Penelitian: Dampak buruk penolakan ayah pada anak lebih parah dibanding penolakan ibu

Penelitian: Dampak buruk penolakan ayah pada anak lebih parah dibanding penolakan ibu

Penelitian di Universitas Connecticut menyebut, dampak buruk penolakan ayah ternyata lebih menyakitkan bagi anak, dibanding dampak buruk penolakan ibu.

Perasaan ditolak atau tidak diinginkan oleh orangtua sendiri adalah hal yang menyakitkan. Hal ini bisa memengaruhi perkembangan perilaku dan kepribadian anak. Sebuah penelitian menyebut, dampak buruk penolakan ayah jauh lebih parah dibandingkan penolakan ibu.

Sejatinya baik ibu maupun ayah sama-sama memiliki peran untuk tumbuh kembang anak. Bila terjadi penolakan dari salah satunya, seorang anak bisa merasakan dampaknya dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dampak buruk penolakan ayah

Penelitian: Dampak buruk penolakan ayah pada anak lebih parah dibanding penolakan ibu

Penelitian menyebutkan bahayanya dampak penolakan ayah pada perkembangan buah hatinya.

Ronald Rohner, yang terlibat dalam studi di Universitas Connecticut ini menjelaskan, dalam setengah abad penelitian yang dilakukan di seluruh dunia, belum ada yang mampu menandingi dampak buruk penolakan ayah terhadap anaknya. Yang memengaruhi kehidupan dan kepribadian sang anak secara konsisten hingga ia dewasa.

Para ilmuwan dalam penelitian ini, menemukan bahwa anak yang merasakan dampak buruk penolakan ayah akan menunjukkan perilaku agresif. Selain itu, dia juga akan bersikap memusuhi pada orang lain, dan cenderung merasa rendah diri.

Artikel Terkait : Perkembangan sosial anak jauh lebih penting ketimbang nilai A, ini alasannya!

dampak buruk penolakan ayah

Dampak buruk penolakan ayah membuat anak merasa rendah diri, dan merasakan sakit yang sama meski sudah dewasa

Perasaan sakit karena penolakan orangtua, akan tetap ada di dalam psikologis sang anak. Bahkan hingga bertahun-tahun setelah ia dewasa. Yang membuatnya mengalami kesulitan menjalin hubungan dekat dengan orang lain, bahkan dengan pasangan.

Ilmuwan menyatakan, bagian otak yang merespon ketika pemiliknya merasakan sakit secara fisik, juga menunjukkan respon yang sama jika seseorang merasakan penolakan.

Perbedaannya, sakit secara fisik bisa sembuh. Namun perasaan sakit karena dampak buruk penolakan ayah, bisa terus berulang di dalam otak. Dan membuat si anak menderita, bahkan setelah dewasa.

Artikel Terkait : Sejauh mana faktor keturunan pengaruhi perkembangan anak? Ini penjelasan para ahli

Kasih sayang dan perhatian Ayah memengaruhi tumbuh kembang anak

ini menjadi ayah Evolusi

Selain itu, penelitian ini juga menemukan dampak buruk penolakan ayah memiliki pengaruh lebih buruk terhadap perkembangan anak. Hal ini dikarenakan, anak cenderung lebih memusatkan perhatian pada orang yang paling berpengaruh di rumah, yakni sosok Ayah.

Perhatian yang diberikan ayah pada anaknya akan memiliki pengaruh besar dalam perkembangan mental dan psikologis sang anak. Selama ini, pengasuhan selalu dititikberatkan pada ibu. Sehingga jika anak memiliki masalah perilaku, maka ibu yang akan disalahkan.

Padahal, pengaruh ayah dalam perkembangan perilaku sang anak jauh lebih krusial. Ayah yang acuh terhadap kebutuhan anak terhadap kasih sayangnya, akan berimplikasi buruk pada perkembangan mental sang anak.

Artikel terkait: 3 Dampak negatif pada anak jika kurang mendapat kasih sayang ayah

Oleh sebab itu, sudah seharusnya Ayah memegang peranan aktif dalam mengasuh dan mendidik si kecil. Keterlibatan penuh kedua orangtua dalam pengasuhan anak, bisa memaksimalkan potensi dan kecerdasan anak dalam masa tumbuh kembangnya.

Tips quality time ayah bersama anak

Setiap Ayah sebaiknya memang meluangkan waktu yang berkualitas untuk buah hati di masa tumbuh kembangnya. Ada beragam contoh kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan bersama-sama dengan si kecil, misalnya :

  • Menonton film keluarga bersama saat waktu senggang
  • Pergi berjalan-jalan di taman saat lagi hari sekaligus melakukan jogging
  • Bermain bola atau aktivitas fisik lain di halaman
  • Bermain board games atau puzzle di rumah
  • Memainkan video game di rumah dengan durasi yang tak berlebihan
  • Ayah mengajarkan dan mengenalkan hobinya misalnya saja bermain gitar atau memancing pada anak
  • Membaca buku cerita bersama-sama
  • Membantu anak mengerjakan PR atau tugas sekolah
  • Mengajari cara beribadah yang telat sesuai tuntunan dan keeprcayaan
  • Mengajak serta si kecil pada kegiatan otomotif secara sederhana
  • Berkeliling menaiki sepeda di sekitar rumah

Jadi, untuk para Ayah sebaiknya luangkanlah waktu dan perhatian lebih banyak untuk si kecil. Ada beragam aktivitas menarik dan sederhana yang bisa menjadi momen kedekatan dengan buah hati.

Tentunya, agar dia tidak mengalami perasaan ditolak atau tidak diinginkan oleh ayahnya sendiri, karena Anda bersikap acuh.

Semoga bermanfaat.

Referensi: Curious Mind Magazine

Baca juga:

Penelitian: Pola Pengasuhan Orangtua Pengaruhi Kesehatan Fisik Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner