi solusi andalan untuk seseorang bertahan dan sembuh dari kanker. Tak hanya mengubah pola hidup, biasanya beragam multivitamin akan dikonsumsi demi seseorang memperoleh kesembuhan yang diharapkan.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pasien dengan kanker payudara yang mengonsumsi vitamin tambahan selama perawatan kemoterapi akan lebih mungkin menghadapi peningkatan risiko.

Suplemen yang dipaparkan dalam Journal of Clinical Oncology ini menuturkan vitamin yang dimaksud yakni antioksidan, zat besi, vitamin B12, dan asam lemak omega-3 yang ditengarai akan menurunkan efektivitas kemoterapi itu sendiri.

Dampak suplemen vitamin untuk pasien kanker payudara.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Christine Ambrosone, kepala pencegahan dan pengendalian kanker Roswell Park Comprehensive Cancer Center, Buffalo, New York menyebutkan bahwa memasukkan daftar suplemen selama kemoterapi bukanlah strategi yang bijak untuk memerangi kanker.

“Diperkirakan antioksidan mungkin mengganggu kemampuan kemoterapi untuk membunuh sel kanker. Beberapa dokter telah menyarankan pasien selama beberapa tahun untuk tidak mengambil antioksidan selama kemoterapi,” ungkap Ambrosone.

Ambrosone lalu bekerja lebih keras mengumpulkan data empiris untuk menguatkan penelitiannya. Mereka mencari bukti dalam studi sebelumnya mengenai diet, olahraga, gaya hidup, dan hasil kanker.

Artikel terkait: Bocah 3 tahun alami radang paru-paru karena tersedak popcorn, peringatan untuk Parents!

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Dalam penelitian sebelumnya, orang yang ikut serta ditanya tentang penggunaan suplemen pada awal dan selama perawatan juga gaya hidup, diet, dan olahraga. Hasilnya, terdapat dampak suplemen vitamin yang mengejutkan.

Para peneliti mempelajari 1.134 pasien yang mengisi survei dan memantau mereka selama rata-rata enam tahun. Penggunaan suplemen mereka jauh lebih rendah dari biasanya, kata Ambrosone. Sekitar 20% pasien mengonsumsi suplemen sebelum memulai kemoterapi dan 13% selama perawatan.

Para peneliti mencari kemungkinan lain yang dapat meningkatkan risiko penyakit muncul kembali atau kematian. Mereka menemukan bahwa pasien yang mengonsumsi suplemen apa pun pada awal dan selama kemoterapi, 41% lebih mungkin untuk mengalami gejala kanker payudara kembali daripada mereka yang tidak mengonsumsi suplemen.

Selain itu, pengambil suplemen 40% lebih mungkin meninggal di kemudian hari dibandingkan dengan pasien yang tidak menggunakan suplemen. Suplemen tersebut mencakup vitamin A, C, dan E.

Artikel terkait: Tidak semua suplemen vitamin aman untuk tubuh, bagaimana memilahnya?

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Setali tiga uang, Amy Tiersten seorang profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Icahn di Gunung Sinai, New York City mengulas hal yang sama.

“Selama bertahun-tahun kami telah memperingatkan pasien tentang penggunaan vitamin; khususnya antioksidan selama kemoterapi untuk kanker payudara,” katanya.

Penelitian yang dilakukan Tiersten menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi vitamin B12 dan suplemen zat besi berisiko lebih tinggi terkena kanker. Wanita yang mengonsumsi vitamin B12 83% lebih mungkin untuk kembali sakit dan 22% lebih mungkin meninggal daripada mereka yang tidak mengonsumsi vitamin apapun.

Daftar makanan terbaik untuk pasien penderita kanker payudara

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, diet seimbang patut dipertimbangkan sebagai cara agar terhindar dari penyakit mematikan ini. Melansir Boldsky, makanan berikut ini efektif menangkal efek samping yang ditimbulkan kemoterapi.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan
  • Sayuran

Sayuran hasil persilangan seperti kubis dan brokoli membantu memerangi efek samping yang ditimbulkan saat seseorang sedang melakukan treatment penyembuhan kanker. Kaya Vitamin C dan anti-oksidan seperti glutathione, sayuran ini mengandung zat yang dapat mencegah kanker. Brokoli juga diketahui mengandung sulforaphanes dan indol yang efektif mencegah efek samping pengobatan kanker.

  • Kedelai

Kedelai menjadi pangan terbaik lain yang dapat menekan efek samping pengobatan kanker. Makanan berbahan dasar kedelai mengandung komponen makanan bioaktif seperti isoflavon yang membantu melawan efek samping pengobatan kanker payudara.

  • Kacang-kacangan

Ragam jenis kacang seperti almond, walnut, dan kacang brazil mengandung asam lemak omega-3 yang melimpah sehingga bagus dalam melawan efek samping pengobatan kanker. Tak hanya itu, kudapan favorit ini juga efektif membantu kekebalan imunitas tubuh.

  • Minyak zaitun

Merupakan sumber lemak positif, kandungan yang ada dalam minyak zaitun dapat meminimalisir peradangan tubuh. Tambahkan minyak ini dalam menu diet harian agar kekebalan tubuh terjaga.

  • Alpukat

Hindari dampak suplemen vitamin yang buruk pada pasien kanker dengan konsumsi makanan ini.

Buah lezat satu ini kaya asam lemak omega-3 yang membantu melawan efek samping pengobatan kanker payudara.

Artikel terkait: Sehat dan lezat, ini 5 ide kombinasi buah terbaik untuk sarapan yang bisa dicoba

  • Gandum

Selain rambut rontok, sembelit dan masalah pencernaan menjadi kondisi lain yang kerap dihadapi pejuang kanker. Gandum menjadi makanan yang sebaiknya dipertimbangkan. Makanan ini kaya serat yang mudah dicerna dan karbohidrat yang menjawab kebutuhan energi Anda, serta melawan masalah pencernaan.

  • Oatmeal

Oatmeal adalah makanan alami lain yang kaya akan serat dan antioksidan. Tak hanya mencegah kanker, konsumsi oatmeal akan menekan bahaya radikal bebas dan menetralisir racun.

  • Buah-buahan

Efek samping kanker dapat dilawan dengan satu makanan lain: buah. Pilihlah buah kaya vitamin C dan berwarna terang, misalnya jeruk yang akan membantu menetralisir racun yang bersarang di tubuh.

  • Bawang putih

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bawang putih mengandung khasiat sakti menyembuhkan berbagai jenis penyakit, termasuk kanker. Rempah ini bisa dikonsumsi dengan beragam cara: mentah, diolah, dan dipanggang.

  • Protein rendah lemak

Jenis kanker akan membuat daya tahan tubuh penderitanya menurun. Konsumsi makanan berprotein rendah lemak seperti telur, ikan, dan ayam akan meningkatkan energi dan menguatkan otot sehingga dapat mendongkrak semangat seseorang berperang melawan kanker.

***

Semoga informasi ini bermanfaat.

Referensi: Boldsky, Learning English

Baca juga:

Inilah beberapa kondisi penderita kanker payudara yang dilarang menyusui bayi