Cukupkah Kandungan Zat Besi pada Makanan Bayi Anda?

lead image

Bila si kecil sudah makan MPASI, pastikan makanan bayi yang Anda sajikan mengandung cukup zat besi. Berikut berbagai informasi penting tentang zat besi.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/04/dreamstime xs 11879468.jpg Cukupkah Kandungan Zat Besi pada Makanan Bayi Anda?

Apakah makanan bayi Anda mengandung cukup zat besi?

Zat besi, nutrisi penting dalam makanan bayi Anda

Zat besi sangatlah penting untuk pertumbuhan tubuh dan otak bayi Anda. Zat ini membantu pembentukan sel darah merah. Ia juga berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Sebelum mengenal MPASI, bayi Anda menerima asupan zat besi dari ASI atau susu formula. Namun semenjak si kecil makan makanan bayi buatan Anda, apakah ia mendapatkan zat besi sesuai dengan yang dibutuhkan?

Makanan bayi yang mengandung zat besi

Anda dapat memperkenalkan variasi makanan yang kaya akan zat besi, baik berupa makanan berbahan hewani maupun sayuran. Contoh bahan makanan yang mengandung banyak zat besi adalah berbagai jenis daging yaitu ayam, sapi, domba, babi, kalkun, serta ikan.

Perlu diketahui bahwa daging paha ayam mengandung lebih banyak zat besi dibandingkan dada ayam. Paha ayam dikenal sebagai dark meat karena warnanya lebih kemerahan. Dark meat lebih baik untuk dijadikan makanan bayi daripada white meat.

Sayuran hijau juga mengandung zat besi, contohnya kacang polong, lentil, brokoli, bayam. Selain itu, tahu dan telur juga dapat menjadi alternatif makanan bayi yang mengandung banyak zat besi.

Bila Anda memilih makanan bayi yang sudah tersedia di pasaran, perhatikan label kandungan nutrisi di dalamnya. Pilihlah makanan bayi yang mengandung banyak zat besi.

Efisiensi penyerapan zat besi : Kalsium dan Vitamin C

Tubuh akan menyerap zat besi dari bahan makanan hewani 2 atau 3 kali lipat lebih efisien dibandingkan dengan zat besi dari sayuran. Akan lebih baik lagi bila zat besi tidak dikonsumsi bersamaan dengan kalsium. Berilah jarak minimal 1 jam untuk  memisahkan waktu pencernaan mereka.

Selain itu, zat besi akan lebih baik bila dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang banyak mengandung vitamin C, misalnya buah-buahan. Contohnya : Puree paha ayam dan puree brokoli, puree pepaya dan bubur ikan. Pengaturan kombinasi ini bertujuan agar penyerapan zat besi lebih efisien dan efektif.

Susu murni tidak baik untuk bayi di bawah 1 tahun

Susu sapi murni tidak banyak mengandung zat besi. Itulah sebabnya susu murni tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 1 tahun. Walaupun bayi Anda sudah mulai makan makanan padat sejak berusia 6  bulan, ia mungkin baru dapat memakan berbagai variasi makanan setelah berusia 1 tahun.

Parents, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.